alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Industri Cerutu Mulai Bangkit

Pangsa Pasar Naik 30 Persen

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang berdampak ke berbagai sektor industri. Bahkan, banyak perusahaan yang terancam merugi, termasuk industri cerutu di Jember. Setelah satu bulan terakhir mandek akibat wabah, saat ini industri emas hijau itu kembali bangkit. Perlahan tapi pasti, cerutu mulai bergeliat di pasaran.

Komisaris BOSS Image Nusantara (BIN) Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, bangkitnya industri cerutu ini setelah Tiongkok membuka kembali penerimaan barang berbahan dasar daun tembakau tersebut. “Meski sekarang bangkitnya masih sekitar 30 persen,” tutur pengusaha salah satu produsen cerutu di Jember ini.

Dia mengaku, triwulan pertama 2020 adalah bulan-bulan sulit bagi industri cerutu. Apalagi di bulan Maret, ketika masa wabah korona terus mengancam dunia usaha. Kondisi itu berangsur membaik pada bulan berikutnya. Bulan April, sektor industri cerutu mulai ada harapan kembali. “Karena memang teman-teman sudah menyetok, jadi sementara ini lebih banyak dipasarkan di Indonesia dulu. Tahun lalu baru sekitar 20 persen kami kirim ke luar negeri, selebihnya ya Indonesia,” bebernya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, bangkitnya cerutu tak hanya karena kondisi pasar yang mulai membaik, tapi juga para produsen cerutu Indonesia mulai paham cara memasarkan produk mereka. “Cara jualannya dengan online. Cigar Shop Indonesia jualannya juga melalui online dan sekarang lagi gencar-gencarnya. Apalagi dengan situasi seperti sekarang ini,” imbuh Febrian.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang berdampak ke berbagai sektor industri. Bahkan, banyak perusahaan yang terancam merugi, termasuk industri cerutu di Jember. Setelah satu bulan terakhir mandek akibat wabah, saat ini industri emas hijau itu kembali bangkit. Perlahan tapi pasti, cerutu mulai bergeliat di pasaran.

Komisaris BOSS Image Nusantara (BIN) Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, bangkitnya industri cerutu ini setelah Tiongkok membuka kembali penerimaan barang berbahan dasar daun tembakau tersebut. “Meski sekarang bangkitnya masih sekitar 30 persen,” tutur pengusaha salah satu produsen cerutu di Jember ini.

Dia mengaku, triwulan pertama 2020 adalah bulan-bulan sulit bagi industri cerutu. Apalagi di bulan Maret, ketika masa wabah korona terus mengancam dunia usaha. Kondisi itu berangsur membaik pada bulan berikutnya. Bulan April, sektor industri cerutu mulai ada harapan kembali. “Karena memang teman-teman sudah menyetok, jadi sementara ini lebih banyak dipasarkan di Indonesia dulu. Tahun lalu baru sekitar 20 persen kami kirim ke luar negeri, selebihnya ya Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, bangkitnya cerutu tak hanya karena kondisi pasar yang mulai membaik, tapi juga para produsen cerutu Indonesia mulai paham cara memasarkan produk mereka. “Cara jualannya dengan online. Cigar Shop Indonesia jualannya juga melalui online dan sekarang lagi gencar-gencarnya. Apalagi dengan situasi seperti sekarang ini,” imbuh Febrian.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Pandemi Covid-19 memang berdampak ke berbagai sektor industri. Bahkan, banyak perusahaan yang terancam merugi, termasuk industri cerutu di Jember. Setelah satu bulan terakhir mandek akibat wabah, saat ini industri emas hijau itu kembali bangkit. Perlahan tapi pasti, cerutu mulai bergeliat di pasaran.

Komisaris BOSS Image Nusantara (BIN) Cigar Febrian Ananta Kahar mengatakan, bangkitnya industri cerutu ini setelah Tiongkok membuka kembali penerimaan barang berbahan dasar daun tembakau tersebut. “Meski sekarang bangkitnya masih sekitar 30 persen,” tutur pengusaha salah satu produsen cerutu di Jember ini.

Dia mengaku, triwulan pertama 2020 adalah bulan-bulan sulit bagi industri cerutu. Apalagi di bulan Maret, ketika masa wabah korona terus mengancam dunia usaha. Kondisi itu berangsur membaik pada bulan berikutnya. Bulan April, sektor industri cerutu mulai ada harapan kembali. “Karena memang teman-teman sudah menyetok, jadi sementara ini lebih banyak dipasarkan di Indonesia dulu. Tahun lalu baru sekitar 20 persen kami kirim ke luar negeri, selebihnya ya Indonesia,” bebernya.

Lebih lanjut, bangkitnya cerutu tak hanya karena kondisi pasar yang mulai membaik, tapi juga para produsen cerutu Indonesia mulai paham cara memasarkan produk mereka. “Cara jualannya dengan online. Cigar Shop Indonesia jualannya juga melalui online dan sekarang lagi gencar-gencarnya. Apalagi dengan situasi seperti sekarang ini,” imbuh Febrian.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/