alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Komplotan Emak-Emak Gelapkan Belasan Mobil

Satu Tertangkap, Lima Buron

Mobile_AP_Rectangle 1

“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah menggadaikan delapan unit kendaraan. Aksi tersebut dilakukan sejak awal Agustus 2020. Modusnya, tersangka berpura-pura menyewa mobil kepada korban dengan harga antara Rp 200 ribu sampai 250 ribu per hari,” jelasnya.

Rupanya, tersangka juga memiliki cara lain agar korban tidak curiga dan melaporkan kasus ini ke polisi. Dia menggunakan gimik mengganti mobil yang digadai itu dengan kendaraan yang baru dia sewa. Kemudian, mobil pertama diserahkan kembali ke pemilik. Modus ini dilakukan berulang-ulang hingga kemudian, tersangka melakukan praktik menyimpang dengan menggelapkan kendaraan yang disewa itu.

Facthur menjelaskan, kepada para korbannya tersangka sempat berjanji akan membayar uang sewa mobil itu setiap sepuluh hari sekali. Jumlahnya lumayan besar, ada yang Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Kemudian, sejak Agustus, tersangka kembali melancarkan aksinya. “Dan kali ini tidak lagi membayar ke pemiliknya,” tuturnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Setelah dilakukan pemeriksaan, menurut Facthur, masih ada pelaku lain yang diduga terlibat. Semuanya perempuan. Ada lima orang. Kini, mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Sintha, 50, Desa Tembokrejo, Gumukmas; Wakidah, 50, Dusun Wonoroto, Umbulsari; dan Umi Kholifah, 49, asal Desa Paleran, Umbulsari. Berikutnya adalah Rusti, 48, warga Desa Gadingrejo, Umbulsari; serta Eko Puji Pahayu, 45, asal Desa/Kecamatan Umbulsari.

“Sedangkan barang bukti yang kami amankan dari penggadai ada 14 unit mobil berbagai jenis,” paparnya. Berdasarkan indera polisi, kasus ini tidak berhenti sampai di situ saja. Karenanya, aparat masih akan mengembangkan lagi untuk menelisik siapa saja korban dan pelaku yang masuk dalam komplotan ini. “Pokoknya, modus yang dilakukan tersangka ini menyewa dengan memanfaatkan temannya yang sekarang ini menjadi DPO,” bebernya.

Lebih lanjut, Facthur meminta agar kelima orang ini segera menyerahkan diri. Sebab, polisi sudah mengantongi nama serta alamat mereka. “Dari 14 kendaraan yang kami sita, empat mobil yang terakhir kami amankan dari rumah Fauzi, 37, warga Desa Curahlele, Balung. Selain itu, di rumah Mursid, warga Gumukmas. Keduanya juga kami periksa,” pungkas kapolsek.

- Advertisement -

“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah menggadaikan delapan unit kendaraan. Aksi tersebut dilakukan sejak awal Agustus 2020. Modusnya, tersangka berpura-pura menyewa mobil kepada korban dengan harga antara Rp 200 ribu sampai 250 ribu per hari,” jelasnya.

Rupanya, tersangka juga memiliki cara lain agar korban tidak curiga dan melaporkan kasus ini ke polisi. Dia menggunakan gimik mengganti mobil yang digadai itu dengan kendaraan yang baru dia sewa. Kemudian, mobil pertama diserahkan kembali ke pemilik. Modus ini dilakukan berulang-ulang hingga kemudian, tersangka melakukan praktik menyimpang dengan menggelapkan kendaraan yang disewa itu.

Facthur menjelaskan, kepada para korbannya tersangka sempat berjanji akan membayar uang sewa mobil itu setiap sepuluh hari sekali. Jumlahnya lumayan besar, ada yang Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Kemudian, sejak Agustus, tersangka kembali melancarkan aksinya. “Dan kali ini tidak lagi membayar ke pemiliknya,” tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, menurut Facthur, masih ada pelaku lain yang diduga terlibat. Semuanya perempuan. Ada lima orang. Kini, mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Sintha, 50, Desa Tembokrejo, Gumukmas; Wakidah, 50, Dusun Wonoroto, Umbulsari; dan Umi Kholifah, 49, asal Desa Paleran, Umbulsari. Berikutnya adalah Rusti, 48, warga Desa Gadingrejo, Umbulsari; serta Eko Puji Pahayu, 45, asal Desa/Kecamatan Umbulsari.

