alexametrics
26.2 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Trotoar Beralih Fungsi

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah PKL yang semakin maju dalam menguasai trotoar serta mencaplok pinggir jalan terkesan dibiarkan. Bahkan, selama beberapa tahun terakhir penertiban pedagang nyaris tidak dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Padahal, PKL sudah semakin maju di depan trotoar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penertiban PKL di sejumlah lokasi kerap dilakukan agar mereka tidak menguasai trotoar serta tidak berjualan di depan trotoar. Saat itu, Satpol PP Jember pun rutin melakukan kontrol serta memasang imbauan di sejumlah lokasi agar pedagang tidak berjualan di atas trotoar.

Sayangnya, kondisi itu berbeda. Akibatnya, banyak pedagang yang dengan santai jualan di trotoar bahkan di depannya, tanpa batas waktu ataupun larangan. Bebasnya orang berdagang di atas trotoar juga terlihat di Jalan Kalimantan, Mastrip, serta di lokasi lain. Akibatnya, sebagian besar trotoar sudah beralih fungsi. Bukan lagi menjadi fasilitas umum, melainkan menjadi tempat yang dikuasai pedagang. Pejalan kaki pun harus lewat di jalan aspal. Para pedagang pun seakan cuek dan merasa nyaman.

Mobile_AP_Rectangle 2

Suryadi, warga asal Sukorejo, mengaku heran dengan petugas Satpol PP karena beberapa tahun ini tidak ada penertiban PKL. Baik PKL yang ada di Jalan Jawa, Kalimantan, Mastrip, depan Pasar Sabtuan, maupun di beberapa lokasi lain. “Apakah trotoar memang disediakan untuk lapak pedagang?” tanya Suryadi, keheranan.

Sementara itu, Ulfia, salah satu PKL di depan Gedung DPRD, mengaku sudah bertahun-tahun menjadi pedagang. Para pedagang sejauh ini hanya mendapat surat dari satpam untuk libur jualan apabila ada demonstrasi, selebihnya tidak.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah PKL yang semakin maju dalam menguasai trotoar serta mencaplok pinggir jalan terkesan dibiarkan. Bahkan, selama beberapa tahun terakhir penertiban pedagang nyaris tidak dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Padahal, PKL sudah semakin maju di depan trotoar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penertiban PKL di sejumlah lokasi kerap dilakukan agar mereka tidak menguasai trotoar serta tidak berjualan di depan trotoar. Saat itu, Satpol PP Jember pun rutin melakukan kontrol serta memasang imbauan di sejumlah lokasi agar pedagang tidak berjualan di atas trotoar.

Sayangnya, kondisi itu berbeda. Akibatnya, banyak pedagang yang dengan santai jualan di trotoar bahkan di depannya, tanpa batas waktu ataupun larangan. Bebasnya orang berdagang di atas trotoar juga terlihat di Jalan Kalimantan, Mastrip, serta di lokasi lain. Akibatnya, sebagian besar trotoar sudah beralih fungsi. Bukan lagi menjadi fasilitas umum, melainkan menjadi tempat yang dikuasai pedagang. Pejalan kaki pun harus lewat di jalan aspal. Para pedagang pun seakan cuek dan merasa nyaman.

Suryadi, warga asal Sukorejo, mengaku heran dengan petugas Satpol PP karena beberapa tahun ini tidak ada penertiban PKL. Baik PKL yang ada di Jalan Jawa, Kalimantan, Mastrip, depan Pasar Sabtuan, maupun di beberapa lokasi lain. “Apakah trotoar memang disediakan untuk lapak pedagang?” tanya Suryadi, keheranan.

Sementara itu, Ulfia, salah satu PKL di depan Gedung DPRD, mengaku sudah bertahun-tahun menjadi pedagang. Para pedagang sejauh ini hanya mendapat surat dari satpam untuk libur jualan apabila ada demonstrasi, selebihnya tidak.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Sejumlah PKL yang semakin maju dalam menguasai trotoar serta mencaplok pinggir jalan terkesan dibiarkan. Bahkan, selama beberapa tahun terakhir penertiban pedagang nyaris tidak dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Padahal, PKL sudah semakin maju di depan trotoar.

Penelusuran Jawa Pos Radar Jember, penertiban PKL di sejumlah lokasi kerap dilakukan agar mereka tidak menguasai trotoar serta tidak berjualan di depan trotoar. Saat itu, Satpol PP Jember pun rutin melakukan kontrol serta memasang imbauan di sejumlah lokasi agar pedagang tidak berjualan di atas trotoar.

Sayangnya, kondisi itu berbeda. Akibatnya, banyak pedagang yang dengan santai jualan di trotoar bahkan di depannya, tanpa batas waktu ataupun larangan. Bebasnya orang berdagang di atas trotoar juga terlihat di Jalan Kalimantan, Mastrip, serta di lokasi lain. Akibatnya, sebagian besar trotoar sudah beralih fungsi. Bukan lagi menjadi fasilitas umum, melainkan menjadi tempat yang dikuasai pedagang. Pejalan kaki pun harus lewat di jalan aspal. Para pedagang pun seakan cuek dan merasa nyaman.

Suryadi, warga asal Sukorejo, mengaku heran dengan petugas Satpol PP karena beberapa tahun ini tidak ada penertiban PKL. Baik PKL yang ada di Jalan Jawa, Kalimantan, Mastrip, depan Pasar Sabtuan, maupun di beberapa lokasi lain. “Apakah trotoar memang disediakan untuk lapak pedagang?” tanya Suryadi, keheranan.

Sementara itu, Ulfia, salah satu PKL di depan Gedung DPRD, mengaku sudah bertahun-tahun menjadi pedagang. Para pedagang sejauh ini hanya mendapat surat dari satpam untuk libur jualan apabila ada demonstrasi, selebihnya tidak.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/