alexametrics
24 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

KPK Kembali Selidiki Kasus di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun lapangan di Jember. Beberapa hari lalu, lembaga anti rasuah ini kembali memeriksa sejumlah pihak terkait salah satu kasus yang tengah ditangani KPK. Plt juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan hal tersebut.

Dia menyebut, dalam beberapa hari belakangan, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan di Jember. Mengenai mengumpulan keterangan. “Bahwa benar beberapa hari lalu ada kegiatan permintaan keterangan sejumlah pihak oleh KPK di Jember,” tutur Ali Fikri.

Tetapi, Ali masih belum membeberkan secara detail, permintaan keterangan tersebut ditujukan kepada siapa. “Namun demikian karena kegiatan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Maka mohon maaf kami belum bisa sampaikan detailnya,” imbuh Ali.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, perkembangan mengenai tahapan penyelidikan atau bahkan naik status menjadi penyidikan nantinya bakal disampaikan kembali oleh KPK. Sebab menurut Ali, perkara yang masih berada di tahap penyelidikan, belum dapat menetapkan status pihak menjadi tersangka. “Status para pihak-pihak yang dipanggil dan dimintai keterangan di tahap ini adalah terperiksa,” ungkap Ali.

Sementara itu di sisi Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember maupun Polres Jember tidak mengetahui secara pasti terkait turun tangan KPK ke Jember. Maupun, apakah ada kordinasi terkait KPK dengan APH yang berada di daerah mengenai pemeriksaan tersebut. Pelaksana harian (Plh) Kepala Seksi intelijen Kejari Jember, Ngurah Wahyu Resta menurutkan, bahwa pihaknya sejauh ini belum mendapat tembusan dari KPK.

“Kami belum menerima surat kordinasi yang dimaksud dari KPK. Hingga sekarang belum ada surat yang masuk ke bidang intelijen,” tutur Wahyu kepada Jawa Pos Radar Jember.

Hal yang sama pun diutarakan oleh Kasatreskrim Polres Jember AKP Frans Kembaren Dalanta. Bahkan, Frans belum mau menjeleterhkan secara detail mengenai kordinasi KPK kepada Polres. “Kalau untuk hal itu bisa langsung ditanyakan saja ke humas KPK ya,” kilah Frans.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun lapangan di Jember. Beberapa hari lalu, lembaga anti rasuah ini kembali memeriksa sejumlah pihak terkait salah satu kasus yang tengah ditangani KPK. Plt juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan hal tersebut.

Dia menyebut, dalam beberapa hari belakangan, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan di Jember. Mengenai mengumpulan keterangan. “Bahwa benar beberapa hari lalu ada kegiatan permintaan keterangan sejumlah pihak oleh KPK di Jember,” tutur Ali Fikri.

Tetapi, Ali masih belum membeberkan secara detail, permintaan keterangan tersebut ditujukan kepada siapa. “Namun demikian karena kegiatan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Maka mohon maaf kami belum bisa sampaikan detailnya,” imbuh Ali.

Lebih lanjut, perkembangan mengenai tahapan penyelidikan atau bahkan naik status menjadi penyidikan nantinya bakal disampaikan kembali oleh KPK. Sebab menurut Ali, perkara yang masih berada di tahap penyelidikan, belum dapat menetapkan status pihak menjadi tersangka. “Status para pihak-pihak yang dipanggil dan dimintai keterangan di tahap ini adalah terperiksa,” ungkap Ali.

Sementara itu di sisi Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember maupun Polres Jember tidak mengetahui secara pasti terkait turun tangan KPK ke Jember. Maupun, apakah ada kordinasi terkait KPK dengan APH yang berada di daerah mengenai pemeriksaan tersebut. Pelaksana harian (Plh) Kepala Seksi intelijen Kejari Jember, Ngurah Wahyu Resta menurutkan, bahwa pihaknya sejauh ini belum mendapat tembusan dari KPK.

“Kami belum menerima surat kordinasi yang dimaksud dari KPK. Hingga sekarang belum ada surat yang masuk ke bidang intelijen,” tutur Wahyu kepada Jawa Pos Radar Jember.

Hal yang sama pun diutarakan oleh Kasatreskrim Polres Jember AKP Frans Kembaren Dalanta. Bahkan, Frans belum mau menjeleterhkan secara detail mengenai kordinasi KPK kepada Polres. “Kalau untuk hal itu bisa langsung ditanyakan saja ke humas KPK ya,” kilah Frans.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali turun lapangan di Jember. Beberapa hari lalu, lembaga anti rasuah ini kembali memeriksa sejumlah pihak terkait salah satu kasus yang tengah ditangani KPK. Plt juru bicara KPK Ali Fikri membenarkan hal tersebut.

Dia menyebut, dalam beberapa hari belakangan, pihaknya melakukan sejumlah kegiatan di Jember. Mengenai mengumpulan keterangan. “Bahwa benar beberapa hari lalu ada kegiatan permintaan keterangan sejumlah pihak oleh KPK di Jember,” tutur Ali Fikri.

Tetapi, Ali masih belum membeberkan secara detail, permintaan keterangan tersebut ditujukan kepada siapa. “Namun demikian karena kegiatan tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Maka mohon maaf kami belum bisa sampaikan detailnya,” imbuh Ali.

Lebih lanjut, perkembangan mengenai tahapan penyelidikan atau bahkan naik status menjadi penyidikan nantinya bakal disampaikan kembali oleh KPK. Sebab menurut Ali, perkara yang masih berada di tahap penyelidikan, belum dapat menetapkan status pihak menjadi tersangka. “Status para pihak-pihak yang dipanggil dan dimintai keterangan di tahap ini adalah terperiksa,” ungkap Ali.

Sementara itu di sisi Aparat Penegak Hukum (APH) lainnya, seperti Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember maupun Polres Jember tidak mengetahui secara pasti terkait turun tangan KPK ke Jember. Maupun, apakah ada kordinasi terkait KPK dengan APH yang berada di daerah mengenai pemeriksaan tersebut. Pelaksana harian (Plh) Kepala Seksi intelijen Kejari Jember, Ngurah Wahyu Resta menurutkan, bahwa pihaknya sejauh ini belum mendapat tembusan dari KPK.

“Kami belum menerima surat kordinasi yang dimaksud dari KPK. Hingga sekarang belum ada surat yang masuk ke bidang intelijen,” tutur Wahyu kepada Jawa Pos Radar Jember.

Hal yang sama pun diutarakan oleh Kasatreskrim Polres Jember AKP Frans Kembaren Dalanta. Bahkan, Frans belum mau menjeleterhkan secara detail mengenai kordinasi KPK kepada Polres. “Kalau untuk hal itu bisa langsung ditanyakan saja ke humas KPK ya,” kilah Frans.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/