alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

350 Juta Masuk Kantong Pribadi, Kades Gambiran ini Hanya Dituntut Segini

Mobile_AP_Rectangle 1

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali tertunda, akhirnya sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (26/8). Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin, itu agendanya pembacaan tuntutan dari penuntut umum.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Dwi Purbadi dituntut dua tahun penjara. Sementara, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, dituntut 2,6 tahun. Dwi Purbadi merupakan Kades Gambiran nonaktif, sedangkan Tunut adalah rekanan yang mengeruk gumuk bermasalah itu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dwi Purbadi dua tahun dan menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tunut Supriyanto hukuman selama dua tahun enam bulan. Dan menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman,” kata Siti Sumartiningsih, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam surat penuntutan jaksa itu, terdakwa dinilai telah melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri, menyalahgunakan wewenang, hingga menyebabkan kerugian negara. Sementara, hasil penjualan atas dua dari empat gumuk yang ditambang tidak masuk sebagai Kas Desa Gambiran. Namun, masuk ke kantong pribadi terdakwa dengan nilai total sekitar Rp 350 juta.

- Advertisement -

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali tertunda, akhirnya sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (26/8). Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin, itu agendanya pembacaan tuntutan dari penuntut umum.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Dwi Purbadi dituntut dua tahun penjara. Sementara, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, dituntut 2,6 tahun. Dwi Purbadi merupakan Kades Gambiran nonaktif, sedangkan Tunut adalah rekanan yang mengeruk gumuk bermasalah itu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dwi Purbadi dua tahun dan menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tunut Supriyanto hukuman selama dua tahun enam bulan. Dan menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman,” kata Siti Sumartiningsih, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Dalam surat penuntutan jaksa itu, terdakwa dinilai telah melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri, menyalahgunakan wewenang, hingga menyebabkan kerugian negara. Sementara, hasil penjualan atas dua dari empat gumuk yang ditambang tidak masuk sebagai Kas Desa Gambiran. Namun, masuk ke kantong pribadi terdakwa dengan nilai total sekitar Rp 350 juta.

SURABAYA, RADARJEMBER.ID – Setelah dua kali tertunda, akhirnya sidang penuntutan terdakwa kasus korupsi Tanah Kas Desa (TKD) Gambiran, Kecamatan Kalisat, kembali digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya, kemarin (26/8). Sidang yang dipimpin Majelis Hakim Dede Suryaman, John Dista, dan Mochamad Mahin, itu agendanya pembacaan tuntutan dari penuntut umum.

Dalam surat tuntutan yang dibacakan jaksa penuntut umum (JPU), terdakwa Dwi Purbadi dituntut dua tahun penjara. Sementara, satu terdakwa lainnya, Tunut Supriyanto, dituntut 2,6 tahun. Dwi Purbadi merupakan Kades Gambiran nonaktif, sedangkan Tunut adalah rekanan yang mengeruk gumuk bermasalah itu.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Dwi Purbadi dua tahun dan menjatuhkan pidana denda Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tunut Supriyanto hukuman selama dua tahun enam bulan. Dan menjatuhkan denda sebesar Rp 50 juta subsider tiga bulan hukuman,” kata Siti Sumartiningsih, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Dalam surat penuntutan jaksa itu, terdakwa dinilai telah melakukan tindakan menguntungkan diri sendiri, menyalahgunakan wewenang, hingga menyebabkan kerugian negara. Sementara, hasil penjualan atas dua dari empat gumuk yang ditambang tidak masuk sebagai Kas Desa Gambiran. Namun, masuk ke kantong pribadi terdakwa dengan nilai total sekitar Rp 350 juta.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/