alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Bersinergi Bangun Keterbukaan Informasi 

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID Calon bupati (cabup) Jember Hendy Siswanto berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin (26/10). Dalam kunjungannya ke redaksi, dia pun menyampaikan beberapa gagasan terkait keikutsertaannya dalam Pilkada Jember. Yakni, ingin mengembalikan hak-hak warga agar Kota Santri lebih maju dan sejahtera.

Kedatangan Hendy bersama rombongan ditemui Direktur Radar Jember Abdul Choliq Baya, General Manager MS Rasyid, sejumlah redaktur, serta beberapa kru redaksi. Cabup yang menggandeng M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun sebagai cawabupnya itu berbincang santai dengan ide-ide yang dijelentrehkan dalam program kerja pencalonanya.

“Media merupakan salah satu pilar demokrasi. Sikap kritis serta kontrol sosial pasti terus dilakukan demi menjaga keseimbangan. Radar Jember pun berupaya menyajikan informasi yang seimbang,” kata Choliq Baya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pada perbincangan itu, General Manager MS Rasyid mengaku tertarik dengan tagline Hendy-Gus Firjaun yang mengangkat sinergi, kolaborasi, dan akselerasi. Menurutnya, sedari awal Radar Jember juga berkolaborasi dengan pemerintah, tetapi tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan. “Kami tetap berusaha seprofesional mungkin dalam menyajikan berita. Termasuk dalam urusan Pilkada Jember,” jelasnya.

Cabup Hendy mengaku ikut Pilkada Jember karena melihat banyak hal yang tidak normal di Kota Suwar-Suwir. Hal itu yang membuat dirinya terpanggil untuk Jember. Mantan ASN Kementerian Perhubungan ini menyebut, membangun Jember membutuhkan tagline sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

Dia menegaskan, sinergi bukan berarti kongkalikong. Pada dasarnya, eksekutif dan legislatif harus sinergi demi membangun Jember. Kemudian, ada kolaborasi, mengerjakannya bersama dengan masyarakat. Setelah itu, untuk membangun Jember butuh akselerasi, harus cepat dan harus nampak hasilnya. “Jadi, wes wayahe mbenahi Jember. Kami pun ingin mengembalikan hak-hak rakyat Jember,” papar Hendy.

Tanpa tagline itu, menurut Hendy, 4.000 profesor pun tak akan dapat membangun Jember. Sebab, eksekutif dan legislatif menjadi pemegang kebijakan di daerah yang dapat melahirkan peraturan serta mempercepat pembangunan. “Jadi, sinergisitas itu bukan untuk kongkalikong. Sebab, DPRD juga wakil rakyat yang dipilih rakyat. Eksekutif menjalankan program, DPRD yang mengawasi. Sementara, kebijakan-kebijakan dicetuskan bersama-sama demi rakyat karena keduanya dipilih rakyat,” jelasnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID Calon bupati (cabup) Jember Hendy Siswanto berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin (26/10). Dalam kunjungannya ke redaksi, dia pun menyampaikan beberapa gagasan terkait keikutsertaannya dalam Pilkada Jember. Yakni, ingin mengembalikan hak-hak warga agar Kota Santri lebih maju dan sejahtera.

Kedatangan Hendy bersama rombongan ditemui Direktur Radar Jember Abdul Choliq Baya, General Manager MS Rasyid, sejumlah redaktur, serta beberapa kru redaksi. Cabup yang menggandeng M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun sebagai cawabupnya itu berbincang santai dengan ide-ide yang dijelentrehkan dalam program kerja pencalonanya.

“Media merupakan salah satu pilar demokrasi. Sikap kritis serta kontrol sosial pasti terus dilakukan demi menjaga keseimbangan. Radar Jember pun berupaya menyajikan informasi yang seimbang,” kata Choliq Baya.

Pada perbincangan itu, General Manager MS Rasyid mengaku tertarik dengan tagline Hendy-Gus Firjaun yang mengangkat sinergi, kolaborasi, dan akselerasi. Menurutnya, sedari awal Radar Jember juga berkolaborasi dengan pemerintah, tetapi tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan. “Kami tetap berusaha seprofesional mungkin dalam menyajikan berita. Termasuk dalam urusan Pilkada Jember,” jelasnya.

