alexametrics
24 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Pembatasan Ketat Selama Tahun Baru di Jember

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru 2022, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa pihaknya tidak memperkenankan masyarakat mengunjungi tempat wisata. Hal ini dilakukan demi antisipasi penyebaran Covid-19 serta risiko paparan virus varian Omicron yang mulai masuk ke Indonesia.

Bentuk antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya pembatasan jumlah pengunjung wisata, pembatasan jalan, serta dilakukannya pengawasan satgas Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Sebenarnya mulai sekarang sudah dilakukan pembatasan. Tapi, akan kami pertegas bahwa tanggal 31 wisata benar-benar kami batasi,” ungkapnya.

Peraturan pembatasan tersebut, menurut dia, telah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Namun, pemberlakuan jumlah pembatasannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain mencegah penyebaran virus Omicron, Hendy menyebut, pihaknya juga mengantisipasi kepulangan pekerja migran yang hendak pulang ke Jember. Sebab, mereka sangat berisiko tertular atau membawa virus.

“Ada pembatasan ini karena ada virus varian baru, dan sebagian migran pulang. Kita tidak tahu saat mereka pulang itu habis dari mana saja. Meski sudah dinyatakan negatif, karantinanya apakah mereka sudah benar atau tidak,” katanya.

Pembatasan dan upaya vaksinasi kembali digenjot pada akhir tahun ini. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas isoter sebagai bentuk kesiapsiagaan jika ada warga yang membutuhkannya untuk dikarantina.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru 2022, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa pihaknya tidak memperkenankan masyarakat mengunjungi tempat wisata. Hal ini dilakukan demi antisipasi penyebaran Covid-19 serta risiko paparan virus varian Omicron yang mulai masuk ke Indonesia.

Bentuk antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya pembatasan jumlah pengunjung wisata, pembatasan jalan, serta dilakukannya pengawasan satgas Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Sebenarnya mulai sekarang sudah dilakukan pembatasan. Tapi, akan kami pertegas bahwa tanggal 31 wisata benar-benar kami batasi,” ungkapnya.

Peraturan pembatasan tersebut, menurut dia, telah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Namun, pemberlakuan jumlah pembatasannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Selain mencegah penyebaran virus Omicron, Hendy menyebut, pihaknya juga mengantisipasi kepulangan pekerja migran yang hendak pulang ke Jember. Sebab, mereka sangat berisiko tertular atau membawa virus.

“Ada pembatasan ini karena ada virus varian baru, dan sebagian migran pulang. Kita tidak tahu saat mereka pulang itu habis dari mana saja. Meski sudah dinyatakan negatif, karantinanya apakah mereka sudah benar atau tidak,” katanya.

Pembatasan dan upaya vaksinasi kembali digenjot pada akhir tahun ini. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas isoter sebagai bentuk kesiapsiagaan jika ada warga yang membutuhkannya untuk dikarantina.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang tahun baru 2022, Bupati Jember Hendy Siswanto menegaskan bahwa pihaknya tidak memperkenankan masyarakat mengunjungi tempat wisata. Hal ini dilakukan demi antisipasi penyebaran Covid-19 serta risiko paparan virus varian Omicron yang mulai masuk ke Indonesia.

Bentuk antisipasi tersebut dilakukan dengan adanya pembatasan jumlah pengunjung wisata, pembatasan jalan, serta dilakukannya pengawasan satgas Covid-19 di tempat-tempat wisata. “Sebenarnya mulai sekarang sudah dilakukan pembatasan. Tapi, akan kami pertegas bahwa tanggal 31 wisata benar-benar kami batasi,” ungkapnya.

Peraturan pembatasan tersebut, menurut dia, telah sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri). Namun, pemberlakuan jumlah pembatasannya disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

Selain mencegah penyebaran virus Omicron, Hendy menyebut, pihaknya juga mengantisipasi kepulangan pekerja migran yang hendak pulang ke Jember. Sebab, mereka sangat berisiko tertular atau membawa virus.

“Ada pembatasan ini karena ada virus varian baru, dan sebagian migran pulang. Kita tidak tahu saat mereka pulang itu habis dari mana saja. Meski sudah dinyatakan negatif, karantinanya apakah mereka sudah benar atau tidak,” katanya.

Pembatasan dan upaya vaksinasi kembali digenjot pada akhir tahun ini. Bahkan, pihaknya juga menyiapkan fasilitas isoter sebagai bentuk kesiapsiagaan jika ada warga yang membutuhkannya untuk dikarantina.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/