alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Pemerintah Daerah Harus Menjembatani

Mobile_AP_Rectangle 1

Siswono mengungkap, hasil panen petani yang tidak terjual perlu diakselerasi untuk dijual kembali oleh pemerintah. Dalam artian, pemerintah harus membeli sesuai kemampuan menjualnya lagi. “Kalau pemerintah tidak bisa menjembatani penjualan tembakau, maka harus membeli semampunya. Kemudian, dilakukan penjualan lanjutan,” paparnya.

Selama ini, lanjut Siswono, pemerintah tidak hadir saat harga tembakau anjlok. “Begitu pula saat panen padi yang harganya turun, pemerintah juga belum bisa hadir memberikan solusinya. Saya kira warga paham pada kepemimpinan yang sekarang dan warga harus menyikapinya, bahwa harus memilih pemimpin terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Slamet Sugiono menyampaikan, upaya pemerintah menjembatani jual-beli tembakau sudah sering dilakukan. Akan tetapi, untuk urusan harga, pemerintah tidak bisa masuk di dalamnya. “Saran kami, petani tembakau ikut kemitraan,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dikatakannya, harga jual beli tembakau tidak sama dengan harga komoditas lain yang memiliki harga terendah. Untuk itu, kemitraan menjadi bagian yang cukup baik guna melindungi petani saat terjadi harga anjlok maupun saat terjadi panen raya tembakau. “Ikut kemitraan, untungnya memang tidak bisa melambung, tetapi petani tidak rugi,” pungkasnya.

- Advertisement -

Siswono mengungkap, hasil panen petani yang tidak terjual perlu diakselerasi untuk dijual kembali oleh pemerintah. Dalam artian, pemerintah harus membeli sesuai kemampuan menjualnya lagi. “Kalau pemerintah tidak bisa menjembatani penjualan tembakau, maka harus membeli semampunya. Kemudian, dilakukan penjualan lanjutan,” paparnya.

Selama ini, lanjut Siswono, pemerintah tidak hadir saat harga tembakau anjlok. “Begitu pula saat panen padi yang harganya turun, pemerintah juga belum bisa hadir memberikan solusinya. Saya kira warga paham pada kepemimpinan yang sekarang dan warga harus menyikapinya, bahwa harus memilih pemimpin terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Slamet Sugiono menyampaikan, upaya pemerintah menjembatani jual-beli tembakau sudah sering dilakukan. Akan tetapi, untuk urusan harga, pemerintah tidak bisa masuk di dalamnya. “Saran kami, petani tembakau ikut kemitraan,” ucapnya.

Dikatakannya, harga jual beli tembakau tidak sama dengan harga komoditas lain yang memiliki harga terendah. Untuk itu, kemitraan menjadi bagian yang cukup baik guna melindungi petani saat terjadi harga anjlok maupun saat terjadi panen raya tembakau. “Ikut kemitraan, untungnya memang tidak bisa melambung, tetapi petani tidak rugi,” pungkasnya.

Siswono mengungkap, hasil panen petani yang tidak terjual perlu diakselerasi untuk dijual kembali oleh pemerintah. Dalam artian, pemerintah harus membeli sesuai kemampuan menjualnya lagi. “Kalau pemerintah tidak bisa menjembatani penjualan tembakau, maka harus membeli semampunya. Kemudian, dilakukan penjualan lanjutan,” paparnya.

Selama ini, lanjut Siswono, pemerintah tidak hadir saat harga tembakau anjlok. “Begitu pula saat panen padi yang harganya turun, pemerintah juga belum bisa hadir memberikan solusinya. Saya kira warga paham pada kepemimpinan yang sekarang dan warga harus menyikapinya, bahwa harus memilih pemimpin terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Slamet Sugiono menyampaikan, upaya pemerintah menjembatani jual-beli tembakau sudah sering dilakukan. Akan tetapi, untuk urusan harga, pemerintah tidak bisa masuk di dalamnya. “Saran kami, petani tembakau ikut kemitraan,” ucapnya.

Dikatakannya, harga jual beli tembakau tidak sama dengan harga komoditas lain yang memiliki harga terendah. Untuk itu, kemitraan menjadi bagian yang cukup baik guna melindungi petani saat terjadi harga anjlok maupun saat terjadi panen raya tembakau. “Ikut kemitraan, untungnya memang tidak bisa melambung, tetapi petani tidak rugi,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/