alexametrics
23.5 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Pemerintah Daerah Harus Menjembatani

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tembakau kasturi di Jember tahun ini membuat petani justru gundah. Sebab, daun yang dibeli oleh pabrik-pabrik itu justru yang kualitasnya rendah. Hal ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Fenomena yang diduga terjadi permainan ini disinyalir sudah terjadi secara rutin. Yaitu pada saat panen tembakau terjadi. “Insiden seperti ini bukan lagi sesuatu yang baru. Sudah menjadi rutinitas saat petani panen. Alasannya macam-macam,” kata Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember.

Menurutnya, hearing yang kerap dilakukan DPRD bukan sekali dua kali. Akan tetapi, sudah berulang kali. Biasanya alasan harga anjlok itu bukan saja karena lebar daun yang kurang, tetapi juga rasanya. “Nah, saat panen, pabrikan hanya membeli tembakau dari pokja-pokja atau kemitraan. Karena mereka sudah dibina dari tanam, pemupukan, sampai panen. Sementara, petani yang tidak bermitra ini yang kesulitan jual,” imbuhya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Untuk itu, Siswono menyebut, dalam kondisi yang demikian, maka pemerintah daerah harus hadir. “Memberikan perlindungan dengan cara hadir ke petani. Pemerintah harus menjembatani penjualan tembakau. Bukan membiarkan,” ucapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tembakau kasturi di Jember tahun ini membuat petani justru gundah. Sebab, daun yang dibeli oleh pabrik-pabrik itu justru yang kualitasnya rendah. Hal ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Fenomena yang diduga terjadi permainan ini disinyalir sudah terjadi secara rutin. Yaitu pada saat panen tembakau terjadi. “Insiden seperti ini bukan lagi sesuatu yang baru. Sudah menjadi rutinitas saat petani panen. Alasannya macam-macam,” kata Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember.

Menurutnya, hearing yang kerap dilakukan DPRD bukan sekali dua kali. Akan tetapi, sudah berulang kali. Biasanya alasan harga anjlok itu bukan saja karena lebar daun yang kurang, tetapi juga rasanya. “Nah, saat panen, pabrikan hanya membeli tembakau dari pokja-pokja atau kemitraan. Karena mereka sudah dibina dari tanam, pemupukan, sampai panen. Sementara, petani yang tidak bermitra ini yang kesulitan jual,” imbuhya.

Untuk itu, Siswono menyebut, dalam kondisi yang demikian, maka pemerintah daerah harus hadir. “Memberikan perlindungan dengan cara hadir ke petani. Pemerintah harus menjembatani penjualan tembakau. Bukan membiarkan,” ucapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Masa panen tembakau kasturi di Jember tahun ini membuat petani justru gundah. Sebab, daun yang dibeli oleh pabrik-pabrik itu justru yang kualitasnya rendah. Hal ini harus mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah.

Fenomena yang diduga terjadi permainan ini disinyalir sudah terjadi secara rutin. Yaitu pada saat panen tembakau terjadi. “Insiden seperti ini bukan lagi sesuatu yang baru. Sudah menjadi rutinitas saat petani panen. Alasannya macam-macam,” kata Siswono, Ketua Komisi B DPRD Jember.

Menurutnya, hearing yang kerap dilakukan DPRD bukan sekali dua kali. Akan tetapi, sudah berulang kali. Biasanya alasan harga anjlok itu bukan saja karena lebar daun yang kurang, tetapi juga rasanya. “Nah, saat panen, pabrikan hanya membeli tembakau dari pokja-pokja atau kemitraan. Karena mereka sudah dibina dari tanam, pemupukan, sampai panen. Sementara, petani yang tidak bermitra ini yang kesulitan jual,” imbuhya.

Untuk itu, Siswono menyebut, dalam kondisi yang demikian, maka pemerintah daerah harus hadir. “Memberikan perlindungan dengan cara hadir ke petani. Pemerintah harus menjembatani penjualan tembakau. Bukan membiarkan,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/