alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Baru Bisa Belajar ketika Dipinjami HP

Potret Pendidikan Daring di Pelosok

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang sudah dimulai sejak Juli lalu memang masih berlangsung via daring. Mengingat, pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Alhasil, para siswa baru terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

Seperti yang dilakukan Chika Maulidia, siswa kelas 7D SMPN 2 Jenggawah. Pelajar berusia 12 tahun yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, ini juga harus mengikuti KBM secara daring. Kali ini dia menyiapkan materi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Inggris, sebagai mata pelajaran yang akan dibahas.

Sayangnya, ritme belajar yang Chika lakukan masih belum maksimal, karena dia tak memiliki ponsel pintar atau smartphone untuk mendukung aktivitas belajarnya. Mau minta orang tua pun mustahil. Sang ayah mengandalkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pencari rongsokan, sedangkan ibunya berada di Malaysia sebagai pekerja migran. Karenanya, dia terpaksa meminjam ponsel milik salah satu guru sekolahnya. “Setiap hari guru harus meminjami HP miliknya,” ujar Plt Kepala SMP Negeri 2 Jenggawah Dimyati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Chika yang tinggal tak jauh dari sekolah ini awalnya mengikuti KBM bersama temannya di sekolah, karena ada temannya yang punya HP. Namun, setelah temannya memutuskan belajar di rumah, dirinya pun harus putar otak untuk mencari tebengan ponsel. Bahkan, dia juga harus berpindah-pindah lokasi belajar. “Dia ikut temannya karena ada warga yang menyiapkan wifi,” kata Dimyati.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang sudah dimulai sejak Juli lalu memang masih berlangsung via daring. Mengingat, pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Alhasil, para siswa baru terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

Seperti yang dilakukan Chika Maulidia, siswa kelas 7D SMPN 2 Jenggawah. Pelajar berusia 12 tahun yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, ini juga harus mengikuti KBM secara daring. Kali ini dia menyiapkan materi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Inggris, sebagai mata pelajaran yang akan dibahas.

Sayangnya, ritme belajar yang Chika lakukan masih belum maksimal, karena dia tak memiliki ponsel pintar atau smartphone untuk mendukung aktivitas belajarnya. Mau minta orang tua pun mustahil. Sang ayah mengandalkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pencari rongsokan, sedangkan ibunya berada di Malaysia sebagai pekerja migran. Karenanya, dia terpaksa meminjam ponsel milik salah satu guru sekolahnya. “Setiap hari guru harus meminjami HP miliknya,” ujar Plt Kepala SMP Negeri 2 Jenggawah Dimyati.

Menurutnya, Chika yang tinggal tak jauh dari sekolah ini awalnya mengikuti KBM bersama temannya di sekolah, karena ada temannya yang punya HP. Namun, setelah temannya memutuskan belajar di rumah, dirinya pun harus putar otak untuk mencari tebengan ponsel. Bahkan, dia juga harus berpindah-pindah lokasi belajar. “Dia ikut temannya karena ada warga yang menyiapkan wifi,” kata Dimyati.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tahun ajaran baru sekolah 2020/2021 yang sudah dimulai sejak Juli lalu memang masih berlangsung via daring. Mengingat, pandemi Covid-19 yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Alhasil, para siswa baru terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

Seperti yang dilakukan Chika Maulidia, siswa kelas 7D SMPN 2 Jenggawah. Pelajar berusia 12 tahun yang tinggal di Dusun Krajan, Desa Kertonegoro, Kecamatan Jenggawah, ini juga harus mengikuti KBM secara daring. Kali ini dia menyiapkan materi Ilmu Pengetahuan Sosial dan Bahasa Inggris, sebagai mata pelajaran yang akan dibahas.

Sayangnya, ritme belajar yang Chika lakukan masih belum maksimal, karena dia tak memiliki ponsel pintar atau smartphone untuk mendukung aktivitas belajarnya. Mau minta orang tua pun mustahil. Sang ayah mengandalkan penghasilan dari pekerjaannya sebagai pencari rongsokan, sedangkan ibunya berada di Malaysia sebagai pekerja migran. Karenanya, dia terpaksa meminjam ponsel milik salah satu guru sekolahnya. “Setiap hari guru harus meminjami HP miliknya,” ujar Plt Kepala SMP Negeri 2 Jenggawah Dimyati.

Menurutnya, Chika yang tinggal tak jauh dari sekolah ini awalnya mengikuti KBM bersama temannya di sekolah, karena ada temannya yang punya HP. Namun, setelah temannya memutuskan belajar di rumah, dirinya pun harus putar otak untuk mencari tebengan ponsel. Bahkan, dia juga harus berpindah-pindah lokasi belajar. “Dia ikut temannya karena ada warga yang menyiapkan wifi,” kata Dimyati.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/