alexametrics
24.7 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Mengapa Sekda Mirfano Tetap Aman?

Tak Terbawa Arus Pengembalian KSOTK

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief kembali mengeksekusi pengembalian jabatan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (27/11). Setidaknya, ada tiga pejabat yang dikembalikan ke Kedudukan Susunan Organisasi Tata Kerja (KSOTK) 2016, atau posisi jabatan sebelum 3 Januari 2018. Lantas, mengapa Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano, serta beberapa pejabat lain tetap aman dan tidak terdampak arus pengembalian tersebut?

Seperti diketahui, rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diteruskan Gubernur Jawa Timur akhir 2019 lalu memerintahkan pencabutan sejumlah kebijakan dan mengembalikan para pejabatnya ke KSOTK 2016. Sejak Jember dipimpin Plt Bupati Muqit Arief, sudah ada 370 pegawai yang dikembalikan. Sebanyak 367 orang telah dieksekusi beberapa waktu lalu, sedangkan tiga pegawai lagi baru dikembalikan kemarin.

Tiga pegawai yang baru dieksekusi itu di antaranya Joko Santoso. Pria yang awalnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemkab Jember ini dikembalikan pada posisinya sebagai Asisten Administrasi Sekretariat Pemkab. Pejabat selanjutnya Tombak Pramudya Rosa. Awalnya, dia menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Jember. Dia kembali pada jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terakhir adalah Indah Dwi Budi Artini. Perempuan ini kembali menjadi Pengawas Pemerintahan Madya di Inspektorat, setelah sempat menduduki jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Plt Bupati Muqit menjelaskan, pengembalian tiga pejabat tersebut merupakan rangkaian dari pengembalian ratusan pejabat ke KSOTK 2016, sesuai hasil pemeriksaan khusus (riksus) atau rekomendasi Mendagri. Namun demikian, ketiganya tidak dapat diikutkan pada pengembalian tahap satu karena harus ada perlakuan khusus, yaitu mendapat rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur. “Itu (rekomendasi gubernur, Red) sudah kami dapatkan dua atau tiga hari yang lalu. Maka pengembalian pelaksanaan dilaksanakan pada hari ini,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief kembali mengeksekusi pengembalian jabatan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (27/11). Setidaknya, ada tiga pejabat yang dikembalikan ke Kedudukan Susunan Organisasi Tata Kerja (KSOTK) 2016, atau posisi jabatan sebelum 3 Januari 2018. Lantas, mengapa Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano, serta beberapa pejabat lain tetap aman dan tidak terdampak arus pengembalian tersebut?

Seperti diketahui, rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diteruskan Gubernur Jawa Timur akhir 2019 lalu memerintahkan pencabutan sejumlah kebijakan dan mengembalikan para pejabatnya ke KSOTK 2016. Sejak Jember dipimpin Plt Bupati Muqit Arief, sudah ada 370 pegawai yang dikembalikan. Sebanyak 367 orang telah dieksekusi beberapa waktu lalu, sedangkan tiga pegawai lagi baru dikembalikan kemarin.

Tiga pegawai yang baru dieksekusi itu di antaranya Joko Santoso. Pria yang awalnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemkab Jember ini dikembalikan pada posisinya sebagai Asisten Administrasi Sekretariat Pemkab. Pejabat selanjutnya Tombak Pramudya Rosa. Awalnya, dia menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Jember. Dia kembali pada jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Terakhir adalah Indah Dwi Budi Artini. Perempuan ini kembali menjadi Pengawas Pemerintahan Madya di Inspektorat, setelah sempat menduduki jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Plt Bupati Muqit menjelaskan, pengembalian tiga pejabat tersebut merupakan rangkaian dari pengembalian ratusan pejabat ke KSOTK 2016, sesuai hasil pemeriksaan khusus (riksus) atau rekomendasi Mendagri. Namun demikian, ketiganya tidak dapat diikutkan pada pengembalian tahap satu karena harus ada perlakuan khusus, yaitu mendapat rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur. “Itu (rekomendasi gubernur, Red) sudah kami dapatkan dua atau tiga hari yang lalu. Maka pengembalian pelaksanaan dilaksanakan pada hari ini,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Plt Bupati Jember Abdul Muqit Arief kembali mengeksekusi pengembalian jabatan sejumlah pegawai di lingkungan Pemkab Jember, kemarin (27/11). Setidaknya, ada tiga pejabat yang dikembalikan ke Kedudukan Susunan Organisasi Tata Kerja (KSOTK) 2016, atau posisi jabatan sebelum 3 Januari 2018. Lantas, mengapa Sekretaris Daerah (Sekda) Mirfano, serta beberapa pejabat lain tetap aman dan tidak terdampak arus pengembalian tersebut?

Seperti diketahui, rekomendasi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang diteruskan Gubernur Jawa Timur akhir 2019 lalu memerintahkan pencabutan sejumlah kebijakan dan mengembalikan para pejabatnya ke KSOTK 2016. Sejak Jember dipimpin Plt Bupati Muqit Arief, sudah ada 370 pegawai yang dikembalikan. Sebanyak 367 orang telah dieksekusi beberapa waktu lalu, sedangkan tiga pegawai lagi baru dikembalikan kemarin.

Tiga pegawai yang baru dieksekusi itu di antaranya Joko Santoso. Pria yang awalnya menjabat sebagai Kepala Inspektorat Pemkab Jember ini dikembalikan pada posisinya sebagai Asisten Administrasi Sekretariat Pemkab. Pejabat selanjutnya Tombak Pramudya Rosa. Awalnya, dia menjabat Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Jember. Dia kembali pada jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Terakhir adalah Indah Dwi Budi Artini. Perempuan ini kembali menjadi Pengawas Pemerintahan Madya di Inspektorat, setelah sempat menduduki jabatan Inspektur Pembantu Wilayah I di Inspektorat.

Plt Bupati Muqit menjelaskan, pengembalian tiga pejabat tersebut merupakan rangkaian dari pengembalian ratusan pejabat ke KSOTK 2016, sesuai hasil pemeriksaan khusus (riksus) atau rekomendasi Mendagri. Namun demikian, ketiganya tidak dapat diikutkan pada pengembalian tahap satu karena harus ada perlakuan khusus, yaitu mendapat rekomendasi dari Gubernur Jawa Timur. “Itu (rekomendasi gubernur, Red) sudah kami dapatkan dua atau tiga hari yang lalu. Maka pengembalian pelaksanaan dilaksanakan pada hari ini,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/