alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pertengahan Puasa, Petugas Gabungan di Jember Sambangi Hotel-Hotel

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, pelaku usaha wisata seperti hotel, penginapan, restoran, rumah karaoke, bioskop, dan kafe, diminta agar tetap menjaga kesucian bulan mulia tersebut. Untuk itu, Dinas Pariwisata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Satpol PP Pemkab Jember, bersama Polres Jember melakukan monitoring dan sosialisasi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Deborah Kresnowati menerangkan, monitoring tersebut tidak lain untuk mengingatkan pelaku usaha wisata, bahwa saat ini bulan Ramadan. Ia menambahkan, bagaimana pun hotel dan restoran serta tempat hiburan lain, bisa mematuhi aturan jam operasional sehingga tidak mengganggu umat Islam dalam menjalankan puasa.

“Kegiatan monitoring dimulai hari ini, Rabu (28/4) sampai tanggal 6 Mei nanti. Monitoring keliling ini sudah terjadwal. Selain itu, kami mengimbau kepada pengusaha wisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkap wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada hari pertama, tim tersebut mendatangi hotel di kawasan Ajung dan Terminal Tawang Alun. Dalam kesempatan itu, tim mewanti-wanti pengelola hotel agar mengurusi perizinan bila mengetahui surat izin operasional hotel sudah melewati batas waktu. Selain itu, dinas pariwisata berharap agar terus menjaga kebersihan hotel, karena itu penting sehingga orang tertarik untuk menginap.

“Dari hasil pemantauan langsung ke hotel-hotel, tim mendapatkan ada hotel yang belum menerima surat edaran terkait imbauan kegiatan selama ramadan. Hotel selama Ramadan agar selektif menerima tamu dan mematuhi prokes. Untuk rumah karaoke dan bioskop, diimbau tidak beroperasi di luar jam ketentuan di surat edaran itu,” kata Deta Irama Kasih, pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, pelaku usaha wisata seperti hotel, penginapan, restoran, rumah karaoke, bioskop, dan kafe, diminta agar tetap menjaga kesucian bulan mulia tersebut. Untuk itu, Dinas Pariwisata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Satpol PP Pemkab Jember, bersama Polres Jember melakukan monitoring dan sosialisasi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Deborah Kresnowati menerangkan, monitoring tersebut tidak lain untuk mengingatkan pelaku usaha wisata, bahwa saat ini bulan Ramadan. Ia menambahkan, bagaimana pun hotel dan restoran serta tempat hiburan lain, bisa mematuhi aturan jam operasional sehingga tidak mengganggu umat Islam dalam menjalankan puasa.

“Kegiatan monitoring dimulai hari ini, Rabu (28/4) sampai tanggal 6 Mei nanti. Monitoring keliling ini sudah terjadwal. Selain itu, kami mengimbau kepada pengusaha wisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkap wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu.

Pada hari pertama, tim tersebut mendatangi hotel di kawasan Ajung dan Terminal Tawang Alun. Dalam kesempatan itu, tim mewanti-wanti pengelola hotel agar mengurusi perizinan bila mengetahui surat izin operasional hotel sudah melewati batas waktu. Selain itu, dinas pariwisata berharap agar terus menjaga kebersihan hotel, karena itu penting sehingga orang tertarik untuk menginap.

“Dari hasil pemantauan langsung ke hotel-hotel, tim mendapatkan ada hotel yang belum menerima surat edaran terkait imbauan kegiatan selama ramadan. Hotel selama Ramadan agar selektif menerima tamu dan mematuhi prokes. Untuk rumah karaoke dan bioskop, diimbau tidak beroperasi di luar jam ketentuan di surat edaran itu,” kata Deta Irama Kasih, pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Selama Ramadan, pelaku usaha wisata seperti hotel, penginapan, restoran, rumah karaoke, bioskop, dan kafe, diminta agar tetap menjaga kesucian bulan mulia tersebut. Untuk itu, Dinas Pariwisata, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol), Satpol PP Pemkab Jember, bersama Polres Jember melakukan monitoring dan sosialisasi.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Jember Deborah Kresnowati menerangkan, monitoring tersebut tidak lain untuk mengingatkan pelaku usaha wisata, bahwa saat ini bulan Ramadan. Ia menambahkan, bagaimana pun hotel dan restoran serta tempat hiburan lain, bisa mematuhi aturan jam operasional sehingga tidak mengganggu umat Islam dalam menjalankan puasa.

“Kegiatan monitoring dimulai hari ini, Rabu (28/4) sampai tanggal 6 Mei nanti. Monitoring keliling ini sudah terjadwal. Selain itu, kami mengimbau kepada pengusaha wisata agar tetap menerapkan protokol kesehatan,” ungkap wanita kelahiran Salatiga, Jawa Tengah, itu.

Pada hari pertama, tim tersebut mendatangi hotel di kawasan Ajung dan Terminal Tawang Alun. Dalam kesempatan itu, tim mewanti-wanti pengelola hotel agar mengurusi perizinan bila mengetahui surat izin operasional hotel sudah melewati batas waktu. Selain itu, dinas pariwisata berharap agar terus menjaga kebersihan hotel, karena itu penting sehingga orang tertarik untuk menginap.

“Dari hasil pemantauan langsung ke hotel-hotel, tim mendapatkan ada hotel yang belum menerima surat edaran terkait imbauan kegiatan selama ramadan. Hotel selama Ramadan agar selektif menerima tamu dan mematuhi prokes. Untuk rumah karaoke dan bioskop, diimbau tidak beroperasi di luar jam ketentuan di surat edaran itu,” kata Deta Irama Kasih, pejabat di Dinas Pariwisata Kabupaten Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/