alexametrics
29.5 C
Jember
Wednesday, 10 August 2022

Mie Jawa Pak Gundul

Mobile_AP_Rectangle 1

DI SEBUAH gang sempit dan gelap, santapan lezat dan menggoyang lidah itu muncul. Tepatnya di gang 9 Jl. Trunojoyo itulah lokasi Mie Jawa Pak Gundul. Sepintas gerobak jualannya lebih kecil dengan gerobak penjual mi pada umumnya.

Ketika dilihat lebih dekat, ada yang unik. Tidak ada suara kompor jos khas penjual mi goreng. Sebab, untuk memasak nasi atau mi, si empunya warung memakai arang. Wajan penggorengan yang dipakai lebih kecil dari biasanya.

Cara masaknya sama dengan lainnya. Namun, bumbunya khas. Bumbu halus yang sudah ditumis dimasukan ke wajan. Mi dan sayuran seperti kubis, sawi, hingga tauge dimasukkan. Cabai merah besar yang sudah ditumbuk dimasukkan bersama bumbu. Sebagai penutupan, kuah kaldu ayam disiramkan dan dimasak hingga meresap ke mi. “Kaldu ayam diberi bumbu seperti bumbu soto,” kata M Hoji, pemilik warung.

- Advertisement -

DI SEBUAH gang sempit dan gelap, santapan lezat dan menggoyang lidah itu muncul. Tepatnya di gang 9 Jl. Trunojoyo itulah lokasi Mie Jawa Pak Gundul. Sepintas gerobak jualannya lebih kecil dengan gerobak penjual mi pada umumnya.

Ketika dilihat lebih dekat, ada yang unik. Tidak ada suara kompor jos khas penjual mi goreng. Sebab, untuk memasak nasi atau mi, si empunya warung memakai arang. Wajan penggorengan yang dipakai lebih kecil dari biasanya.

Cara masaknya sama dengan lainnya. Namun, bumbunya khas. Bumbu halus yang sudah ditumis dimasukan ke wajan. Mi dan sayuran seperti kubis, sawi, hingga tauge dimasukkan. Cabai merah besar yang sudah ditumbuk dimasukkan bersama bumbu. Sebagai penutupan, kuah kaldu ayam disiramkan dan dimasak hingga meresap ke mi. “Kaldu ayam diberi bumbu seperti bumbu soto,” kata M Hoji, pemilik warung.

DI SEBUAH gang sempit dan gelap, santapan lezat dan menggoyang lidah itu muncul. Tepatnya di gang 9 Jl. Trunojoyo itulah lokasi Mie Jawa Pak Gundul. Sepintas gerobak jualannya lebih kecil dengan gerobak penjual mi pada umumnya.

Ketika dilihat lebih dekat, ada yang unik. Tidak ada suara kompor jos khas penjual mi goreng. Sebab, untuk memasak nasi atau mi, si empunya warung memakai arang. Wajan penggorengan yang dipakai lebih kecil dari biasanya.

Cara masaknya sama dengan lainnya. Namun, bumbunya khas. Bumbu halus yang sudah ditumis dimasukan ke wajan. Mi dan sayuran seperti kubis, sawi, hingga tauge dimasukkan. Cabai merah besar yang sudah ditumbuk dimasukkan bersama bumbu. Sebagai penutupan, kuah kaldu ayam disiramkan dan dimasak hingga meresap ke mi. “Kaldu ayam diberi bumbu seperti bumbu soto,” kata M Hoji, pemilik warung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/