“Sedangkan barang bukti yang kami amankan dari penggadai ada 14 unit mobil berbagai jenis,” paparnya. Berdasarkan indera polisi, kasus ini tidak berhenti sampai di situ saja. Karenanya, aparat masih akan mengembangkan lagi untuk menelisik siapa saja korban dan pelaku yang masuk dalam komplotan ini. “Pokoknya, modus yang dilakukan tersangka ini menyewa dengan memanfaatkan temannya yang sekarang ini menjadi DPO,” bebernya.

Lebih lanjut, Facthur meminta agar kelima orang ini segera menyerahkan diri. Sebab, polisi sudah mengantongi nama serta alamat mereka. “Dari 14 kendaraan yang kami sita, empat mobil yang terakhir kami amankan dari rumah Fauzi, 37, warga Desa Curahlele, Balung. Selain itu, di rumah Mursid, warga Gumukmas. Keduanya juga kami periksa,” pungkas kapolsek.

“Hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku telah menggadaikan delapan unit kendaraan. Aksi tersebut dilakukan sejak awal Agustus 2020. Modusnya, tersangka berpura-pura menyewa mobil kepada korban dengan harga antara Rp 200 ribu sampai 250 ribu per hari,” jelasnya.

Rupanya, tersangka juga memiliki cara lain agar korban tidak curiga dan melaporkan kasus ini ke polisi. Dia menggunakan gimik mengganti mobil yang digadai itu dengan kendaraan yang baru dia sewa. Kemudian, mobil pertama diserahkan kembali ke pemilik. Modus ini dilakukan berulang-ulang hingga kemudian, tersangka melakukan praktik menyimpang dengan menggelapkan kendaraan yang disewa itu.

Facthur menjelaskan, kepada para korbannya tersangka sempat berjanji akan membayar uang sewa mobil itu setiap sepuluh hari sekali. Jumlahnya lumayan besar, ada yang Rp 2 juta hingga Rp 2,5 juta. Kemudian, sejak Agustus, tersangka kembali melancarkan aksinya. “Dan kali ini tidak lagi membayar ke pemiliknya,” tuturnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, menurut Facthur, masih ada pelaku lain yang diduga terlibat. Semuanya perempuan. Ada lima orang. Kini, mereka masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Mereka adalah Sintha, 50, Desa Tembokrejo, Gumukmas; Wakidah, 50, Dusun Wonoroto, Umbulsari; dan Umi Kholifah, 49, asal Desa Paleran, Umbulsari. Berikutnya adalah Rusti, 48, warga Desa Gadingrejo, Umbulsari; serta Eko Puji Pahayu, 45, asal Desa/Kecamatan Umbulsari.

“Sedangkan barang bukti yang kami amankan dari penggadai ada 14 unit mobil berbagai jenis,” paparnya. Berdasarkan indera polisi, kasus ini tidak berhenti sampai di situ saja. Karenanya, aparat masih akan mengembangkan lagi untuk menelisik siapa saja korban dan pelaku yang masuk dalam komplotan ini. “Pokoknya, modus yang dilakukan tersangka ini menyewa dengan memanfaatkan temannya yang sekarang ini menjadi DPO,” bebernya.

Lebih lanjut, Facthur meminta agar kelima orang ini segera menyerahkan diri. Sebab, polisi sudah mengantongi nama serta alamat mereka. “Dari 14 kendaraan yang kami sita, empat mobil yang terakhir kami amankan dari rumah Fauzi, 37, warga Desa Curahlele, Balung. Selain itu, di rumah Mursid, warga Gumukmas. Keduanya juga kami periksa,” pungkas kapolsek.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/