alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Obral Sayuran sebagai Bentuk Protes

Dinilai Tak Ada Perlindungan, Daya Beli Komoditas Sayur Melemah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Disebut-sebut sebagai pahlawan pangan nasional, problem yang menimpa petani hari ini seakan tak pernah surut. Setelah mereka kesulitan perihal pupuk sejak beberapa pekan lalu, kini mereka dibikin kembali gigit jari dengan harga jual hasil panen yang lesu. Bahkan, terjadi penurunan hingga 35 persen dari biasanya.

Atas dasar itu, sejumlah warga yang tergabung dalam asosiasi petani menggelar aksi. Bukan demo, tapi membagi-bagikan hasil pertanian mereka kepada warga. “Ini dijual tidak laku. Laku pun sangat murah. Makanya kita bagikan ke warga,” jelas Heru Purnomo Setio Budi, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember.

Aksi mereka itu terbilang nekat. Sudah tidak memperhitungkan untung atau rugi. Sebab, memang sudah sedari awal petani merasa dirugikan. Karena kebersamaan nasib itu pula, mereka kompak. Mengadakan aksi solidaritas membagikan hasil pertaniannya ke warga. Terlihat berbagai sayuran mereka bagikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Disebut-sebut sebagai pahlawan pangan nasional, problem yang menimpa petani hari ini seakan tak pernah surut. Setelah mereka kesulitan perihal pupuk sejak beberapa pekan lalu, kini mereka dibikin kembali gigit jari dengan harga jual hasil panen yang lesu. Bahkan, terjadi penurunan hingga 35 persen dari biasanya.

Atas dasar itu, sejumlah warga yang tergabung dalam asosiasi petani menggelar aksi. Bukan demo, tapi membagi-bagikan hasil pertanian mereka kepada warga. “Ini dijual tidak laku. Laku pun sangat murah. Makanya kita bagikan ke warga,” jelas Heru Purnomo Setio Budi, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember.

Aksi mereka itu terbilang nekat. Sudah tidak memperhitungkan untung atau rugi. Sebab, memang sudah sedari awal petani merasa dirugikan. Karena kebersamaan nasib itu pula, mereka kompak. Mengadakan aksi solidaritas membagikan hasil pertaniannya ke warga. Terlihat berbagai sayuran mereka bagikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Disebut-sebut sebagai pahlawan pangan nasional, problem yang menimpa petani hari ini seakan tak pernah surut. Setelah mereka kesulitan perihal pupuk sejak beberapa pekan lalu, kini mereka dibikin kembali gigit jari dengan harga jual hasil panen yang lesu. Bahkan, terjadi penurunan hingga 35 persen dari biasanya.

Atas dasar itu, sejumlah warga yang tergabung dalam asosiasi petani menggelar aksi. Bukan demo, tapi membagi-bagikan hasil pertanian mereka kepada warga. “Ini dijual tidak laku. Laku pun sangat murah. Makanya kita bagikan ke warga,” jelas Heru Purnomo Setio Budi, Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jember.

Aksi mereka itu terbilang nekat. Sudah tidak memperhitungkan untung atau rugi. Sebab, memang sudah sedari awal petani merasa dirugikan. Karena kebersamaan nasib itu pula, mereka kompak. Mengadakan aksi solidaritas membagikan hasil pertaniannya ke warga. Terlihat berbagai sayuran mereka bagikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/