alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Siapkan Sanksi bagi Penyampah

Perda Inisiatif Sampah Masuk Pembahasan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan sampah penting dilakukan secara serius. Sebab, imbas penanganan sampah bukan saja pada kebersihan, tapi juga berdampak pada permasalahan lain. Untuk itu, Kabupaten Jember yang memiliki jumlah penduduk cukup besar di Jawa Timur perlu segera melahirkan peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan urusan sampah.

Menurut M Satib, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), sampah merupakan satu permasalahan yang sangat kompleks. “Dampaknya banyak dimensi. Bisa memengaruhi kesehatan, pendidikan, penyakit, serta macam-macam dampak lain,” ucapnya, kemarin (27/10).

Satib menyebut, di Jatim sejatinya telah ada Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Sampah. Namun demikian, isinya banyak yang tidak sesuai dengan kondisi terkini. Saat ini, bersama Komisi D DPRD Jatim, pihaknya menginisiasi perubahan perda lama menjadi Perda Pengelolaan Sampah Regional. “Ketua komisi dan teman-teman meminta saya sebagai ketua pokja. Jadi, perubahan perda ini dilakukan karena tidak klop lagi dengan kondisi lapangan,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskan, pentingnya penanganan sampah yang harus ditangani khusus karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi, perkembangan wilayah kota dan kabupaten semakin hari semakin banyak penduduk. “Otomatis, sampah juga mengikuti, termasuk sampah rumah tangga,” ucapnya.

Adanya perubahan perda sampah itu diharapkan bisa diikuti oleh kota/kabupaten di Jatim. Tujuannya agar terjadi sentralisasi strategi penanganan dan lahir sinergisitas penanganan sampah. “Sampai sekarang, banyak kota/kabupaten di Jatim yang belum punya perda terkait sampah. Termasuk Jember. Untuk Jember ini ada. Tetapi dari sisi kekuatannya juga kurang kuat. Maka, sangat penting diinisiasi eksekutif atau legislatif untuk melahirkan perda terkait sampah,” ujarnya.

Pria yang mengaku terinspirasi dengan daerah-daerah yang memiliki perda dan bisa melakukan penanganan sampah secara komprehensif. Dengan perda, kata dia, penanganan bisa tersentral. “Di bakorwil itu ada tempat pengelolaan sampah terpadu yang diinisiasi provinsi. Ada tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus ada tempat pengelolaan. Karena reduce (mengurangi segala sampah, reuse (menggunakan kembali sampah), dan recycle (daur ulang) penting untuk diatur,” bebernya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan sampah penting dilakukan secara serius. Sebab, imbas penanganan sampah bukan saja pada kebersihan, tapi juga berdampak pada permasalahan lain. Untuk itu, Kabupaten Jember yang memiliki jumlah penduduk cukup besar di Jawa Timur perlu segera melahirkan peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan urusan sampah.

Menurut M Satib, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), sampah merupakan satu permasalahan yang sangat kompleks. “Dampaknya banyak dimensi. Bisa memengaruhi kesehatan, pendidikan, penyakit, serta macam-macam dampak lain,” ucapnya, kemarin (27/10).

Satib menyebut, di Jatim sejatinya telah ada Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Sampah. Namun demikian, isinya banyak yang tidak sesuai dengan kondisi terkini. Saat ini, bersama Komisi D DPRD Jatim, pihaknya menginisiasi perubahan perda lama menjadi Perda Pengelolaan Sampah Regional. “Ketua komisi dan teman-teman meminta saya sebagai ketua pokja. Jadi, perubahan perda ini dilakukan karena tidak klop lagi dengan kondisi lapangan,” paparnya.

Dijelaskan, pentingnya penanganan sampah yang harus ditangani khusus karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi, perkembangan wilayah kota dan kabupaten semakin hari semakin banyak penduduk. “Otomatis, sampah juga mengikuti, termasuk sampah rumah tangga,” ucapnya.

Adanya perubahan perda sampah itu diharapkan bisa diikuti oleh kota/kabupaten di Jatim. Tujuannya agar terjadi sentralisasi strategi penanganan dan lahir sinergisitas penanganan sampah. “Sampai sekarang, banyak kota/kabupaten di Jatim yang belum punya perda terkait sampah. Termasuk Jember. Untuk Jember ini ada. Tetapi dari sisi kekuatannya juga kurang kuat. Maka, sangat penting diinisiasi eksekutif atau legislatif untuk melahirkan perda terkait sampah,” ujarnya.

Pria yang mengaku terinspirasi dengan daerah-daerah yang memiliki perda dan bisa melakukan penanganan sampah secara komprehensif. Dengan perda, kata dia, penanganan bisa tersentral. “Di bakorwil itu ada tempat pengelolaan sampah terpadu yang diinisiasi provinsi. Ada tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus ada tempat pengelolaan. Karena reduce (mengurangi segala sampah, reuse (menggunakan kembali sampah), dan recycle (daur ulang) penting untuk diatur,” bebernya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pengelolaan sampah penting dilakukan secara serius. Sebab, imbas penanganan sampah bukan saja pada kebersihan, tapi juga berdampak pada permasalahan lain. Untuk itu, Kabupaten Jember yang memiliki jumlah penduduk cukup besar di Jawa Timur perlu segera melahirkan peraturan daerah (perda) yang berkaitan dengan urusan sampah.

Menurut M Satib, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur (Jatim), sampah merupakan satu permasalahan yang sangat kompleks. “Dampaknya banyak dimensi. Bisa memengaruhi kesehatan, pendidikan, penyakit, serta macam-macam dampak lain,” ucapnya, kemarin (27/10).

Satib menyebut, di Jatim sejatinya telah ada Perda Nomor 4 Tahun 2010 tentang Sampah. Namun demikian, isinya banyak yang tidak sesuai dengan kondisi terkini. Saat ini, bersama Komisi D DPRD Jatim, pihaknya menginisiasi perubahan perda lama menjadi Perda Pengelolaan Sampah Regional. “Ketua komisi dan teman-teman meminta saya sebagai ketua pokja. Jadi, perubahan perda ini dilakukan karena tidak klop lagi dengan kondisi lapangan,” paparnya.

Dijelaskan, pentingnya penanganan sampah yang harus ditangani khusus karena berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Apalagi, perkembangan wilayah kota dan kabupaten semakin hari semakin banyak penduduk. “Otomatis, sampah juga mengikuti, termasuk sampah rumah tangga,” ucapnya.

Adanya perubahan perda sampah itu diharapkan bisa diikuti oleh kota/kabupaten di Jatim. Tujuannya agar terjadi sentralisasi strategi penanganan dan lahir sinergisitas penanganan sampah. “Sampai sekarang, banyak kota/kabupaten di Jatim yang belum punya perda terkait sampah. Termasuk Jember. Untuk Jember ini ada. Tetapi dari sisi kekuatannya juga kurang kuat. Maka, sangat penting diinisiasi eksekutif atau legislatif untuk melahirkan perda terkait sampah,” ujarnya.

Pria yang mengaku terinspirasi dengan daerah-daerah yang memiliki perda dan bisa melakukan penanganan sampah secara komprehensif. Dengan perda, kata dia, penanganan bisa tersentral. “Di bakorwil itu ada tempat pengelolaan sampah terpadu yang diinisiasi provinsi. Ada tempat pembuangan akhir (TPA) sekaligus ada tempat pengelolaan. Karena reduce (mengurangi segala sampah, reuse (menggunakan kembali sampah), dan recycle (daur ulang) penting untuk diatur,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/