alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Jam Terbang Tinggi, Jurnalis Divaksin

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pekerjaan yang memiliki jam terbang tinggi adalah jurnalis. Hampir tidak ada patokan waktu, kapan harus masuk kerja dan kapan pulang ke rumah. Banyaknya aktivitas tersebut, membuat Satgas penanganan coronavirus disease (covid) 2019) menjadwal vaksinasi wartawan tahap kedua seperti dilangsungkan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, kemarin (27/2).

Pola hidup jurnalis tidak kalah sibuk dengan para pegawai, sehingga layak untuk masuk daftar sasaran vaksinasi. Apalagi, dalam kurun waktu sehari, jurnalis bisa bertemu dengan beberapa orang yang berbeda. Tuntutan profesi mengharuskan peliputan paling utama turun langsung, mendapat sumber valid, demi menyajikan pemberitaan yang tidak asal alias hoax.

Untuk itu lah, vaksinasi jurnalis pada gelombang kedua dinilai pas, karena mereka bersinggungan langsung dengan narasumber. Mulai dari bupati sampai kepada masyarakat umum di lapangan. “Setelah tenaga medis, tenaga layanan umum, para pegawai, para tokoh, jurnalis masuk urutan berikutnya. Ini penting karena jurnalis banyak mewawancarai para pejabat yang lebih dulu divaksin,” kata Plt Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pekerjaan yang memiliki jam terbang tinggi adalah jurnalis. Hampir tidak ada patokan waktu, kapan harus masuk kerja dan kapan pulang ke rumah. Banyaknya aktivitas tersebut, membuat Satgas penanganan coronavirus disease (covid) 2019) menjadwal vaksinasi wartawan tahap kedua seperti dilangsungkan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, kemarin (27/2).

Pola hidup jurnalis tidak kalah sibuk dengan para pegawai, sehingga layak untuk masuk daftar sasaran vaksinasi. Apalagi, dalam kurun waktu sehari, jurnalis bisa bertemu dengan beberapa orang yang berbeda. Tuntutan profesi mengharuskan peliputan paling utama turun langsung, mendapat sumber valid, demi menyajikan pemberitaan yang tidak asal alias hoax.

Untuk itu lah, vaksinasi jurnalis pada gelombang kedua dinilai pas, karena mereka bersinggungan langsung dengan narasumber. Mulai dari bupati sampai kepada masyarakat umum di lapangan. “Setelah tenaga medis, tenaga layanan umum, para pegawai, para tokoh, jurnalis masuk urutan berikutnya. Ini penting karena jurnalis banyak mewawancarai para pejabat yang lebih dulu divaksin,” kata Plt Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Salah satu pekerjaan yang memiliki jam terbang tinggi adalah jurnalis. Hampir tidak ada patokan waktu, kapan harus masuk kerja dan kapan pulang ke rumah. Banyaknya aktivitas tersebut, membuat Satgas penanganan coronavirus disease (covid) 2019) menjadwal vaksinasi wartawan tahap kedua seperti dilangsungkan di Aula PB Soedirman Pemkab Jember, kemarin (27/2).

Pola hidup jurnalis tidak kalah sibuk dengan para pegawai, sehingga layak untuk masuk daftar sasaran vaksinasi. Apalagi, dalam kurun waktu sehari, jurnalis bisa bertemu dengan beberapa orang yang berbeda. Tuntutan profesi mengharuskan peliputan paling utama turun langsung, mendapat sumber valid, demi menyajikan pemberitaan yang tidak asal alias hoax.

Untuk itu lah, vaksinasi jurnalis pada gelombang kedua dinilai pas, karena mereka bersinggungan langsung dengan narasumber. Mulai dari bupati sampai kepada masyarakat umum di lapangan. “Setelah tenaga medis, tenaga layanan umum, para pegawai, para tokoh, jurnalis masuk urutan berikutnya. Ini penting karena jurnalis banyak mewawancarai para pejabat yang lebih dulu divaksin,” kata Plt Gatot Triyono, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemkab Jember.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/