alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Manfaatkan Pekarangan Jadi Kebun Sayur

Kiprah Suminah dalam memberdayakan perempuan tak perlu diragukan lagi. Dia tak hanya mendampingi perempuan yang menjadi korban kekerasan, tapi juga melakukan pemberdayaan ekonomi dengan memanfaatkan halaman rumah menjadi kebun sayur. Kini, ada puluhan keluarga yang mengikuti jejaknya itu

Mobile_AP_Rectangle 1

NOGOSARI, RADAR JEMBER.ID- Setiap hari, pagi dan sore, Suminah dapat dipastikan keliling di sekitar rumahnya. Itu untuk menyiram tanaman sayur yang ada di halaman dan samping rumahnya. Ketekunan tersebut benar-benar menjadikan perempuan ini tak bingung untuk mencukupi kebutuhan gizi harian keluarganya.

Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata perempuan yang karib disapa Mimin ini adalah wanita tangguh. Sejak lama ia bergabung dengan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember untuk melakukan advokasi sekaligus pemberdayaan terhadap perempuan. GPP merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perempuan.

Wanita ini tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Kini, dia menjadi Koordinator Kebun Sayur Pasar Kita GPP Jember. Bersama teman-temannya, Mimin terus mengampanyekan pentingnya menanam sayur di sekitar rumah. “Asal ada kemauan, setiap halaman rumah bisa ditanami sayur,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Beberapa tahun lalu, Mimin dan sejumlah temannya mulai mendatangi rumah-rumah warga yang mau menanam sayur di halaman rumah. Mulai dari bibit tanaman, pupuk, hingga media tanam sederhana dia bawa. Itu untuk merangsang agar banyak perempuan yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Setiap seminggu atau sebulan sekali ada saja perempuan yang ikut menanam sayur di sekitar rumahnya. Kini, sudah ada puluhan orang yang punya kebun sayur mini di depan rumah mereka, di samping dan belakang rumah, atau di tempat lain. “Ada 40 orang lebih yang aktif,” tuturnya.

Sayuran yang ditanam pun cukup variatif. Ada kangkung, bayam, sawi, wortel, serta sayur lain yang dapat ditanam di pekarangan. “Jadi, puluhan orang itu sudah tidak bingung mau masak sayur apa. Kalau variatif, setiap hari bisa dipanen,” ucapnya.

- Advertisement -

NOGOSARI, RADAR JEMBER.ID- Setiap hari, pagi dan sore, Suminah dapat dipastikan keliling di sekitar rumahnya. Itu untuk menyiram tanaman sayur yang ada di halaman dan samping rumahnya. Ketekunan tersebut benar-benar menjadikan perempuan ini tak bingung untuk mencukupi kebutuhan gizi harian keluarganya.

Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata perempuan yang karib disapa Mimin ini adalah wanita tangguh. Sejak lama ia bergabung dengan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember untuk melakukan advokasi sekaligus pemberdayaan terhadap perempuan. GPP merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perempuan.

Wanita ini tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Kini, dia menjadi Koordinator Kebun Sayur Pasar Kita GPP Jember. Bersama teman-temannya, Mimin terus mengampanyekan pentingnya menanam sayur di sekitar rumah. “Asal ada kemauan, setiap halaman rumah bisa ditanami sayur,” katanya.

Beberapa tahun lalu, Mimin dan sejumlah temannya mulai mendatangi rumah-rumah warga yang mau menanam sayur di halaman rumah. Mulai dari bibit tanaman, pupuk, hingga media tanam sederhana dia bawa. Itu untuk merangsang agar banyak perempuan yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Setiap seminggu atau sebulan sekali ada saja perempuan yang ikut menanam sayur di sekitar rumahnya. Kini, sudah ada puluhan orang yang punya kebun sayur mini di depan rumah mereka, di samping dan belakang rumah, atau di tempat lain. “Ada 40 orang lebih yang aktif,” tuturnya.

Sayuran yang ditanam pun cukup variatif. Ada kangkung, bayam, sawi, wortel, serta sayur lain yang dapat ditanam di pekarangan. “Jadi, puluhan orang itu sudah tidak bingung mau masak sayur apa. Kalau variatif, setiap hari bisa dipanen,” ucapnya.

NOGOSARI, RADAR JEMBER.ID- Setiap hari, pagi dan sore, Suminah dapat dipastikan keliling di sekitar rumahnya. Itu untuk menyiram tanaman sayur yang ada di halaman dan samping rumahnya. Ketekunan tersebut benar-benar menjadikan perempuan ini tak bingung untuk mencukupi kebutuhan gizi harian keluarganya.

Di balik penampilannya yang sederhana, ternyata perempuan yang karib disapa Mimin ini adalah wanita tangguh. Sejak lama ia bergabung dengan Gerakan Peduli Perempuan (GPP) Jember untuk melakukan advokasi sekaligus pemberdayaan terhadap perempuan. GPP merupakan organisasi nirlaba yang bergerak di bidang perempuan.

Wanita ini tinggal di Desa Nogosari, Kecamatan Rambipuji. Kini, dia menjadi Koordinator Kebun Sayur Pasar Kita GPP Jember. Bersama teman-temannya, Mimin terus mengampanyekan pentingnya menanam sayur di sekitar rumah. “Asal ada kemauan, setiap halaman rumah bisa ditanami sayur,” katanya.

Beberapa tahun lalu, Mimin dan sejumlah temannya mulai mendatangi rumah-rumah warga yang mau menanam sayur di halaman rumah. Mulai dari bibit tanaman, pupuk, hingga media tanam sederhana dia bawa. Itu untuk merangsang agar banyak perempuan yang memanfaatkan pekarangan rumah menjadi kebun sayur.

Setiap seminggu atau sebulan sekali ada saja perempuan yang ikut menanam sayur di sekitar rumahnya. Kini, sudah ada puluhan orang yang punya kebun sayur mini di depan rumah mereka, di samping dan belakang rumah, atau di tempat lain. “Ada 40 orang lebih yang aktif,” tuturnya.

Sayuran yang ditanam pun cukup variatif. Ada kangkung, bayam, sawi, wortel, serta sayur lain yang dapat ditanam di pekarangan. “Jadi, puluhan orang itu sudah tidak bingung mau masak sayur apa. Kalau variatif, setiap hari bisa dipanen,” ucapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/