alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

Komplotan Emak-Emak Gelapkan Belasan Mobil

Satu Tertangkap, Lima Buron

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian Sektor Semboro mengungkap jaringan penggelapan mobil rental yang kasusnya mencuri perhatian publik. Itu karena perkara ini melibatkan komplotan emak-emak dengan jumlah barang bukti yang tak sedikit. Ada 14 kendaraan yang telah diamankan. Jumlah barang bukti itu berpotensi akan terus bertambah. Polisi mencatat, ada enam perempuan yang terlibat. Satu tersangka yang menjadi otak komplotan telah tertangkap, sedangkan sisanya masih buron.

Kemarin (27/11), belasan kendaraan itu terparkir di halaman Polsek Semboro. Petugas memasang garis polisi sebagai tanda barang tersebut adalah barang bukti. Aparat juga masih mengembangkan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan, jumlah korban dan barang buktinya akan terus bertambah. Termasuk pelaku yang menjadi bagian dari komplotan tersebut.

Kapolsek Semboro Iptu Facthur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ada dua pemilik rental yang melaporkan kendaraannya tak kembali setelah disewa oleh perempuan yang identitasnya telah diketahui. Berbekal laporan dan informasi korban, polisi kemudian melacak keberadaan pelaku. Aparat butuh waktu hingga sepekan lebih untuk mengetahui keberadaan pelaku.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami akhirnya berhasil menangkap tersangka, Rabu 25 November. Tersangka kami tangkap di wilayah Kota Jember saat sendirian,” ungkapnya, kemarin (27/11). Tersangka bernama Tentrem Dwi Hariyati, 43, warga Dusun Gadingsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.

Meski telah tertangkap dua hari sebelumnya, namun polisi baru merilis kasus ini kemarin. Sebab, usai penangkapan itu, aparat masih menelusuri jejak untuk mengumpulkan barang bukti. Apalagi, saat awal ditangkap, tersangka selalu berkelit. Dia tak mengakui perbuatannya. “Awalnya tersangka mengelak kalau telah menggadaikan mobil sewaan milik rental yang ada di Kecamatan Tanggul,” ujarnya.

Ketika beraksi, kata Facthur, tersangka ini cukup cerdik. Dia menyuruh temannya untuk menyewa mobil ke rental. Setelah kendaraan ada di tangan, awalnya tersangka membayar lunas sesuai biaya sewa. Beberapa hari kemudian, setelah pemilik rental lengah, mobil itu digadaikan kepada orang lain. Besarannya bervariasi, antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per unit.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian Sektor Semboro mengungkap jaringan penggelapan mobil rental yang kasusnya mencuri perhatian publik. Itu karena perkara ini melibatkan komplotan emak-emak dengan jumlah barang bukti yang tak sedikit. Ada 14 kendaraan yang telah diamankan. Jumlah barang bukti itu berpotensi akan terus bertambah. Polisi mencatat, ada enam perempuan yang terlibat. Satu tersangka yang menjadi otak komplotan telah tertangkap, sedangkan sisanya masih buron.

Kemarin (27/11), belasan kendaraan itu terparkir di halaman Polsek Semboro. Petugas memasang garis polisi sebagai tanda barang tersebut adalah barang bukti. Aparat juga masih mengembangkan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan, jumlah korban dan barang buktinya akan terus bertambah. Termasuk pelaku yang menjadi bagian dari komplotan tersebut.

Kapolsek Semboro Iptu Facthur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ada dua pemilik rental yang melaporkan kendaraannya tak kembali setelah disewa oleh perempuan yang identitasnya telah diketahui. Berbekal laporan dan informasi korban, polisi kemudian melacak keberadaan pelaku. Aparat butuh waktu hingga sepekan lebih untuk mengetahui keberadaan pelaku.

“Kami akhirnya berhasil menangkap tersangka, Rabu 25 November. Tersangka kami tangkap di wilayah Kota Jember saat sendirian,” ungkapnya, kemarin (27/11). Tersangka bernama Tentrem Dwi Hariyati, 43, warga Dusun Gadingsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.

Meski telah tertangkap dua hari sebelumnya, namun polisi baru merilis kasus ini kemarin. Sebab, usai penangkapan itu, aparat masih menelusuri jejak untuk mengumpulkan barang bukti. Apalagi, saat awal ditangkap, tersangka selalu berkelit. Dia tak mengakui perbuatannya. “Awalnya tersangka mengelak kalau telah menggadaikan mobil sewaan milik rental yang ada di Kecamatan Tanggul,” ujarnya.

Ketika beraksi, kata Facthur, tersangka ini cukup cerdik. Dia menyuruh temannya untuk menyewa mobil ke rental. Setelah kendaraan ada di tangan, awalnya tersangka membayar lunas sesuai biaya sewa. Beberapa hari kemudian, setelah pemilik rental lengah, mobil itu digadaikan kepada orang lain. Besarannya bervariasi, antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per unit.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kepolisian Sektor Semboro mengungkap jaringan penggelapan mobil rental yang kasusnya mencuri perhatian publik. Itu karena perkara ini melibatkan komplotan emak-emak dengan jumlah barang bukti yang tak sedikit. Ada 14 kendaraan yang telah diamankan. Jumlah barang bukti itu berpotensi akan terus bertambah. Polisi mencatat, ada enam perempuan yang terlibat. Satu tersangka yang menjadi otak komplotan telah tertangkap, sedangkan sisanya masih buron.

Kemarin (27/11), belasan kendaraan itu terparkir di halaman Polsek Semboro. Petugas memasang garis polisi sebagai tanda barang tersebut adalah barang bukti. Aparat juga masih mengembangkan kasus ini. Sebab, tidak menutup kemungkinan, jumlah korban dan barang buktinya akan terus bertambah. Termasuk pelaku yang menjadi bagian dari komplotan tersebut.

Kapolsek Semboro Iptu Facthur Rahman mengatakan, kasus ini terungkap setelah ada dua pemilik rental yang melaporkan kendaraannya tak kembali setelah disewa oleh perempuan yang identitasnya telah diketahui. Berbekal laporan dan informasi korban, polisi kemudian melacak keberadaan pelaku. Aparat butuh waktu hingga sepekan lebih untuk mengetahui keberadaan pelaku.

“Kami akhirnya berhasil menangkap tersangka, Rabu 25 November. Tersangka kami tangkap di wilayah Kota Jember saat sendirian,” ungkapnya, kemarin (27/11). Tersangka bernama Tentrem Dwi Hariyati, 43, warga Dusun Gadingsari, Desa Gunungsari, Kecamatan Umbulsari.

Meski telah tertangkap dua hari sebelumnya, namun polisi baru merilis kasus ini kemarin. Sebab, usai penangkapan itu, aparat masih menelusuri jejak untuk mengumpulkan barang bukti. Apalagi, saat awal ditangkap, tersangka selalu berkelit. Dia tak mengakui perbuatannya. “Awalnya tersangka mengelak kalau telah menggadaikan mobil sewaan milik rental yang ada di Kecamatan Tanggul,” ujarnya.

Ketika beraksi, kata Facthur, tersangka ini cukup cerdik. Dia menyuruh temannya untuk menyewa mobil ke rental. Setelah kendaraan ada di tangan, awalnya tersangka membayar lunas sesuai biaya sewa. Beberapa hari kemudian, setelah pemilik rental lengah, mobil itu digadaikan kepada orang lain. Besarannya bervariasi, antara Rp 25 juta hingga Rp 30 juta per unit.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca