alexametrics
26 C
Jember
Thursday, 23 September 2021
spot_imgspot_img

Eksistensi Griya Asih Masih Diperlukan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Griya Asih merupakan salah satu organisasi yang bergerak di lingkungan desa. Organisasi ini memberikan layanan advokasi kepada perempuan dan anak terkait dengan pemenuhan hak-hak mereka. Khususnya para penyintas pelecehan maupun kekerasan seksual. Selain itu, cakupannya juga menyasar pada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).

Namun, kini organisasi yang berbasis di setiap desa itu sudah tidak ada lagi. Hal ini cukup disayangkan. Sebab, dalam praktiknya Griya Asih dapat menjadi perantara pemberantasan kesenjangan terhadap perempuan dan anak.

Presidium wilayah kelompok pemuda pelajar mahasiswa Koalisi Peduli Perempuan, Saras Dumasari menjelaskan, selain sebagai salah satu upaya intervensi pemerintah, Griya Asih juga merupakan bentuk partisipasi pemerintah dalam menanggulangi kesenjangan anak dan perempuan. Sebab, bisa menjadi tempat curhat bagi para penyintas dengan basis desa. Dan kehadirannya dianggap sebagai upaya yang lebih efisien.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Mereka yang punya masalah tidak perlu ke kota. Cukup diselesaikan dengan Griya Asih yang anggotanya dari daerah sana. Mereka akan lebih terbuka,” jelas Saras, seusai diskusi webinar terkait penguatan pekerja buruh migran yang menjadi penyintas, Selasa (27/7).

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Griya Asih merupakan salah satu organisasi yang bergerak di lingkungan desa. Organisasi ini memberikan layanan advokasi kepada perempuan dan anak terkait dengan pemenuhan hak-hak mereka. Khususnya para penyintas pelecehan maupun kekerasan seksual. Selain itu, cakupannya juga menyasar pada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).

Namun, kini organisasi yang berbasis di setiap desa itu sudah tidak ada lagi. Hal ini cukup disayangkan. Sebab, dalam praktiknya Griya Asih dapat menjadi perantara pemberantasan kesenjangan terhadap perempuan dan anak.

Presidium wilayah kelompok pemuda pelajar mahasiswa Koalisi Peduli Perempuan, Saras Dumasari menjelaskan, selain sebagai salah satu upaya intervensi pemerintah, Griya Asih juga merupakan bentuk partisipasi pemerintah dalam menanggulangi kesenjangan anak dan perempuan. Sebab, bisa menjadi tempat curhat bagi para penyintas dengan basis desa. Dan kehadirannya dianggap sebagai upaya yang lebih efisien.

“Mereka yang punya masalah tidak perlu ke kota. Cukup diselesaikan dengan Griya Asih yang anggotanya dari daerah sana. Mereka akan lebih terbuka,” jelas Saras, seusai diskusi webinar terkait penguatan pekerja buruh migran yang menjadi penyintas, Selasa (27/7).

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Griya Asih merupakan salah satu organisasi yang bergerak di lingkungan desa. Organisasi ini memberikan layanan advokasi kepada perempuan dan anak terkait dengan pemenuhan hak-hak mereka. Khususnya para penyintas pelecehan maupun kekerasan seksual. Selain itu, cakupannya juga menyasar pada anak-anak pekerja migran Indonesia (PMI).

Namun, kini organisasi yang berbasis di setiap desa itu sudah tidak ada lagi. Hal ini cukup disayangkan. Sebab, dalam praktiknya Griya Asih dapat menjadi perantara pemberantasan kesenjangan terhadap perempuan dan anak.

Presidium wilayah kelompok pemuda pelajar mahasiswa Koalisi Peduli Perempuan, Saras Dumasari menjelaskan, selain sebagai salah satu upaya intervensi pemerintah, Griya Asih juga merupakan bentuk partisipasi pemerintah dalam menanggulangi kesenjangan anak dan perempuan. Sebab, bisa menjadi tempat curhat bagi para penyintas dengan basis desa. Dan kehadirannya dianggap sebagai upaya yang lebih efisien.

“Mereka yang punya masalah tidak perlu ke kota. Cukup diselesaikan dengan Griya Asih yang anggotanya dari daerah sana. Mereka akan lebih terbuka,” jelas Saras, seusai diskusi webinar terkait penguatan pekerja buruh migran yang menjadi penyintas, Selasa (27/7).


BERITA TERKINI

Wajib Dibaca