alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Mangkir, Aplikator Galvalum Buron

Kasus Ambruknya Bangunan Pendapa di Jenggawah

Mobile_AP_Rectangle 1

Informasi yang berhasil dihimpun, WW merupakan seorang pekerja di PT Abrekon. Pria itu disebut-sebut sebagai aplikator baja ringan atau tenaga ahli bersertifikat dalam hal merancang pemasangan galvalum. Kerangka atap yang ambruk di Jenggawah itulah yang diduga dirancang oleh WW.

WW ditetapkan sebagai buron terkait dugaan tindak pidana umum berupa kealpaan atau kelalaian. Dia dijerat dengan Pasal 360 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun. “DPO masih satu orang,” imbuh Alfian.

Sebelumnya diberitakan bahwa ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah menimpa seorang kuli angkut semen, Mohamad Hafid, 25, warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Sementara itu, proyek yang dianggarkan Rp 2 miliar lebih tersebut diduga salah perencanaan sejak awal. Sebab, konsultan perencanaannya ditengarai berinisial FR. Pria misterius ini meminjam bendera CV Menara Cipta Graha dengan Direktur Pujo Santoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sejauh ini, polisi masih menyelidiki ihwal kelalaian dan hanya dijerat dengan pasal pidana umum. Sementara, untuk kasus dugaan korupsi hingga kini belum ada kabar kapan akan diusut.

- Advertisement -

Informasi yang berhasil dihimpun, WW merupakan seorang pekerja di PT Abrekon. Pria itu disebut-sebut sebagai aplikator baja ringan atau tenaga ahli bersertifikat dalam hal merancang pemasangan galvalum. Kerangka atap yang ambruk di Jenggawah itulah yang diduga dirancang oleh WW.

WW ditetapkan sebagai buron terkait dugaan tindak pidana umum berupa kealpaan atau kelalaian. Dia dijerat dengan Pasal 360 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun. “DPO masih satu orang,” imbuh Alfian.

Sebelumnya diberitakan bahwa ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah menimpa seorang kuli angkut semen, Mohamad Hafid, 25, warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Sementara itu, proyek yang dianggarkan Rp 2 miliar lebih tersebut diduga salah perencanaan sejak awal. Sebab, konsultan perencanaannya ditengarai berinisial FR. Pria misterius ini meminjam bendera CV Menara Cipta Graha dengan Direktur Pujo Santoso.

Sejauh ini, polisi masih menyelidiki ihwal kelalaian dan hanya dijerat dengan pasal pidana umum. Sementara, untuk kasus dugaan korupsi hingga kini belum ada kabar kapan akan diusut.

Informasi yang berhasil dihimpun, WW merupakan seorang pekerja di PT Abrekon. Pria itu disebut-sebut sebagai aplikator baja ringan atau tenaga ahli bersertifikat dalam hal merancang pemasangan galvalum. Kerangka atap yang ambruk di Jenggawah itulah yang diduga dirancang oleh WW.

WW ditetapkan sebagai buron terkait dugaan tindak pidana umum berupa kealpaan atau kelalaian. Dia dijerat dengan Pasal 360 KUHP dengan ancaman pidana paling lama lima tahun. “DPO masih satu orang,” imbuh Alfian.

Sebelumnya diberitakan bahwa ambruknya bangunan di Kantor Kecamatan Jenggawah menimpa seorang kuli angkut semen, Mohamad Hafid, 25, warga Desa Jubung, Kecamatan Sukorambi. Sementara itu, proyek yang dianggarkan Rp 2 miliar lebih tersebut diduga salah perencanaan sejak awal. Sebab, konsultan perencanaannya ditengarai berinisial FR. Pria misterius ini meminjam bendera CV Menara Cipta Graha dengan Direktur Pujo Santoso.

Sejauh ini, polisi masih menyelidiki ihwal kelalaian dan hanya dijerat dengan pasal pidana umum. Sementara, untuk kasus dugaan korupsi hingga kini belum ada kabar kapan akan diusut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/