alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Khawatir Bakal Terjadi Banjir

Air Sungai Sanenrejo Mulai Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

Amblasnya bronjong sepanjang 15 meter ini juga membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai waswas. “Kami khawatir karena setiap sungai banjir, air akan melompat di atas bronjong,” pungkasnya.

Rumah Suryati menjadi yang terdampak. Halaman yang biasanya dijadikan tempat menjemur hasil panen terkikis sampai hampir habis. Bahkan, fondasi teras rumahnya juga ikut ambrol dan hanya tersisa penyangganya. Perempuan 45 tahun ini mengaku, dirinya tetap bertahan di rumah itu karena memang tidak ada tempat lain yang bisa ditinggali. “Setiap sungai banjir, saya tetap tinggal di rumah. Paling hanya keluar saja di teras untuk melihat air yang mulai naik,” ucapnya.

Besarnya air Sungai Sanenrejo juga terlihat di Bendungan Dam Rejo (BDR) di Dusun Mandilis. Menurut Holip, 50, warga setempat, jika ketinggian air di Dam Rejo sudah mencapai ambang batas, maka di bagian hilir harus siap-siap karena akan kebanjiran. Biasanya yang terdampak dari besarnya Sungai Sanenrejo ini adalah wilayah Kebun Kalisanen, dan Dusun Curah Lele, Desa Wonoasri.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, besarnya arus sungai rupanya dianggap berkah bagi sebagian warga yang lain. Sejak pagi, mereka datang ke pinggir sungai untuk melihat situasi. Siapa tahu ada benda yang hanyut, seperti potongan kayu hutan yang terbawa banjir. Bahkan, terlihat ada warga yang nekat melompat ke sungai ketika ada pohon hanyut. Kayu itu selanjutnya diseret ke atas kanal untuk dibawa pulang. “Sebagian warga di sini kalau air mulai naik, banyak yang datang,” kata Sutopo, warga setempat

- Advertisement -

Amblasnya bronjong sepanjang 15 meter ini juga membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai waswas. “Kami khawatir karena setiap sungai banjir, air akan melompat di atas bronjong,” pungkasnya.

Rumah Suryati menjadi yang terdampak. Halaman yang biasanya dijadikan tempat menjemur hasil panen terkikis sampai hampir habis. Bahkan, fondasi teras rumahnya juga ikut ambrol dan hanya tersisa penyangganya. Perempuan 45 tahun ini mengaku, dirinya tetap bertahan di rumah itu karena memang tidak ada tempat lain yang bisa ditinggali. “Setiap sungai banjir, saya tetap tinggal di rumah. Paling hanya keluar saja di teras untuk melihat air yang mulai naik,” ucapnya.

Besarnya air Sungai Sanenrejo juga terlihat di Bendungan Dam Rejo (BDR) di Dusun Mandilis. Menurut Holip, 50, warga setempat, jika ketinggian air di Dam Rejo sudah mencapai ambang batas, maka di bagian hilir harus siap-siap karena akan kebanjiran. Biasanya yang terdampak dari besarnya Sungai Sanenrejo ini adalah wilayah Kebun Kalisanen, dan Dusun Curah Lele, Desa Wonoasri.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, besarnya arus sungai rupanya dianggap berkah bagi sebagian warga yang lain. Sejak pagi, mereka datang ke pinggir sungai untuk melihat situasi. Siapa tahu ada benda yang hanyut, seperti potongan kayu hutan yang terbawa banjir. Bahkan, terlihat ada warga yang nekat melompat ke sungai ketika ada pohon hanyut. Kayu itu selanjutnya diseret ke atas kanal untuk dibawa pulang. “Sebagian warga di sini kalau air mulai naik, banyak yang datang,” kata Sutopo, warga setempat

Amblasnya bronjong sepanjang 15 meter ini juga membuat warga yang rumahnya berdekatan dengan sungai waswas. “Kami khawatir karena setiap sungai banjir, air akan melompat di atas bronjong,” pungkasnya.

Rumah Suryati menjadi yang terdampak. Halaman yang biasanya dijadikan tempat menjemur hasil panen terkikis sampai hampir habis. Bahkan, fondasi teras rumahnya juga ikut ambrol dan hanya tersisa penyangganya. Perempuan 45 tahun ini mengaku, dirinya tetap bertahan di rumah itu karena memang tidak ada tempat lain yang bisa ditinggali. “Setiap sungai banjir, saya tetap tinggal di rumah. Paling hanya keluar saja di teras untuk melihat air yang mulai naik,” ucapnya.

Besarnya air Sungai Sanenrejo juga terlihat di Bendungan Dam Rejo (BDR) di Dusun Mandilis. Menurut Holip, 50, warga setempat, jika ketinggian air di Dam Rejo sudah mencapai ambang batas, maka di bagian hilir harus siap-siap karena akan kebanjiran. Biasanya yang terdampak dari besarnya Sungai Sanenrejo ini adalah wilayah Kebun Kalisanen, dan Dusun Curah Lele, Desa Wonoasri.

Pantauan Jawa Pos Radar Jember di lokasi, besarnya arus sungai rupanya dianggap berkah bagi sebagian warga yang lain. Sejak pagi, mereka datang ke pinggir sungai untuk melihat situasi. Siapa tahu ada benda yang hanyut, seperti potongan kayu hutan yang terbawa banjir. Bahkan, terlihat ada warga yang nekat melompat ke sungai ketika ada pohon hanyut. Kayu itu selanjutnya diseret ke atas kanal untuk dibawa pulang. “Sebagian warga di sini kalau air mulai naik, banyak yang datang,” kata Sutopo, warga setempat

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/