alexametrics
26.4 C
Jember
Sunday, 26 June 2022

Buat Jembatan dari Bambu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya jembatan di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Sabtu (21/2) malam lalu, membuat warga setempat harus memutar hingga dua sampai tiga kilometer untuk bisa beraktivitas. Karena itu, warga nekat membangun jembatan dari bambu untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Warga secara gotong royong membuat jembatan dari bambu, agar orang tua yang ingin mengantar anaknya sekolah dan pergi ke sawah tidak memutar lebih jauh. Jembatan bambu di pasang di atas fondasi dan dihubungkan dengan bagian jembatan yang ambruk. Sebab, sejak ambrol, orang tua yang mengantar anaknya sekolah harus memutar yang lebih jauh.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Warga yang tidak berani naik motor terpaksa turun dan menuntun sepeda motornya. Kalau yang berani langsung motornya dinaiki. “Tetapi rata-rata pengendara berani naik di atas jembatan darurat tersebut,” ujar Mudofar Imam, salah satu warga.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya jembatan di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Sabtu (21/2) malam lalu, membuat warga setempat harus memutar hingga dua sampai tiga kilometer untuk bisa beraktivitas. Karena itu, warga nekat membangun jembatan dari bambu untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Warga secara gotong royong membuat jembatan dari bambu, agar orang tua yang ingin mengantar anaknya sekolah dan pergi ke sawah tidak memutar lebih jauh. Jembatan bambu di pasang di atas fondasi dan dihubungkan dengan bagian jembatan yang ambruk. Sebab, sejak ambrol, orang tua yang mengantar anaknya sekolah harus memutar yang lebih jauh.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Warga yang tidak berani naik motor terpaksa turun dan menuntun sepeda motornya. Kalau yang berani langsung motornya dinaiki. “Tetapi rata-rata pengendara berani naik di atas jembatan darurat tersebut,” ujar Mudofar Imam, salah satu warga.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Ambrolnya jembatan di Dusun Gendir, Desa Klungkung, Kecamatan Sukorambi, Sabtu (21/2) malam lalu, membuat warga setempat harus memutar hingga dua sampai tiga kilometer untuk bisa beraktivitas. Karena itu, warga nekat membangun jembatan dari bambu untuk pejalan kaki dan pengguna sepeda motor.

Warga secara gotong royong membuat jembatan dari bambu, agar orang tua yang ingin mengantar anaknya sekolah dan pergi ke sawah tidak memutar lebih jauh. Jembatan bambu di pasang di atas fondasi dan dihubungkan dengan bagian jembatan yang ambruk. Sebab, sejak ambrol, orang tua yang mengantar anaknya sekolah harus memutar yang lebih jauh.

Kondisi ini tentu sangat berbahaya. Warga yang tidak berani naik motor terpaksa turun dan menuntun sepeda motornya. Kalau yang berani langsung motornya dinaiki. “Tetapi rata-rata pengendara berani naik di atas jembatan darurat tersebut,” ujar Mudofar Imam, salah satu warga.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/