Cabup Hendy mengaku ikut Pilkada Jember karena melihat banyak hal yang tidak normal di Kota Suwar-Suwir. Hal itu yang membuat dirinya terpanggil untuk Jember. Mantan ASN Kementerian Perhubungan ini menyebut, membangun Jember membutuhkan tagline sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

Dia menegaskan, sinergi bukan berarti kongkalikong. Pada dasarnya, eksekutif dan legislatif harus sinergi demi membangun Jember. Kemudian, ada kolaborasi, mengerjakannya bersama dengan masyarakat. Setelah itu, untuk membangun Jember butuh akselerasi, harus cepat dan harus nampak hasilnya. “Jadi, wes wayahe mbenahi Jember. Kami pun ingin mengembalikan hak-hak rakyat Jember,” papar Hendy.

Tanpa tagline itu, menurut Hendy, 4.000 profesor pun tak akan dapat membangun Jember. Sebab, eksekutif dan legislatif menjadi pemegang kebijakan di daerah yang dapat melahirkan peraturan serta mempercepat pembangunan. “Jadi, sinergisitas itu bukan untuk kongkalikong. Sebab, DPRD juga wakil rakyat yang dipilih rakyat. Eksekutif menjalankan program, DPRD yang mengawasi. Sementara, kebijakan-kebijakan dicetuskan bersama-sama demi rakyat karena keduanya dipilih rakyat,” jelasnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID Calon bupati (cabup) Jember Hendy Siswanto berkunjung ke kantor Jawa Pos Radar Jember, kemarin (26/10). Dalam kunjungannya ke redaksi, dia pun menyampaikan beberapa gagasan terkait keikutsertaannya dalam Pilkada Jember. Yakni, ingin mengembalikan hak-hak warga agar Kota Santri lebih maju dan sejahtera.

Kedatangan Hendy bersama rombongan ditemui Direktur Radar Jember Abdul Choliq Baya, General Manager MS Rasyid, sejumlah redaktur, serta beberapa kru redaksi. Cabup yang menggandeng M Balya Firjaun Barlaman atau Gus Firjaun sebagai cawabupnya itu berbincang santai dengan ide-ide yang dijelentrehkan dalam program kerja pencalonanya.

“Media merupakan salah satu pilar demokrasi. Sikap kritis serta kontrol sosial pasti terus dilakukan demi menjaga keseimbangan. Radar Jember pun berupaya menyajikan informasi yang seimbang,” kata Choliq Baya.

Pada perbincangan itu, General Manager MS Rasyid mengaku tertarik dengan tagline Hendy-Gus Firjaun yang mengangkat sinergi, kolaborasi, dan akselerasi. Menurutnya, sedari awal Radar Jember juga berkolaborasi dengan pemerintah, tetapi tetap kritis terhadap kebijakan-kebijakan. “Kami tetap berusaha seprofesional mungkin dalam menyajikan berita. Termasuk dalam urusan Pilkada Jember,” jelasnya.

Cabup Hendy mengaku ikut Pilkada Jember karena melihat banyak hal yang tidak normal di Kota Suwar-Suwir. Hal itu yang membuat dirinya terpanggil untuk Jember. Mantan ASN Kementerian Perhubungan ini menyebut, membangun Jember membutuhkan tagline sinergi, kolaborasi, dan akselerasi.

Dia menegaskan, sinergi bukan berarti kongkalikong. Pada dasarnya, eksekutif dan legislatif harus sinergi demi membangun Jember. Kemudian, ada kolaborasi, mengerjakannya bersama dengan masyarakat. Setelah itu, untuk membangun Jember butuh akselerasi, harus cepat dan harus nampak hasilnya. “Jadi, wes wayahe mbenahi Jember. Kami pun ingin mengembalikan hak-hak rakyat Jember,” papar Hendy.

Tanpa tagline itu, menurut Hendy, 4.000 profesor pun tak akan dapat membangun Jember. Sebab, eksekutif dan legislatif menjadi pemegang kebijakan di daerah yang dapat melahirkan peraturan serta mempercepat pembangunan. “Jadi, sinergisitas itu bukan untuk kongkalikong. Sebab, DPRD juga wakil rakyat yang dipilih rakyat. Eksekutif menjalankan program, DPRD yang mengawasi. Sementara, kebijakan-kebijakan dicetuskan bersama-sama demi rakyat karena keduanya dipilih rakyat,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/