alexametrics
21.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Pemakzulan Tak Pengaruhi Tahapan Pilkada

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana politik di Kabupaten Jember pasca-terjadinya pemakzulan membuat komunikasi eksekutif-legislatif kian buntu. Di sinilah muncul pertanyaan: apakah kondisi yang demikian ini akan berpengaruh pada tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)?

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebut, gonjang-ganjing politik adalah hal lain yang tidak memengaruhi proses tahapan pilkada. Sebagai lembaga penyelenggara, menurut dia, KPU akan melakukan penyelenggaraan pilkada dengan baik dan tidak ikut fenomena politik yang terjadi. “Sebagai penyelenggara, KPU terus melakukan tahapan,” jelasnya.

Berkaitan dengan pemakzulan yang dilakukan DPRD kepada Bupati Jember, menurut Hanafi juga tidak memengaruhi proses tahapan yang berlangsung. Sosialisasi, pencocokan, dan penelitian (coklit) terhadap daftar pemilih potensial tetap dilakukan.

Mobile_AP_Rectangle 2

Nah, ditanya apakah di peraturan KPU ada klausul yang mengatur tentang persyaratan yang berkaitan dengan pemakzulan, Hanafi menegaskan, tidak ada. “Secara eksplisit, tidak ada klausul yang menyebut orang dimakzulkan tidak bisa nyalon pilkada,” tegasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana politik di Kabupaten Jember pasca-terjadinya pemakzulan membuat komunikasi eksekutif-legislatif kian buntu. Di sinilah muncul pertanyaan: apakah kondisi yang demikian ini akan berpengaruh pada tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)?

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebut, gonjang-ganjing politik adalah hal lain yang tidak memengaruhi proses tahapan pilkada. Sebagai lembaga penyelenggara, menurut dia, KPU akan melakukan penyelenggaraan pilkada dengan baik dan tidak ikut fenomena politik yang terjadi. “Sebagai penyelenggara, KPU terus melakukan tahapan,” jelasnya.

Berkaitan dengan pemakzulan yang dilakukan DPRD kepada Bupati Jember, menurut Hanafi juga tidak memengaruhi proses tahapan yang berlangsung. Sosialisasi, pencocokan, dan penelitian (coklit) terhadap daftar pemilih potensial tetap dilakukan.

Nah, ditanya apakah di peraturan KPU ada klausul yang mengatur tentang persyaratan yang berkaitan dengan pemakzulan, Hanafi menegaskan, tidak ada. “Secara eksplisit, tidak ada klausul yang menyebut orang dimakzulkan tidak bisa nyalon pilkada,” tegasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Suasana politik di Kabupaten Jember pasca-terjadinya pemakzulan membuat komunikasi eksekutif-legislatif kian buntu. Di sinilah muncul pertanyaan: apakah kondisi yang demikian ini akan berpengaruh pada tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada)?

Komisioner KPU Jember Ahmad Hanafi menyebut, gonjang-ganjing politik adalah hal lain yang tidak memengaruhi proses tahapan pilkada. Sebagai lembaga penyelenggara, menurut dia, KPU akan melakukan penyelenggaraan pilkada dengan baik dan tidak ikut fenomena politik yang terjadi. “Sebagai penyelenggara, KPU terus melakukan tahapan,” jelasnya.

Berkaitan dengan pemakzulan yang dilakukan DPRD kepada Bupati Jember, menurut Hanafi juga tidak memengaruhi proses tahapan yang berlangsung. Sosialisasi, pencocokan, dan penelitian (coklit) terhadap daftar pemilih potensial tetap dilakukan.

Nah, ditanya apakah di peraturan KPU ada klausul yang mengatur tentang persyaratan yang berkaitan dengan pemakzulan, Hanafi menegaskan, tidak ada. “Secara eksplisit, tidak ada klausul yang menyebut orang dimakzulkan tidak bisa nyalon pilkada,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/