alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Sewa Lama, lantas Tak Dikembalikan

Modus Penggelapan Mobil Rental

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terungkapnya sindikat penggelapan mobil rental di Kecamatan Semboro, kemarin (27/11), menyisakan pertanyaan. Sebenarnya bagaimana aksi pelaku penggelapan bisa sedemikian mudahnya mengelabuhi pemilik mobil rental dengan berbagai modus. Bahkan dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung, mencapai belasan.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri ke sejumlah pengusaha rental mobil yang dilengkapi alat pelacak GPS. Menurut penuturan sejumlah pengusaha rental, penggelapan mobil sudah kerap terjadi selama ini. Seperti pengakuan Rofiki, pegawai rental mobil asal Lingkungan Manggar, Kelurahan Gebang, Patrang. “Mobil kami itu sempat hilang empat unit. Itu belum seberapa, salah satu teman yang juga pengusaha rental, malah kehilangan sembilan unit,” ungkapnya.

Memang, rata-rata mobil rental itu tergolong kelas medium ke atas. Mobil di tempat rental Rofiki yang digelapkan mulai dari jenis Ertiga, Avanza, hingga dua unit Xenia. Semuanya keluaran anyar. Sekitar lima tahun belakangan. Bisnis rental ini memang akrab dengan kejahatan penggelapan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Rofiki mengisahkan bagaimana aksi pelaku menggelapkan mobil-mobilnya itu. Biasanya, awal kali pelaku menyewa mobil dengan model harian. “Sewa awal per hari. Hari pertama tiga hari. Habis itu alasannya lupa tidak dikembalikan. Akhirnya nambah lagi lima hari sampai seminggu. Nanti kurang beberapa hari telepon lagi. Ternyata customer mau kontrak,” bebernya.

Modus seperti itu biasanya dilancarkan pelaku untuk mengelabui pemilik rental. Sebab, semakin kerap sewa, para pelaku seolah ingin membangun keakraban agar pemilik mobil tidak curiga. Padahal, sewa yang berlarut-larut itu bisa ditebak indikasi awal pelanggan yang tidak beres. Selain itu, model sewa yang diterabas oleh customer, dari harian, berlanjut ke mingguan hingga kontrak itu, sudah dinilai menyalahi ketentuan di jasa rental mobil. “Kalau kontrak harus perjanjian di awal dan bayar di awal,” jelasnya.

Setelah pelanggan berkelit dan tidak kunjung ketemu, Rofiki harus melacaknya sendiri. “Kami tidak diam. Langsung terjun mencari tahu keberadaan customer itu dulu. Alhamdulillah, mobil pertama dan kedua ketemu. Yang mobil ketiga dan keempat ini masih ruwet,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terungkapnya sindikat penggelapan mobil rental di Kecamatan Semboro, kemarin (27/11), menyisakan pertanyaan. Sebenarnya bagaimana aksi pelaku penggelapan bisa sedemikian mudahnya mengelabuhi pemilik mobil rental dengan berbagai modus. Bahkan dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung, mencapai belasan.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri ke sejumlah pengusaha rental mobil yang dilengkapi alat pelacak GPS. Menurut penuturan sejumlah pengusaha rental, penggelapan mobil sudah kerap terjadi selama ini. Seperti pengakuan Rofiki, pegawai rental mobil asal Lingkungan Manggar, Kelurahan Gebang, Patrang. “Mobil kami itu sempat hilang empat unit. Itu belum seberapa, salah satu teman yang juga pengusaha rental, malah kehilangan sembilan unit,” ungkapnya.

Memang, rata-rata mobil rental itu tergolong kelas medium ke atas. Mobil di tempat rental Rofiki yang digelapkan mulai dari jenis Ertiga, Avanza, hingga dua unit Xenia. Semuanya keluaran anyar. Sekitar lima tahun belakangan. Bisnis rental ini memang akrab dengan kejahatan penggelapan tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Rofiki mengisahkan bagaimana aksi pelaku menggelapkan mobil-mobilnya itu. Biasanya, awal kali pelaku menyewa mobil dengan model harian. “Sewa awal per hari. Hari pertama tiga hari. Habis itu alasannya lupa tidak dikembalikan. Akhirnya nambah lagi lima hari sampai seminggu. Nanti kurang beberapa hari telepon lagi. Ternyata customer mau kontrak,” bebernya.

