alexametrics
32 C
Jember
Saturday, 28 May 2022

Mayoritas Pelanggaran oleh Mahasiswa

Mobile_AP_Rectangle 1

RADAR JEMBER.ID – Entah ada keterkaitan atau tidak, namun di beberapa daerah, kalangan mahasiswa kerap menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Salah satunya tampak dalam razia penertiban lalu lintas kepada pengendara yang melintas di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.

Razia lalu lintas yang digelar kemarin (26/8) pagi oleh Satlantas Polres Jember sebenarnya sudah kerap dilakukan. Anehnya, meskipun sudah sering dilakukan penertiban serupa, masih banyak mahasiswa yang terjaring pelanggaran. Paling sering adalah tidak menggunakan helm.

Menurut Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Jember Iptu Suyitno, rata-rata yang banyak melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm secara terang-terangan adalah mahasiswi. Melihat hal tersebut, petugas langsung menghentikan pengendara.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lucunya, selain tidak memakai helm pengaman saat berkendara, pelanggar umumnya juga tak membawa kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK. “Rata-rata pengendara motor membawa STNK, hanya saja mereka banyak yang tidak punya SIM,” imbuhnya.

Alasan yang paling sering dilontarkan adalah tidak punya waktu untuk membuat dan melakukan ujian SIM. “Mereka tenang-tenang saja, alasannya untuk membuat SIM butuh waktu panjang. Apalagi kalau nanti masih harus mengulang,” ujarnya mengutip ucapan salah satu mahasiswa yang menjadi pelanggar.

Dari hasil penertiban di bundaran DPRD Jember, sedikitnya tercatat 109 jumlah pelanggaran dengan perincian 100 pelanggaran kendaraan roda dua, dua pelanggaran mobil barang atau pikap, empat pelanggaran mobil penumpang, dua pelanggaran truk besar, dan satu pelanggaran truk kecil. Pihaknya berharap kepada seluruh pengendara khususnya roda dua untuk menggunakan helm pengaman. “Selain itu, harus melengkapi surat-surat seperti STNK dan SIM C,” pungkasnya. (*)

- Advertisement -

RADAR JEMBER.ID – Entah ada keterkaitan atau tidak, namun di beberapa daerah, kalangan mahasiswa kerap menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Salah satunya tampak dalam razia penertiban lalu lintas kepada pengendara yang melintas di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.

Razia lalu lintas yang digelar kemarin (26/8) pagi oleh Satlantas Polres Jember sebenarnya sudah kerap dilakukan. Anehnya, meskipun sudah sering dilakukan penertiban serupa, masih banyak mahasiswa yang terjaring pelanggaran. Paling sering adalah tidak menggunakan helm.

Menurut Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Jember Iptu Suyitno, rata-rata yang banyak melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm secara terang-terangan adalah mahasiswi. Melihat hal tersebut, petugas langsung menghentikan pengendara.

Lucunya, selain tidak memakai helm pengaman saat berkendara, pelanggar umumnya juga tak membawa kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK. “Rata-rata pengendara motor membawa STNK, hanya saja mereka banyak yang tidak punya SIM,” imbuhnya.

Alasan yang paling sering dilontarkan adalah tidak punya waktu untuk membuat dan melakukan ujian SIM. “Mereka tenang-tenang saja, alasannya untuk membuat SIM butuh waktu panjang. Apalagi kalau nanti masih harus mengulang,” ujarnya mengutip ucapan salah satu mahasiswa yang menjadi pelanggar.

Dari hasil penertiban di bundaran DPRD Jember, sedikitnya tercatat 109 jumlah pelanggaran dengan perincian 100 pelanggaran kendaraan roda dua, dua pelanggaran mobil barang atau pikap, empat pelanggaran mobil penumpang, dua pelanggaran truk besar, dan satu pelanggaran truk kecil. Pihaknya berharap kepada seluruh pengendara khususnya roda dua untuk menggunakan helm pengaman. “Selain itu, harus melengkapi surat-surat seperti STNK dan SIM C,” pungkasnya. (*)

RADAR JEMBER.ID – Entah ada keterkaitan atau tidak, namun di beberapa daerah, kalangan mahasiswa kerap menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pelanggaran lalu lintas. Salah satunya tampak dalam razia penertiban lalu lintas kepada pengendara yang melintas di Jalan Jawa dan Jalan Kalimantan, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari.

Razia lalu lintas yang digelar kemarin (26/8) pagi oleh Satlantas Polres Jember sebenarnya sudah kerap dilakukan. Anehnya, meskipun sudah sering dilakukan penertiban serupa, masih banyak mahasiswa yang terjaring pelanggaran. Paling sering adalah tidak menggunakan helm.

Menurut Kanit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polres Jember Iptu Suyitno, rata-rata yang banyak melakukan pelanggaran tidak menggunakan helm secara terang-terangan adalah mahasiswi. Melihat hal tersebut, petugas langsung menghentikan pengendara.

Lucunya, selain tidak memakai helm pengaman saat berkendara, pelanggar umumnya juga tak membawa kelengkapan surat kendaraan seperti SIM dan STNK. “Rata-rata pengendara motor membawa STNK, hanya saja mereka banyak yang tidak punya SIM,” imbuhnya.

Alasan yang paling sering dilontarkan adalah tidak punya waktu untuk membuat dan melakukan ujian SIM. “Mereka tenang-tenang saja, alasannya untuk membuat SIM butuh waktu panjang. Apalagi kalau nanti masih harus mengulang,” ujarnya mengutip ucapan salah satu mahasiswa yang menjadi pelanggar.

Dari hasil penertiban di bundaran DPRD Jember, sedikitnya tercatat 109 jumlah pelanggaran dengan perincian 100 pelanggaran kendaraan roda dua, dua pelanggaran mobil barang atau pikap, empat pelanggaran mobil penumpang, dua pelanggaran truk besar, dan satu pelanggaran truk kecil. Pihaknya berharap kepada seluruh pengendara khususnya roda dua untuk menggunakan helm pengaman. “Selain itu, harus melengkapi surat-surat seperti STNK dan SIM C,” pungkasnya. (*)

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/