alexametrics
31.8 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Batik Baru Khas Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari dulu, Jember terkenal dengan motif batik tulis dedaunan. Spesifiknya, motif daun tembakau, selain identik dengan motif kopi dan kakao. Kini Jember melahirkan motif batik baru, yaitu motif batik Pesadeng.

Inisiasi ini berawal dari kegelisahan identitas motif batik Jember di kalangan para pembatik muda yang dirasa masih belum memiliki jati diri. Inisiatif untuk untuk menciptakan motif batik pun dilakukan pada simposium yang mempertemukan para seniman, budayawan dan pembatik Jember pada akhir 2019 lalu.

Dalam simposium itu, beberapa pembatik, seniman dan budayawan berinisiatif untuk mengangkat motif batik Pesadeng sebagai motif khas Jember. Salah satunya adalah Eko Diah Purwanti.

Mobile_AP_Rectangle 2

Eko Diah Purwanti merupakan salah satu pembatik Jember yang mencetuskan ide motif Pesadeng. “Kita mengaggas batik Pesadeng pada Oktober 2019,” kata perempuan yang juga memiliki bakat menenun itu.

Secara filosofis, batik Pesadeng memiliki cerita kerajaan kecil yang terletak di desa Sadeng, Kecamatan Puger. Melalui batik sadeng, sejarah tentang sebuah kerajaan dengan kecil dengan wilayah yang makmur di Jember terdeskripsikan.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari dulu, Jember terkenal dengan motif batik tulis dedaunan. Spesifiknya, motif daun tembakau, selain identik dengan motif kopi dan kakao. Kini Jember melahirkan motif batik baru, yaitu motif batik Pesadeng.

Inisiasi ini berawal dari kegelisahan identitas motif batik Jember di kalangan para pembatik muda yang dirasa masih belum memiliki jati diri. Inisiatif untuk untuk menciptakan motif batik pun dilakukan pada simposium yang mempertemukan para seniman, budayawan dan pembatik Jember pada akhir 2019 lalu.

Dalam simposium itu, beberapa pembatik, seniman dan budayawan berinisiatif untuk mengangkat motif batik Pesadeng sebagai motif khas Jember. Salah satunya adalah Eko Diah Purwanti.

Eko Diah Purwanti merupakan salah satu pembatik Jember yang mencetuskan ide motif Pesadeng. “Kita mengaggas batik Pesadeng pada Oktober 2019,” kata perempuan yang juga memiliki bakat menenun itu.

Secara filosofis, batik Pesadeng memiliki cerita kerajaan kecil yang terletak di desa Sadeng, Kecamatan Puger. Melalui batik sadeng, sejarah tentang sebuah kerajaan dengan kecil dengan wilayah yang makmur di Jember terdeskripsikan.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Dari dulu, Jember terkenal dengan motif batik tulis dedaunan. Spesifiknya, motif daun tembakau, selain identik dengan motif kopi dan kakao. Kini Jember melahirkan motif batik baru, yaitu motif batik Pesadeng.

Inisiasi ini berawal dari kegelisahan identitas motif batik Jember di kalangan para pembatik muda yang dirasa masih belum memiliki jati diri. Inisiatif untuk untuk menciptakan motif batik pun dilakukan pada simposium yang mempertemukan para seniman, budayawan dan pembatik Jember pada akhir 2019 lalu.

Dalam simposium itu, beberapa pembatik, seniman dan budayawan berinisiatif untuk mengangkat motif batik Pesadeng sebagai motif khas Jember. Salah satunya adalah Eko Diah Purwanti.

Eko Diah Purwanti merupakan salah satu pembatik Jember yang mencetuskan ide motif Pesadeng. “Kita mengaggas batik Pesadeng pada Oktober 2019,” kata perempuan yang juga memiliki bakat menenun itu.

Secara filosofis, batik Pesadeng memiliki cerita kerajaan kecil yang terletak di desa Sadeng, Kecamatan Puger. Melalui batik sadeng, sejarah tentang sebuah kerajaan dengan kecil dengan wilayah yang makmur di Jember terdeskripsikan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/