Modus seperti itu biasanya dilancarkan pelaku untuk mengelabui pemilik rental. Sebab, semakin kerap sewa, para pelaku seolah ingin membangun keakraban agar pemilik mobil tidak curiga. Padahal, sewa yang berlarut-larut itu bisa ditebak indikasi awal pelanggan yang tidak beres. Selain itu, model sewa yang diterabas oleh customer, dari harian, berlanjut ke mingguan hingga kontrak itu, sudah dinilai menyalahi ketentuan di jasa rental mobil. “Kalau kontrak harus perjanjian di awal dan bayar di awal,” jelasnya.

Setelah pelanggan berkelit dan tidak kunjung ketemu, Rofiki harus melacaknya sendiri. “Kami tidak diam. Langsung terjun mencari tahu keberadaan customer itu dulu. Alhamdulillah, mobil pertama dan kedua ketemu. Yang mobil ketiga dan keempat ini masih ruwet,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terungkapnya sindikat penggelapan mobil rental di Kecamatan Semboro, kemarin (27/11), menyisakan pertanyaan. Sebenarnya bagaimana aksi pelaku penggelapan bisa sedemikian mudahnya mengelabuhi pemilik mobil rental dengan berbagai modus. Bahkan dengan jumlah yang tidak tanggung-tanggung, mencapai belasan.

Jawa Pos Radar Jember mencoba menelusuri ke sejumlah pengusaha rental mobil yang dilengkapi alat pelacak GPS. Menurut penuturan sejumlah pengusaha rental, penggelapan mobil sudah kerap terjadi selama ini. Seperti pengakuan Rofiki, pegawai rental mobil asal Lingkungan Manggar, Kelurahan Gebang, Patrang. “Mobil kami itu sempat hilang empat unit. Itu belum seberapa, salah satu teman yang juga pengusaha rental, malah kehilangan sembilan unit,” ungkapnya.

Memang, rata-rata mobil rental itu tergolong kelas medium ke atas. Mobil di tempat rental Rofiki yang digelapkan mulai dari jenis Ertiga, Avanza, hingga dua unit Xenia. Semuanya keluaran anyar. Sekitar lima tahun belakangan. Bisnis rental ini memang akrab dengan kejahatan penggelapan tersebut.

Kepada Jawa Pos Radar Jember, Rofiki mengisahkan bagaimana aksi pelaku menggelapkan mobil-mobilnya itu. Biasanya, awal kali pelaku menyewa mobil dengan model harian. “Sewa awal per hari. Hari pertama tiga hari. Habis itu alasannya lupa tidak dikembalikan. Akhirnya nambah lagi lima hari sampai seminggu. Nanti kurang beberapa hari telepon lagi. Ternyata customer mau kontrak,” bebernya.

Modus seperti itu biasanya dilancarkan pelaku untuk mengelabui pemilik rental. Sebab, semakin kerap sewa, para pelaku seolah ingin membangun keakraban agar pemilik mobil tidak curiga. Padahal, sewa yang berlarut-larut itu bisa ditebak indikasi awal pelanggan yang tidak beres. Selain itu, model sewa yang diterabas oleh customer, dari harian, berlanjut ke mingguan hingga kontrak itu, sudah dinilai menyalahi ketentuan di jasa rental mobil. “Kalau kontrak harus perjanjian di awal dan bayar di awal,” jelasnya.

Setelah pelanggan berkelit dan tidak kunjung ketemu, Rofiki harus melacaknya sendiri. “Kami tidak diam. Langsung terjun mencari tahu keberadaan customer itu dulu. Alhamdulillah, mobil pertama dan kedua ketemu. Yang mobil ketiga dan keempat ini masih ruwet,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/