alexametrics
21.6 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

 Lima Orang Masih Berstatus DPO

Kasus Penganiayaan Antar Perguruan Silat

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Selain terdakwa M. Ramadhan yang sudah mendapat vonis delapan bulan kurungan dari majelis hakim. Terdakwa Ahmad Zakaria dengan berkas perkara yang berbeda masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jember.

Senin sore kemarin, Ahmad Zakaria melakoni agenda sidang pemeriksaan para saksi dan saksi korban. Empat saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember. Yaitu Abdulrahman, M. Yuris, Zainul Arifin dan Eko Suwito sebagai saksi korban pemukulan dari terdakwa.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, kejadian perkelahian antara anggota perguruan silat PSHT dengan Pagar Nusa (PN) terjadi di sekitar rumah saksi Abdulrahman. Kejadian tersebut terjadi tanggal 1 Februari lalu di Desa Kemiri, Kecamatan Panti.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kejadiannya sekitar jam 1 malam di rumah saya. Waktu itu ada kegiatan ujian kenaikan tingkat dari Pagar Nusa. Karena memang rumah saya basecamp PAC Sukorambi-Panti Pagar Nusa,” ucap Abdulrahman.

Saksi korban, Eko Suwito pun membenarkan, bahwa ada pemukulan terhadap dirinya. Bahkan, di ruang sidang, dirinya masih kesakitan dan didorong menggunakan kursi roda. “Saya dihantam pakai kayu dan bambu,” tutur Eko dengan nada lirih.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Selain terdakwa M. Ramadhan yang sudah mendapat vonis delapan bulan kurungan dari majelis hakim. Terdakwa Ahmad Zakaria dengan berkas perkara yang berbeda masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jember.

Senin sore kemarin, Ahmad Zakaria melakoni agenda sidang pemeriksaan para saksi dan saksi korban. Empat saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember. Yaitu Abdulrahman, M. Yuris, Zainul Arifin dan Eko Suwito sebagai saksi korban pemukulan dari terdakwa.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, kejadian perkelahian antara anggota perguruan silat PSHT dengan Pagar Nusa (PN) terjadi di sekitar rumah saksi Abdulrahman. Kejadian tersebut terjadi tanggal 1 Februari lalu di Desa Kemiri, Kecamatan Panti.

“Kejadiannya sekitar jam 1 malam di rumah saya. Waktu itu ada kegiatan ujian kenaikan tingkat dari Pagar Nusa. Karena memang rumah saya basecamp PAC Sukorambi-Panti Pagar Nusa,” ucap Abdulrahman.

Saksi korban, Eko Suwito pun membenarkan, bahwa ada pemukulan terhadap dirinya. Bahkan, di ruang sidang, dirinya masih kesakitan dan didorong menggunakan kursi roda. “Saya dihantam pakai kayu dan bambu,” tutur Eko dengan nada lirih.

JEMBER, RADARJEMBER.ID –  Selain terdakwa M. Ramadhan yang sudah mendapat vonis delapan bulan kurungan dari majelis hakim. Terdakwa Ahmad Zakaria dengan berkas perkara yang berbeda masih menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Jember.

Senin sore kemarin, Ahmad Zakaria melakoni agenda sidang pemeriksaan para saksi dan saksi korban. Empat saksi dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jember. Yaitu Abdulrahman, M. Yuris, Zainul Arifin dan Eko Suwito sebagai saksi korban pemukulan dari terdakwa.

Dalam keterangannya di depan majelis hakim, kejadian perkelahian antara anggota perguruan silat PSHT dengan Pagar Nusa (PN) terjadi di sekitar rumah saksi Abdulrahman. Kejadian tersebut terjadi tanggal 1 Februari lalu di Desa Kemiri, Kecamatan Panti.

“Kejadiannya sekitar jam 1 malam di rumah saya. Waktu itu ada kegiatan ujian kenaikan tingkat dari Pagar Nusa. Karena memang rumah saya basecamp PAC Sukorambi-Panti Pagar Nusa,” ucap Abdulrahman.

Saksi korban, Eko Suwito pun membenarkan, bahwa ada pemukulan terhadap dirinya. Bahkan, di ruang sidang, dirinya masih kesakitan dan didorong menggunakan kursi roda. “Saya dihantam pakai kayu dan bambu,” tutur Eko dengan nada lirih.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/