23.3 C
Jember
Monday, 30 January 2023

Realisasi Pajak Reklame Masih Kurang 30 Persen

Reklame yang Tidak Bayar Pajak Masih Dibiarkan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang awal tahun 2023, target realisasi pajak masih ada yang belum tercapai. Hal ini terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pajak reklame yang masih belum mencapai target hingga sekarang. Sejauh ini, capaiannya masih kurang sekitar 30 persen. Ini akan menjadi catatan penting di akhir tahun, karena ketidakseriusan pemerintah dalam menertibkan pajak reklame. Bahkan, banyak reklame yang tidak bayar pajak, namun dibiarkan tetap terpampang di tengah keramaian.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember Hadi Sasmito menjelaskan, saat ini realisasi pajak reklame masih mencapai sekitar 71 persen. Ia membenarkan bahwa pajak reklame belum terpenuhi target. Alasannya, karena ada beberapa reklame dan baliho yang belum membayar pajak tepat waktu. “Sisa waktu sekitar sebulan lebih ini akan kami manfaatkan untuk memantau reklame dan baliho mana yang belum membayar pajak sehingga segera terlunasi,” tuturnya.

Sejauh ini, Hadi hanya bisa berharap pajak reklame bisa segera terpenuhi target. Bahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai pencapaiain tersebut. “Apa saja yang membuat pajak reklame, serta tidak terpenuhi target dan apa saja yang membuat pajak reklame bisa memenuhi target,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hadi juga menyadari bahwa di Jember banyak reklame liar, hal ini termasuk dari kelalaiannya dalam menertibkan reklame tersebut, bahkan yang tidak bayar pajak pun dibiarkan. “Adanya reklame liar itu karena tidak mengantongi izin, bahkan ada yang masa izinnya sudah habis, namun belum diperpanjang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember Herwyndo mengatakan, keberadaan reklame liar itu biasanya ditempat tersembunyi. Hal ini bertujuan agar tidak terpantau aparat. “Biasanya berada di belakang baliho atau reklame yang sudah berizin,” timpalnya. (mg1/mun)

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang awal tahun 2023, target realisasi pajak masih ada yang belum tercapai. Hal ini terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pajak reklame yang masih belum mencapai target hingga sekarang. Sejauh ini, capaiannya masih kurang sekitar 30 persen. Ini akan menjadi catatan penting di akhir tahun, karena ketidakseriusan pemerintah dalam menertibkan pajak reklame. Bahkan, banyak reklame yang tidak bayar pajak, namun dibiarkan tetap terpampang di tengah keramaian.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember Hadi Sasmito menjelaskan, saat ini realisasi pajak reklame masih mencapai sekitar 71 persen. Ia membenarkan bahwa pajak reklame belum terpenuhi target. Alasannya, karena ada beberapa reklame dan baliho yang belum membayar pajak tepat waktu. “Sisa waktu sekitar sebulan lebih ini akan kami manfaatkan untuk memantau reklame dan baliho mana yang belum membayar pajak sehingga segera terlunasi,” tuturnya.

Sejauh ini, Hadi hanya bisa berharap pajak reklame bisa segera terpenuhi target. Bahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai pencapaiain tersebut. “Apa saja yang membuat pajak reklame, serta tidak terpenuhi target dan apa saja yang membuat pajak reklame bisa memenuhi target,” katanya.

Hadi juga menyadari bahwa di Jember banyak reklame liar, hal ini termasuk dari kelalaiannya dalam menertibkan reklame tersebut, bahkan yang tidak bayar pajak pun dibiarkan. “Adanya reklame liar itu karena tidak mengantongi izin, bahkan ada yang masa izinnya sudah habis, namun belum diperpanjang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember Herwyndo mengatakan, keberadaan reklame liar itu biasanya ditempat tersembunyi. Hal ini bertujuan agar tidak terpantau aparat. “Biasanya berada di belakang baliho atau reklame yang sudah berizin,” timpalnya. (mg1/mun)

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Menjelang awal tahun 2023, target realisasi pajak masih ada yang belum tercapai. Hal ini terjadi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada sektor pajak reklame yang masih belum mencapai target hingga sekarang. Sejauh ini, capaiannya masih kurang sekitar 30 persen. Ini akan menjadi catatan penting di akhir tahun, karena ketidakseriusan pemerintah dalam menertibkan pajak reklame. Bahkan, banyak reklame yang tidak bayar pajak, namun dibiarkan tetap terpampang di tengah keramaian.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember Hadi Sasmito menjelaskan, saat ini realisasi pajak reklame masih mencapai sekitar 71 persen. Ia membenarkan bahwa pajak reklame belum terpenuhi target. Alasannya, karena ada beberapa reklame dan baliho yang belum membayar pajak tepat waktu. “Sisa waktu sekitar sebulan lebih ini akan kami manfaatkan untuk memantau reklame dan baliho mana yang belum membayar pajak sehingga segera terlunasi,” tuturnya.

Sejauh ini, Hadi hanya bisa berharap pajak reklame bisa segera terpenuhi target. Bahkan, pihaknya akan melakukan evaluasi mengenai pencapaiain tersebut. “Apa saja yang membuat pajak reklame, serta tidak terpenuhi target dan apa saja yang membuat pajak reklame bisa memenuhi target,” katanya.

Hadi juga menyadari bahwa di Jember banyak reklame liar, hal ini termasuk dari kelalaiannya dalam menertibkan reklame tersebut, bahkan yang tidak bayar pajak pun dibiarkan. “Adanya reklame liar itu karena tidak mengantongi izin, bahkan ada yang masa izinnya sudah habis, namun belum diperpanjang,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jember Herwyndo mengatakan, keberadaan reklame liar itu biasanya ditempat tersembunyi. Hal ini bertujuan agar tidak terpantau aparat. “Biasanya berada di belakang baliho atau reklame yang sudah berizin,” timpalnya. (mg1/mun)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca