alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Harga Semangka Anjlok

Berharap Ada Kenaikan Harga Panen Mendatang

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bunyi air mengalir siang itu menjernihkan telinga para petani semangka yang sedang sibuk menyirami tanaman semangkanya. Bermodalkan mesin diesel dan selang, mereka mengambil air di sumur dan menyalurkannya ke dekat tanaman semangka yang sudah tertata rapi.

Di antara dua baris tanaman semangka, terdapat lekukan tanah yang berfungsi menampung air sumur itu. Ketika sudah tampak penuh, tangan-tangan petani itu tampak lihai mengayuh air menggunakan benda semacam gayung, lalu menyirami satu per satu tanaman semangka.

Tak sedikit pun tergambar wajah kelelahan pada para petani itu. Bahkan, teriknya matahari tak mampu menahan semangat mereka dalam bercocok tanam.

Mobile_AP_Rectangle 2

Salah satunya adalah Ari. Petani semangka yang berusia 18 tahun tersebut menyebut, pihaknya harus setiap hari menyirami tanaman semangka. “Soalnya, tanaman ini membutuhkan banyak air supaya menghasilkan buah yang bagus,” papar warga Dusun Bregoh, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, itu.

“Tapi, tanah ini masih mendingan karena lahan pasir bercampur tanah alias ledokan,” terangnya. “Yang lebih kasihan itu jika lahannya hanya pasir saja. Jadi, mereka harus menyirami tanaman semangka dua kali sehari,” lanjutnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bunyi air mengalir siang itu menjernihkan telinga para petani semangka yang sedang sibuk menyirami tanaman semangkanya. Bermodalkan mesin diesel dan selang, mereka mengambil air di sumur dan menyalurkannya ke dekat tanaman semangka yang sudah tertata rapi.

Di antara dua baris tanaman semangka, terdapat lekukan tanah yang berfungsi menampung air sumur itu. Ketika sudah tampak penuh, tangan-tangan petani itu tampak lihai mengayuh air menggunakan benda semacam gayung, lalu menyirami satu per satu tanaman semangka.

Tak sedikit pun tergambar wajah kelelahan pada para petani itu. Bahkan, teriknya matahari tak mampu menahan semangat mereka dalam bercocok tanam.

Salah satunya adalah Ari. Petani semangka yang berusia 18 tahun tersebut menyebut, pihaknya harus setiap hari menyirami tanaman semangka. “Soalnya, tanaman ini membutuhkan banyak air supaya menghasilkan buah yang bagus,” papar warga Dusun Bregoh, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, itu.

“Tapi, tanah ini masih mendingan karena lahan pasir bercampur tanah alias ledokan,” terangnya. “Yang lebih kasihan itu jika lahannya hanya pasir saja. Jadi, mereka harus menyirami tanaman semangka dua kali sehari,” lanjutnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Bunyi air mengalir siang itu menjernihkan telinga para petani semangka yang sedang sibuk menyirami tanaman semangkanya. Bermodalkan mesin diesel dan selang, mereka mengambil air di sumur dan menyalurkannya ke dekat tanaman semangka yang sudah tertata rapi.

Di antara dua baris tanaman semangka, terdapat lekukan tanah yang berfungsi menampung air sumur itu. Ketika sudah tampak penuh, tangan-tangan petani itu tampak lihai mengayuh air menggunakan benda semacam gayung, lalu menyirami satu per satu tanaman semangka.

Tak sedikit pun tergambar wajah kelelahan pada para petani itu. Bahkan, teriknya matahari tak mampu menahan semangat mereka dalam bercocok tanam.

Salah satunya adalah Ari. Petani semangka yang berusia 18 tahun tersebut menyebut, pihaknya harus setiap hari menyirami tanaman semangka. “Soalnya, tanaman ini membutuhkan banyak air supaya menghasilkan buah yang bagus,” papar warga Dusun Bregoh, Desa Sumberrejo, Kecamatan Ambulu, itu.

“Tapi, tanah ini masih mendingan karena lahan pasir bercampur tanah alias ledokan,” terangnya. “Yang lebih kasihan itu jika lahannya hanya pasir saja. Jadi, mereka harus menyirami tanaman semangka dua kali sehari,” lanjutnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/