alexametrics
22.3 C
Jember
Friday, 19 August 2022

KPK Kembali Selidiki Kasus di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

Gatot Triyono, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jember saat dikonfirmasi pun belum mengetahui informasi mengenai pemeriksaan tersebut di wilayah lingkungan Pemkab Jember. “Saya tidak tahu informasi itu. Belum tahu informasinya,” ucap Gatot melalui pesan singkat Whatsapp.

Sebelumnya, pada sekitar bulan Februari lalu, KPK sempat melakukan tahapan penyelidikan di Jember. Terkait proyek Pemkab Jember Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua kecamatan Sumberjambe dan Sukowono, sesuai informasi yang tertera dalam surat panggilan.

Bahkan, KPK sudah memanggil dua orang untuk dimintai keterangannya di gedung merah putih KPK Jakarta. Yaitu Rosiyanto, pemilik toko bangunan dan Faisal, koordinator RTLH. Ali Fikri juga sudah membenarkan bahwa pihaknya memanggil kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan dan membawa beberapa dokumen. KPK memintai kedua orang itu untuk didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemkab Jember tahun 2019-2020.

Mobile_AP_Rectangle 2

Namun, Ali masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Ali.

Sementara itu, Sekretaris kabupaten Jember Mirfano, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pejabat termasuk dirinya, oleh penyidik KPK beberapa hari lalu. Hal ini disampaikan Mirfano ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya Senin sore.

Mirfano menjelaskan, dirinya diperiksa penyidik KPK di Polres Jember hari Selasa 21 Juli lalu. Mulai jam 11 siang hingga sekitar jam 8 malam. Materi yang ditanyakan kepadanya terkait pengadaan pelampung tahun anggaran 2018. “Terkait pelampung dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan” tegas Mirfano.

Mirfano mengaku tidak tahu siapa saja pejabat yang diperiksa KPK. Yang dirinya tahu saat itu ada pokja ULP yang juga diperiksa. Tetapi Pokja ULP diperiksa terkait kasus apa Mirfano juga mengaku tidak tahu pasti.

- Advertisement -

Gatot Triyono, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jember saat dikonfirmasi pun belum mengetahui informasi mengenai pemeriksaan tersebut di wilayah lingkungan Pemkab Jember. “Saya tidak tahu informasi itu. Belum tahu informasinya,” ucap Gatot melalui pesan singkat Whatsapp.

Sebelumnya, pada sekitar bulan Februari lalu, KPK sempat melakukan tahapan penyelidikan di Jember. Terkait proyek Pemkab Jember Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua kecamatan Sumberjambe dan Sukowono, sesuai informasi yang tertera dalam surat panggilan.

Bahkan, KPK sudah memanggil dua orang untuk dimintai keterangannya di gedung merah putih KPK Jakarta. Yaitu Rosiyanto, pemilik toko bangunan dan Faisal, koordinator RTLH. Ali Fikri juga sudah membenarkan bahwa pihaknya memanggil kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan dan membawa beberapa dokumen. KPK memintai kedua orang itu untuk didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemkab Jember tahun 2019-2020.

Namun, Ali masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Ali.

Sementara itu, Sekretaris kabupaten Jember Mirfano, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pejabat termasuk dirinya, oleh penyidik KPK beberapa hari lalu. Hal ini disampaikan Mirfano ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya Senin sore.

Mirfano menjelaskan, dirinya diperiksa penyidik KPK di Polres Jember hari Selasa 21 Juli lalu. Mulai jam 11 siang hingga sekitar jam 8 malam. Materi yang ditanyakan kepadanya terkait pengadaan pelampung tahun anggaran 2018. “Terkait pelampung dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan” tegas Mirfano.

Mirfano mengaku tidak tahu siapa saja pejabat yang diperiksa KPK. Yang dirinya tahu saat itu ada pokja ULP yang juga diperiksa. Tetapi Pokja ULP diperiksa terkait kasus apa Mirfano juga mengaku tidak tahu pasti.

Gatot Triyono, kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Jember saat dikonfirmasi pun belum mengetahui informasi mengenai pemeriksaan tersebut di wilayah lingkungan Pemkab Jember. “Saya tidak tahu informasi itu. Belum tahu informasinya,” ucap Gatot melalui pesan singkat Whatsapp.

Sebelumnya, pada sekitar bulan Februari lalu, KPK sempat melakukan tahapan penyelidikan di Jember. Terkait proyek Pemkab Jember Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di dua kecamatan Sumberjambe dan Sukowono, sesuai informasi yang tertera dalam surat panggilan.

Bahkan, KPK sudah memanggil dua orang untuk dimintai keterangannya di gedung merah putih KPK Jakarta. Yaitu Rosiyanto, pemilik toko bangunan dan Faisal, koordinator RTLH. Ali Fikri juga sudah membenarkan bahwa pihaknya memanggil kedua orang tersebut untuk dimintai keterangan dan membawa beberapa dokumen. KPK memintai kedua orang itu untuk didengar pendapatnya terkait dugaan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara. Atau yang mewakilinya terkait penggunaan anggaran di Pemkab Jember tahun 2019-2020.

Namun, Ali masih enggan membeberkan secara detail terkait penyelidikan tersebut. Saat ditanya mengenai apakah, ada ASN di lingkungan Pemkab Jember yang sudah diperiksa terkait dugaan korupsi tersebut, Ali Fikri belum memberikan jawaban. “Iya masih dalam proses penyelidikan,” pungkas Ali.

Sementara itu, Sekretaris kabupaten Jember Mirfano, membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pejabat termasuk dirinya, oleh penyidik KPK beberapa hari lalu. Hal ini disampaikan Mirfano ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya Senin sore.

Mirfano menjelaskan, dirinya diperiksa penyidik KPK di Polres Jember hari Selasa 21 Juli lalu. Mulai jam 11 siang hingga sekitar jam 8 malam. Materi yang ditanyakan kepadanya terkait pengadaan pelampung tahun anggaran 2018. “Terkait pelampung dan lainnya yang tidak bisa saya sebutkan” tegas Mirfano.

Mirfano mengaku tidak tahu siapa saja pejabat yang diperiksa KPK. Yang dirinya tahu saat itu ada pokja ULP yang juga diperiksa. Tetapi Pokja ULP diperiksa terkait kasus apa Mirfano juga mengaku tidak tahu pasti.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/