alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Khawatir Bakal Terjadi Banjir

Air Sungai Sanenrejo Mulai Naik

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, mulai khawatir dengan derasnya hujan yang terjadi sejak Selasa (26/1) sore hingga Rabu (27/1) pagi. Sebab, air sungai yang melintas di kawasan setempat mulai naik mulai pukul 02.00 dini hari, kemarin.

Sejak air sungai naik, warga sekitar keluar menuju sungai yang tidak jauh dari perkampungan itu. Mereka memastikan bahwa besarnya arus tak sampai menimbulkan bencana. Selain itu, juga mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir. “Karena ketinggian air sungai hanya tinggal satu meter dari tumpukan bronjong yang dipasang,” kata Wahyudi, 65, warga setempat.

Meski tak sampai menimbulkan banjir di perkampungan, tapi besarnya air sungai itu menghanyutkan dan merusak tanaman warga yang ada di pinggir kanal. Seperti pohon pisang, jagung, ketela, dan kacang tanah. Bahkan, dua pohon berukuran besar juga roboh karena akarnya tergerus arus. Tak hanya itu, besarnya air juga mengakibatkan bronjong penangkis sungai ikut amblas. “Karena bagian bawahnya tergerus, jadi ambles,” ucapnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Warga pun meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar bronjong yang amblas itu segera diperbaiki. Mereka juga menyarankan agar bronjong penahan tanggul sungai itu juga dipasangi paku bumi atau tiang pancang agar lebih kuat menahan arus ketika air sungai membesar. “Karena kalau sudah banjir, arus sungai cukup deras,” ujar Wahyudi.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, mulai khawatir dengan derasnya hujan yang terjadi sejak Selasa (26/1) sore hingga Rabu (27/1) pagi. Sebab, air sungai yang melintas di kawasan setempat mulai naik mulai pukul 02.00 dini hari, kemarin.

Sejak air sungai naik, warga sekitar keluar menuju sungai yang tidak jauh dari perkampungan itu. Mereka memastikan bahwa besarnya arus tak sampai menimbulkan bencana. Selain itu, juga mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir. “Karena ketinggian air sungai hanya tinggal satu meter dari tumpukan bronjong yang dipasang,” kata Wahyudi, 65, warga setempat.

Meski tak sampai menimbulkan banjir di perkampungan, tapi besarnya air sungai itu menghanyutkan dan merusak tanaman warga yang ada di pinggir kanal. Seperti pohon pisang, jagung, ketela, dan kacang tanah. Bahkan, dua pohon berukuran besar juga roboh karena akarnya tergerus arus. Tak hanya itu, besarnya air juga mengakibatkan bronjong penangkis sungai ikut amblas. “Karena bagian bawahnya tergerus, jadi ambles,” ucapnya.

Warga pun meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar bronjong yang amblas itu segera diperbaiki. Mereka juga menyarankan agar bronjong penahan tanggul sungai itu juga dipasangi paku bumi atau tiang pancang agar lebih kuat menahan arus ketika air sungai membesar. “Karena kalau sudah banjir, arus sungai cukup deras,” ujar Wahyudi.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Warga Dusun Mandilis, Desa Sanenrejo, Kecamatan Tempurejo, mulai khawatir dengan derasnya hujan yang terjadi sejak Selasa (26/1) sore hingga Rabu (27/1) pagi. Sebab, air sungai yang melintas di kawasan setempat mulai naik mulai pukul 02.00 dini hari, kemarin.

Sejak air sungai naik, warga sekitar keluar menuju sungai yang tidak jauh dari perkampungan itu. Mereka memastikan bahwa besarnya arus tak sampai menimbulkan bencana. Selain itu, juga mengantisipasi jika sewaktu-waktu terjadi banjir. “Karena ketinggian air sungai hanya tinggal satu meter dari tumpukan bronjong yang dipasang,” kata Wahyudi, 65, warga setempat.

Meski tak sampai menimbulkan banjir di perkampungan, tapi besarnya air sungai itu menghanyutkan dan merusak tanaman warga yang ada di pinggir kanal. Seperti pohon pisang, jagung, ketela, dan kacang tanah. Bahkan, dua pohon berukuran besar juga roboh karena akarnya tergerus arus. Tak hanya itu, besarnya air juga mengakibatkan bronjong penangkis sungai ikut amblas. “Karena bagian bawahnya tergerus, jadi ambles,” ucapnya.

Warga pun meminta pemerintah segera mengambil langkah cepat agar bronjong yang amblas itu segera diperbaiki. Mereka juga menyarankan agar bronjong penahan tanggul sungai itu juga dipasangi paku bumi atau tiang pancang agar lebih kuat menahan arus ketika air sungai membesar. “Karena kalau sudah banjir, arus sungai cukup deras,” ujar Wahyudi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/