alexametrics
23.5 C
Jember
Thursday, 18 August 2022

Teknis Karantina Jadi Tantangan

Butuh Kerja Sama ODR, ODP, dan Keluarganya

Mobile_AP_Rectangle 1

 

Dampingi Keluarga Pasien

 

Mobile_AP_Rectangle 2

Tantangan pelaksanaan karantina masal, khususnya pada pasien ODP, tidak sebatas pada pasien itu saja. Di luar sana, pasien yang akan dikarantina juga memiliki keluarga. Hal inilah yang menjadi bagian penting untuk diperhatikan.

Pemkab Jember dalam hal ini juga tidak bisa mengabaikan begitu saja. Dengan dikarantinanya pasien ODP, berarti keluarga juga harus siap setidaknya 14 hari untuk tidak berkumpul bersama. Untuk itu, keluarga pasien yang nantinya mungkin akan dikarantina akan mendapat pendampingan dari pemerintah.

“Apabila ini kepala keluarga meninggalkan keluarga dan sebagainya, maka pemerintah dapat memantau ekonomi di rumahnya masing-masing. Sehingga pemerintah dapat membantu ekonomi rumah tangga yang ditinggalkan,” urai Faida.

Khusus untuk keluarga pasien yang keadaan ekonominya lemah, maka pendampingan akan dilakukan. Dalam artian, pemerintah juga akan membantu semampunya. “Keluarga yang ekonominya kelas bawah, perlu pendampingan selama kepala keluarga atau tulang punggung keluarga belum bekerja,” ulasnya.

Kini, fasilitas karantina di JSG telah dipersiapkan secara matang. Apabila nanti karantina harus dilakukan, maka dibutuhkan kerja sama dari ODP. Bukan hanya itu, kerja sama juga harus dilakukan oleh keluarga orang yang ODP, sehingga rantai penyebaran Covid-19 benar-benar terputus. (nur/c2/rus)

 

- Advertisement -

 

Dampingi Keluarga Pasien

 

Tantangan pelaksanaan karantina masal, khususnya pada pasien ODP, tidak sebatas pada pasien itu saja. Di luar sana, pasien yang akan dikarantina juga memiliki keluarga. Hal inilah yang menjadi bagian penting untuk diperhatikan.

Pemkab Jember dalam hal ini juga tidak bisa mengabaikan begitu saja. Dengan dikarantinanya pasien ODP, berarti keluarga juga harus siap setidaknya 14 hari untuk tidak berkumpul bersama. Untuk itu, keluarga pasien yang nantinya mungkin akan dikarantina akan mendapat pendampingan dari pemerintah.

“Apabila ini kepala keluarga meninggalkan keluarga dan sebagainya, maka pemerintah dapat memantau ekonomi di rumahnya masing-masing. Sehingga pemerintah dapat membantu ekonomi rumah tangga yang ditinggalkan,” urai Faida.

Khusus untuk keluarga pasien yang keadaan ekonominya lemah, maka pendampingan akan dilakukan. Dalam artian, pemerintah juga akan membantu semampunya. “Keluarga yang ekonominya kelas bawah, perlu pendampingan selama kepala keluarga atau tulang punggung keluarga belum bekerja,” ulasnya.

Kini, fasilitas karantina di JSG telah dipersiapkan secara matang. Apabila nanti karantina harus dilakukan, maka dibutuhkan kerja sama dari ODP. Bukan hanya itu, kerja sama juga harus dilakukan oleh keluarga orang yang ODP, sehingga rantai penyebaran Covid-19 benar-benar terputus. (nur/c2/rus)

 

 

Dampingi Keluarga Pasien

 

Tantangan pelaksanaan karantina masal, khususnya pada pasien ODP, tidak sebatas pada pasien itu saja. Di luar sana, pasien yang akan dikarantina juga memiliki keluarga. Hal inilah yang menjadi bagian penting untuk diperhatikan.

Pemkab Jember dalam hal ini juga tidak bisa mengabaikan begitu saja. Dengan dikarantinanya pasien ODP, berarti keluarga juga harus siap setidaknya 14 hari untuk tidak berkumpul bersama. Untuk itu, keluarga pasien yang nantinya mungkin akan dikarantina akan mendapat pendampingan dari pemerintah.

“Apabila ini kepala keluarga meninggalkan keluarga dan sebagainya, maka pemerintah dapat memantau ekonomi di rumahnya masing-masing. Sehingga pemerintah dapat membantu ekonomi rumah tangga yang ditinggalkan,” urai Faida.

Khusus untuk keluarga pasien yang keadaan ekonominya lemah, maka pendampingan akan dilakukan. Dalam artian, pemerintah juga akan membantu semampunya. “Keluarga yang ekonominya kelas bawah, perlu pendampingan selama kepala keluarga atau tulang punggung keluarga belum bekerja,” ulasnya.

Kini, fasilitas karantina di JSG telah dipersiapkan secara matang. Apabila nanti karantina harus dilakukan, maka dibutuhkan kerja sama dari ODP. Bukan hanya itu, kerja sama juga harus dilakukan oleh keluarga orang yang ODP, sehingga rantai penyebaran Covid-19 benar-benar terputus. (nur/c2/rus)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/