alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Waspada Gelombang Mudik Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Posko Siaga Corona Virus (Poscovid) di Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) kini tidak hanya didatangi masyarakat yang ingin mendapat edukasi langsung tentang korona. Tapi juga mulai dimanfaatkan sebagai tempat konsultasi oleh mahasiswa yang ingin pulang kampung. Terutama yang melewati zona merah, seperti Surabaya dan Malang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (27/3), ada mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unej datang ke Poscovid. Memakai jaket cokelat dan bermasker, dia ingin tahu caranya pulang ke Jombang yang aman lantaran memakai bus dan melewati Terminal Purabaya, Surabaya.

“Harus pakai masker, kalau punya masker lebih didobel. Pakai jaket yang tebal. Sebelum berangkat harus makan dan istirahat cukup,” ujar dr Adelia Handoko, petugas Poscovid, kepada mahasiswa FEB yang sedang konsultasi tersebut. Dia juga mewanti-wanti agar sesampainya di rumahnya di Kabupaten Jombang, mahasiswa itu harus segera cuci tangan dan langsung ganti baju. Kemudian, makan tiga kali sehari dan minum air putih.

Mobile_AP_Rectangle 2

Adelia yang juga dosen FK Unej ini mengaku, sejak kegiatan kuliah diganti belajar di rumah atau masa belajar daring diperpanjang, maka ada kecenderungan mahasiswa yang dari luar kota itu memilih pulang. Sebab, belajar daring yang awalnya hanya dua minggu, kini menjadi satu bulan. “Karena belajar di rumah makin panjang, mahasiswa pilih pulang kampung,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Posko Siaga Corona Virus (Poscovid) di Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) kini tidak hanya didatangi masyarakat yang ingin mendapat edukasi langsung tentang korona. Tapi juga mulai dimanfaatkan sebagai tempat konsultasi oleh mahasiswa yang ingin pulang kampung. Terutama yang melewati zona merah, seperti Surabaya dan Malang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (27/3), ada mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unej datang ke Poscovid. Memakai jaket cokelat dan bermasker, dia ingin tahu caranya pulang ke Jombang yang aman lantaran memakai bus dan melewati Terminal Purabaya, Surabaya.

“Harus pakai masker, kalau punya masker lebih didobel. Pakai jaket yang tebal. Sebelum berangkat harus makan dan istirahat cukup,” ujar dr Adelia Handoko, petugas Poscovid, kepada mahasiswa FEB yang sedang konsultasi tersebut. Dia juga mewanti-wanti agar sesampainya di rumahnya di Kabupaten Jombang, mahasiswa itu harus segera cuci tangan dan langsung ganti baju. Kemudian, makan tiga kali sehari dan minum air putih.

Adelia yang juga dosen FK Unej ini mengaku, sejak kegiatan kuliah diganti belajar di rumah atau masa belajar daring diperpanjang, maka ada kecenderungan mahasiswa yang dari luar kota itu memilih pulang. Sebab, belajar daring yang awalnya hanya dua minggu, kini menjadi satu bulan. “Karena belajar di rumah makin panjang, mahasiswa pilih pulang kampung,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Posko Siaga Corona Virus (Poscovid) di Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) kini tidak hanya didatangi masyarakat yang ingin mendapat edukasi langsung tentang korona. Tapi juga mulai dimanfaatkan sebagai tempat konsultasi oleh mahasiswa yang ingin pulang kampung. Terutama yang melewati zona merah, seperti Surabaya dan Malang.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember, kemarin (27/3), ada mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Unej datang ke Poscovid. Memakai jaket cokelat dan bermasker, dia ingin tahu caranya pulang ke Jombang yang aman lantaran memakai bus dan melewati Terminal Purabaya, Surabaya.

“Harus pakai masker, kalau punya masker lebih didobel. Pakai jaket yang tebal. Sebelum berangkat harus makan dan istirahat cukup,” ujar dr Adelia Handoko, petugas Poscovid, kepada mahasiswa FEB yang sedang konsultasi tersebut. Dia juga mewanti-wanti agar sesampainya di rumahnya di Kabupaten Jombang, mahasiswa itu harus segera cuci tangan dan langsung ganti baju. Kemudian, makan tiga kali sehari dan minum air putih.

Adelia yang juga dosen FK Unej ini mengaku, sejak kegiatan kuliah diganti belajar di rumah atau masa belajar daring diperpanjang, maka ada kecenderungan mahasiswa yang dari luar kota itu memilih pulang. Sebab, belajar daring yang awalnya hanya dua minggu, kini menjadi satu bulan. “Karena belajar di rumah makin panjang, mahasiswa pilih pulang kampung,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/