alexametrics
22.8 C
Jember
Friday, 12 August 2022

Jadi Kebiasaan yang Sudah Mengakar

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Biasanya, sungai dibuat untuk keperluan irigasi persawahan. Namun, di sejumlah daerah lebih dari itu. Masyarakat menggunakan air sungai untuk melangsungkan hajat mereka seperti mandi, cuci, dan kakus atau MCK.

Di perkotaan Jember sendiri, aktivitas masyarakat yang MCK di sungai juga masih sering ditemui. Biasanya, di sepanjang Sungai Bedadung. Mereka bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya, namun memang dipengaruhi berbagai faktor. Pun di desa-desa. Bahkan, warga perdesaan memanfaatkan sungai bisa setiap hari.

Seperti sungai yang mengaliri Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. “Lebih enak saja dan cepet,” ucap Mahmudah, warga sekitar sungai di Desa Curahmalang. Tak dia sendiri, warga lainnya juga sama. Mereka bisa setiap hari mengurus keperluan hajat MCK di bantaran sungai itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih lagi, anak sungai dari pintu air atau Dam Curahmalang itu mampu menampung volume air yang cukup besar. Karena ukurannya memang lebar dan memiliki kedalaman mencapai 4 meter lebih.

Sebenarnya, ibu-ibu yang mencuci di sekitar bantaran sungai itu bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya. Namun, dengan alasan lebih cepat dan praktis, mereka memilih sungai. “Sungai ini sudah lama jadi bagian tak terpisahkan dari warga sini. Mereka bisa MCK, mancing. Bahkan anak-anak kecil sudah terbiasa mandi di sekitar sungai,” imbuh Harianto, warga sekitar.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Biasanya, sungai dibuat untuk keperluan irigasi persawahan. Namun, di sejumlah daerah lebih dari itu. Masyarakat menggunakan air sungai untuk melangsungkan hajat mereka seperti mandi, cuci, dan kakus atau MCK.

Di perkotaan Jember sendiri, aktivitas masyarakat yang MCK di sungai juga masih sering ditemui. Biasanya, di sepanjang Sungai Bedadung. Mereka bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya, namun memang dipengaruhi berbagai faktor. Pun di desa-desa. Bahkan, warga perdesaan memanfaatkan sungai bisa setiap hari.

Seperti sungai yang mengaliri Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. “Lebih enak saja dan cepet,” ucap Mahmudah, warga sekitar sungai di Desa Curahmalang. Tak dia sendiri, warga lainnya juga sama. Mereka bisa setiap hari mengurus keperluan hajat MCK di bantaran sungai itu.

Terlebih lagi, anak sungai dari pintu air atau Dam Curahmalang itu mampu menampung volume air yang cukup besar. Karena ukurannya memang lebar dan memiliki kedalaman mencapai 4 meter lebih.

Sebenarnya, ibu-ibu yang mencuci di sekitar bantaran sungai itu bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya. Namun, dengan alasan lebih cepat dan praktis, mereka memilih sungai. “Sungai ini sudah lama jadi bagian tak terpisahkan dari warga sini. Mereka bisa MCK, mancing. Bahkan anak-anak kecil sudah terbiasa mandi di sekitar sungai,” imbuh Harianto, warga sekitar.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Biasanya, sungai dibuat untuk keperluan irigasi persawahan. Namun, di sejumlah daerah lebih dari itu. Masyarakat menggunakan air sungai untuk melangsungkan hajat mereka seperti mandi, cuci, dan kakus atau MCK.

Di perkotaan Jember sendiri, aktivitas masyarakat yang MCK di sungai juga masih sering ditemui. Biasanya, di sepanjang Sungai Bedadung. Mereka bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya, namun memang dipengaruhi berbagai faktor. Pun di desa-desa. Bahkan, warga perdesaan memanfaatkan sungai bisa setiap hari.

Seperti sungai yang mengaliri Desa Curahmalang, Kecamatan Rambipuji. “Lebih enak saja dan cepet,” ucap Mahmudah, warga sekitar sungai di Desa Curahmalang. Tak dia sendiri, warga lainnya juga sama. Mereka bisa setiap hari mengurus keperluan hajat MCK di bantaran sungai itu.

Terlebih lagi, anak sungai dari pintu air atau Dam Curahmalang itu mampu menampung volume air yang cukup besar. Karena ukurannya memang lebar dan memiliki kedalaman mencapai 4 meter lebih.

Sebenarnya, ibu-ibu yang mencuci di sekitar bantaran sungai itu bukan tidak memiliki kamar mandi sendiri di rumahnya. Namun, dengan alasan lebih cepat dan praktis, mereka memilih sungai. “Sungai ini sudah lama jadi bagian tak terpisahkan dari warga sini. Mereka bisa MCK, mancing. Bahkan anak-anak kecil sudah terbiasa mandi di sekitar sungai,” imbuh Harianto, warga sekitar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/