alexametrics
28 C
Jember
Monday, 15 August 2022

Rekapitulasi Suara Pilkada Berubah

Mekanisme Penghitungan Hadirkan Teknologi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses rekapitulasi suara dalam pilkada 2020 bakal berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dulu, penghitungan dan rekapitulasi suara seluruhnya dilakukan secara manual. Akan tetapi, kali ini menggunakan mekanisme yang berbeda melalui sebuah aplikasi. Yaitu penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) suara dalam Pilkada.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto mengungkap, aplikasi Sirekap telah diuji coba oleh KPU RI, beberapa waktu lalu. Menurutnya, Sirekap akan digunakan begitu penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) tuntas. “Uji cobanya sudah dilakukan. Jadi, pada pilkada serentak ini akan menggunakan Sirekap,” katanya.

Cara kerja Sirekap, menurut Santo, yakni hanya bisa dimasuki oleh mereka yang terlibat menjadi penyelenggara, pengawas, serta saksi. Langkahnya, yakni petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengunduh aplikasi. Demikian pula dengan pengawas TPS, serta saksi-saksi yang ada di TPS.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Hasil dari perolehan suara di tingkat TPS dimasukkan ke tabulasi Sirekap oleh KPPS. Kemudian, pengawas dan saksi-saksi bisa melihatnya pada menu tersendiri dalam aplikasi Sirekap,” papar Santo yang membidangi Divisi Teknis KPU Jember tersebut.

Setelah masuk ke dalam sistem, hasil suara di TPS selanjutnya menjadi dasar untuk rekapitulasi di tingkat kecamatan. Rekapitulasi suara dari hasil suara di TPS bukan lagi menggunakan dasar yang manual. Akan tetapi, menggunakan hasil suara yang telah diunggah dan masuk ke dalam Sirekap.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses rekapitulasi suara dalam pilkada 2020 bakal berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dulu, penghitungan dan rekapitulasi suara seluruhnya dilakukan secara manual. Akan tetapi, kali ini menggunakan mekanisme yang berbeda melalui sebuah aplikasi. Yaitu penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) suara dalam Pilkada.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto mengungkap, aplikasi Sirekap telah diuji coba oleh KPU RI, beberapa waktu lalu. Menurutnya, Sirekap akan digunakan begitu penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) tuntas. “Uji cobanya sudah dilakukan. Jadi, pada pilkada serentak ini akan menggunakan Sirekap,” katanya.

Cara kerja Sirekap, menurut Santo, yakni hanya bisa dimasuki oleh mereka yang terlibat menjadi penyelenggara, pengawas, serta saksi. Langkahnya, yakni petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengunduh aplikasi. Demikian pula dengan pengawas TPS, serta saksi-saksi yang ada di TPS.

“Hasil dari perolehan suara di tingkat TPS dimasukkan ke tabulasi Sirekap oleh KPPS. Kemudian, pengawas dan saksi-saksi bisa melihatnya pada menu tersendiri dalam aplikasi Sirekap,” papar Santo yang membidangi Divisi Teknis KPU Jember tersebut.

Setelah masuk ke dalam sistem, hasil suara di TPS selanjutnya menjadi dasar untuk rekapitulasi di tingkat kecamatan. Rekapitulasi suara dari hasil suara di TPS bukan lagi menggunakan dasar yang manual. Akan tetapi, menggunakan hasil suara yang telah diunggah dan masuk ke dalam Sirekap.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Proses rekapitulasi suara dalam pilkada 2020 bakal berbeda dengan pemilu sebelumnya. Dulu, penghitungan dan rekapitulasi suara seluruhnya dilakukan secara manual. Akan tetapi, kali ini menggunakan mekanisme yang berbeda melalui sebuah aplikasi. Yaitu penggunaan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) suara dalam Pilkada.

Komisioner KPU Jember Ahmad Susanto mengungkap, aplikasi Sirekap telah diuji coba oleh KPU RI, beberapa waktu lalu. Menurutnya, Sirekap akan digunakan begitu penghitungan suara di tempat pemungutan suara (TPS) tuntas. “Uji cobanya sudah dilakukan. Jadi, pada pilkada serentak ini akan menggunakan Sirekap,” katanya.

Cara kerja Sirekap, menurut Santo, yakni hanya bisa dimasuki oleh mereka yang terlibat menjadi penyelenggara, pengawas, serta saksi. Langkahnya, yakni petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) mengunduh aplikasi. Demikian pula dengan pengawas TPS, serta saksi-saksi yang ada di TPS.

“Hasil dari perolehan suara di tingkat TPS dimasukkan ke tabulasi Sirekap oleh KPPS. Kemudian, pengawas dan saksi-saksi bisa melihatnya pada menu tersendiri dalam aplikasi Sirekap,” papar Santo yang membidangi Divisi Teknis KPU Jember tersebut.

Setelah masuk ke dalam sistem, hasil suara di TPS selanjutnya menjadi dasar untuk rekapitulasi di tingkat kecamatan. Rekapitulasi suara dari hasil suara di TPS bukan lagi menggunakan dasar yang manual. Akan tetapi, menggunakan hasil suara yang telah diunggah dan masuk ke dalam Sirekap.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/