alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Mangkir, Aplikator Galvalum Buron

Kasus Ambruknya Bangunan Pendapa di Jenggawah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polres Jember terus mengusut kasus ambruknya proyek pembangunan pendapa di Kantor Kecamatan Jenggawah. Dari hasil penyelidikan, seorang pria berinisial WW ditetapkan sebagai buron. Pekerja PT Andaya Breka Konstruksi (Abrekon) itu dinilai tidak kooperatif hingga namanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, penetapan tersebut setelah penyidik melakukan serangkaian proses. Seperti memanggil sejumlah saksi guna dimintai keterangan terkait ambruknya bangunan di Jenggawah. Nama WW pun menjadi salah satu saksi yang dipanggil untuk didengar keterangannya.

Rupanya, WW selalu mangkir ketika dipanggil penyidik. Polisi melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada WW untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, dia selalu tak acuh dengan panggilan itu. “Ada saksi yang kami panggil. Dua kali tidak memberikan keterangan, kepastian, dan tidak hadir,” kata Alfian, kemarin (26/12).

Mobile_AP_Rectangle 2

Terlebih, mangkirnya WW tanpa memberi kepastian dan alasan yang jelas, sehingga polisi melakukan langkah berikutnya. Nama WW dimasukkan dalam DPO. “Nanti akan kami lakukan upaya paksa agar memberikan keterangan kejadian di Kecamatan Jenggawah,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polres Jember terus mengusut kasus ambruknya proyek pembangunan pendapa di Kantor Kecamatan Jenggawah. Dari hasil penyelidikan, seorang pria berinisial WW ditetapkan sebagai buron. Pekerja PT Andaya Breka Konstruksi (Abrekon) itu dinilai tidak kooperatif hingga namanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, penetapan tersebut setelah penyidik melakukan serangkaian proses. Seperti memanggil sejumlah saksi guna dimintai keterangan terkait ambruknya bangunan di Jenggawah. Nama WW pun menjadi salah satu saksi yang dipanggil untuk didengar keterangannya.

Rupanya, WW selalu mangkir ketika dipanggil penyidik. Polisi melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada WW untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, dia selalu tak acuh dengan panggilan itu. “Ada saksi yang kami panggil. Dua kali tidak memberikan keterangan, kepastian, dan tidak hadir,” kata Alfian, kemarin (26/12).

Terlebih, mangkirnya WW tanpa memberi kepastian dan alasan yang jelas, sehingga polisi melakukan langkah berikutnya. Nama WW dimasukkan dalam DPO. “Nanti akan kami lakukan upaya paksa agar memberikan keterangan kejadian di Kecamatan Jenggawah,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Polres Jember terus mengusut kasus ambruknya proyek pembangunan pendapa di Kantor Kecamatan Jenggawah. Dari hasil penyelidikan, seorang pria berinisial WW ditetapkan sebagai buron. Pekerja PT Andaya Breka Konstruksi (Abrekon) itu dinilai tidak kooperatif hingga namanya dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Jember AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, penetapan tersebut setelah penyidik melakukan serangkaian proses. Seperti memanggil sejumlah saksi guna dimintai keterangan terkait ambruknya bangunan di Jenggawah. Nama WW pun menjadi salah satu saksi yang dipanggil untuk didengar keterangannya.

Rupanya, WW selalu mangkir ketika dipanggil penyidik. Polisi melayangkan surat panggilan sebanyak dua kali kepada WW untuk diperiksa sebagai saksi. Namun, dia selalu tak acuh dengan panggilan itu. “Ada saksi yang kami panggil. Dua kali tidak memberikan keterangan, kepastian, dan tidak hadir,” kata Alfian, kemarin (26/12).

Terlebih, mangkirnya WW tanpa memberi kepastian dan alasan yang jelas, sehingga polisi melakukan langkah berikutnya. Nama WW dimasukkan dalam DPO. “Nanti akan kami lakukan upaya paksa agar memberikan keterangan kejadian di Kecamatan Jenggawah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/