alexametrics
22.7 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Bagaimana Nasib Tenaga Kesehatan?

Kantor Dinas Kesehatan Lockdown

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember kian merajalela. Dampaknya terjadi di berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Tak terkecuali di kalangan pemerintahan.

Setelah tersiar kabar dua pegawai pemkab terpapar Covid-19, di mana satu orang meninggal dan satu dalam perawatan, kini giliran para petugas tracing Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember yang ikut terjangkit wabah yang kali pertama muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, tersebut. Alhasil, hal tersebut menambah daftar panjang klaster perkantoran di Kabupaten Jember. Terutama di lingkungan pemerintahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada tiga petugas tracing yang terpapar Covid-19. “Hasil itu kami dapat setelah melakukan swab test kepada delapan anggota tracing,” ungkapnya. Setelah hasilnya keluar, tiga orang terkonfirmasi positif. Sementara lainnya terbukti negatif Covid-19.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk proses penularannya, pihaknya masih mencari tahu sumber persebaran virus. “Kemungkinan besar akan sulit ditemukan. Sebab, persebaran virus di Jember sudah tidak terkendali,” papar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember itu.

Kedua, lanjut dia, karena tim tracing ini merupakan petugas mencari yang melakukan tracing ketika ada warga terpapar Covid-19. Gatot menyatakan, ketiganya bisa menjadi kontak erat siapa pun.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember kian merajalela. Dampaknya terjadi di berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Tak terkecuali di kalangan pemerintahan.

Setelah tersiar kabar dua pegawai pemkab terpapar Covid-19, di mana satu orang meninggal dan satu dalam perawatan, kini giliran para petugas tracing Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember yang ikut terjangkit wabah yang kali pertama muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, tersebut. Alhasil, hal tersebut menambah daftar panjang klaster perkantoran di Kabupaten Jember. Terutama di lingkungan pemerintahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada tiga petugas tracing yang terpapar Covid-19. “Hasil itu kami dapat setelah melakukan swab test kepada delapan anggota tracing,” ungkapnya. Setelah hasilnya keluar, tiga orang terkonfirmasi positif. Sementara lainnya terbukti negatif Covid-19.

Untuk proses penularannya, pihaknya masih mencari tahu sumber persebaran virus. “Kemungkinan besar akan sulit ditemukan. Sebab, persebaran virus di Jember sudah tidak terkendali,” papar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember itu.

Kedua, lanjut dia, karena tim tracing ini merupakan petugas mencari yang melakukan tracing ketika ada warga terpapar Covid-19. Gatot menyatakan, ketiganya bisa menjadi kontak erat siapa pun.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Persebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Jember kian merajalela. Dampaknya terjadi di berbagai kalangan tanpa pandang bulu. Tak terkecuali di kalangan pemerintahan.

Setelah tersiar kabar dua pegawai pemkab terpapar Covid-19, di mana satu orang meninggal dan satu dalam perawatan, kini giliran para petugas tracing Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember yang ikut terjangkit wabah yang kali pertama muncul di Kota Wuhan, Tiongkok, tersebut. Alhasil, hal tersebut menambah daftar panjang klaster perkantoran di Kabupaten Jember. Terutama di lingkungan pemerintahan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Jember Gatot Triyono menjelaskan bahwa ada tiga petugas tracing yang terpapar Covid-19. “Hasil itu kami dapat setelah melakukan swab test kepada delapan anggota tracing,” ungkapnya. Setelah hasilnya keluar, tiga orang terkonfirmasi positif. Sementara lainnya terbukti negatif Covid-19.

Untuk proses penularannya, pihaknya masih mencari tahu sumber persebaran virus. “Kemungkinan besar akan sulit ditemukan. Sebab, persebaran virus di Jember sudah tidak terkendali,” papar Plt Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kabupaten Jember itu.

Kedua, lanjut dia, karena tim tracing ini merupakan petugas mencari yang melakukan tracing ketika ada warga terpapar Covid-19. Gatot menyatakan, ketiganya bisa menjadi kontak erat siapa pun.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/