alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Permintaan Sepeda Naik, Makelar Perusak Harga Menjamur

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren olahraga sepeda selama pandemi korona membawa berkah bagi sektor usaha. Penjualan sepeda rata-rata naik hingga 40 persen. Kenaikan permintaan sepeda mulai dirasa sejak pada April hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat.

“Rata-rata kenaikan mungkin sekitar lebih dari 30 persen dibanding penjualan periode yang sama tahun lalu,” kata marketing Rodalink, Febrioka Mawahibul Riza, kemarin.

Tren serupa juga terjadi pada hampir seluruh daerah. Pembeli yang berdatangan setiap harinya lebih dari 150 orang. Mereka tak hanya berasal dari daerah Jember. Namun, juga luar Jember. Terlebih saat akhir pekan, para konsumen meningkat. Rata-rata mereka tak hanya membeli sepeda, namun juga perlengkapan sepeda lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sayangnya, momen ini tak semulus yang dibayangkan. Di balik ramainya permintaan akan sepeda, makelar juga semakin menjamur. Umumnya, para makelar ini membeli sepeda dalam jumlah banyak dan menjual dengan harga yang lebih mahal. “Biasanya mereka menjual dengan laba setengah harga umumnya,” imbuh Febri. Hal ini membuat harga di pasaran semakin tak karuan.

Febri menganggap maraknya makelar dapat merusak harga. Sebab, pihak dealer telah memasang harga sesuai dengan list pabrik. Tentunya hal ini merugikan para konsumen, terlebih para pesepeda pemula. “Harga yang kami berlakukan tidak berubah dari tahun sebelumnya,” imbuh Febri.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren olahraga sepeda selama pandemi korona membawa berkah bagi sektor usaha. Penjualan sepeda rata-rata naik hingga 40 persen. Kenaikan permintaan sepeda mulai dirasa sejak pada April hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat.

“Rata-rata kenaikan mungkin sekitar lebih dari 30 persen dibanding penjualan periode yang sama tahun lalu,” kata marketing Rodalink, Febrioka Mawahibul Riza, kemarin.

Tren serupa juga terjadi pada hampir seluruh daerah. Pembeli yang berdatangan setiap harinya lebih dari 150 orang. Mereka tak hanya berasal dari daerah Jember. Namun, juga luar Jember. Terlebih saat akhir pekan, para konsumen meningkat. Rata-rata mereka tak hanya membeli sepeda, namun juga perlengkapan sepeda lainnya.

Sayangnya, momen ini tak semulus yang dibayangkan. Di balik ramainya permintaan akan sepeda, makelar juga semakin menjamur. Umumnya, para makelar ini membeli sepeda dalam jumlah banyak dan menjual dengan harga yang lebih mahal. “Biasanya mereka menjual dengan laba setengah harga umumnya,” imbuh Febri. Hal ini membuat harga di pasaran semakin tak karuan.

Febri menganggap maraknya makelar dapat merusak harga. Sebab, pihak dealer telah memasang harga sesuai dengan list pabrik. Tentunya hal ini merugikan para konsumen, terlebih para pesepeda pemula. “Harga yang kami berlakukan tidak berubah dari tahun sebelumnya,” imbuh Febri.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tren olahraga sepeda selama pandemi korona membawa berkah bagi sektor usaha. Penjualan sepeda rata-rata naik hingga 40 persen. Kenaikan permintaan sepeda mulai dirasa sejak pada April hingga saat ini. Hal ini disebabkan oleh perubahan gaya hidup masyarakat.

“Rata-rata kenaikan mungkin sekitar lebih dari 30 persen dibanding penjualan periode yang sama tahun lalu,” kata marketing Rodalink, Febrioka Mawahibul Riza, kemarin.

Tren serupa juga terjadi pada hampir seluruh daerah. Pembeli yang berdatangan setiap harinya lebih dari 150 orang. Mereka tak hanya berasal dari daerah Jember. Namun, juga luar Jember. Terlebih saat akhir pekan, para konsumen meningkat. Rata-rata mereka tak hanya membeli sepeda, namun juga perlengkapan sepeda lainnya.

Sayangnya, momen ini tak semulus yang dibayangkan. Di balik ramainya permintaan akan sepeda, makelar juga semakin menjamur. Umumnya, para makelar ini membeli sepeda dalam jumlah banyak dan menjual dengan harga yang lebih mahal. “Biasanya mereka menjual dengan laba setengah harga umumnya,” imbuh Febri. Hal ini membuat harga di pasaran semakin tak karuan.

Febri menganggap maraknya makelar dapat merusak harga. Sebab, pihak dealer telah memasang harga sesuai dengan list pabrik. Tentunya hal ini merugikan para konsumen, terlebih para pesepeda pemula. “Harga yang kami berlakukan tidak berubah dari tahun sebelumnya,” imbuh Febri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/