alexametrics
27.8 C
Jember
Thursday, 30 June 2022

Urung Demo, Ganti Bagikan Bansos

Mahasiswa Bagikan Sembako ke Pedagang Asongan

Mobile_AP_Rectangle 1

TEGALBOTO LOR, RADARJEMBER.ID– Puluhan mahasiswa berjas biru sudah bersiap untuk bergerak dari kampus Universitas Muhammadiyah Jember. Tujuan mereka adalah menyalurkan aspirasi terkait penanganan Covid-19 kepada anggota DPRD Kabupaten Jember, dan meminta penanganan di bidang kesehatan lebih diutamakan sebelum ekonomi.

Namun, niat itu pupus lantaran aparat keamanan tak memberikan izin untuk melanjutkan demonstrasi yang sedianya digelar di bundaran DPRD Kabupaten Jember, kemarin (26/7). Meski demikian, mereka tak lantas bubar. Walau penyampaian aspirasi para demonstran gagal, agenda dialihkan dengan membagikan bantuan sosial terhadap para pedagang kaki lima di sekitar kantor DPRD.

Setidaknya, terdapat 25 paket sembako yang dibagikan oleh mahasiswa. “Petugas meminta kami untuk tidak melakukan aksi yang sifatnya provokatif dan mengundang masyarakat,” kata koordinator lapangan Muhammad Yayan, Senin (26/7).

Mobile_AP_Rectangle 2

Yayan mengungkapkan, tuntutan yang hendak diaspirasikan kepada DPRD di antaranya agar pemerintah mengutamakan aspek kesehatan ketimbang ekonomi. Hal ini, kata dia, termaktub berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018, yang menjelaskan tentang perlindungan pemerintah terhadap gangguan kesehatan masyarakat. Termasuk di dalamnya potensi penanganan adanya wabah masuk. “Di sini presiden memilih untuk PSBB. Dalam artian untuk menyelamatkan ekonomi. Kali ini kami menuntut untuk mengutamakan kesehatan dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, Yayan mengungkapkan, jika pandemi masih mencekam, pemerintah berkewajiban untuk menyuplai kebutuhan masyarakat melalui bansos. Dalam kajiannya, melalui penyebaran angket yang melibatkan beberapa pelaku usaha yang sudah bangkrut karena pandemi, pihaknya menyimpulkan bahwa penyebaran bansos belum merata. “Kami juga menuntut anggota dewan untuk menyisihkan 50 persen gajinya untuk masyarakat,” tutur Yayan.

- Advertisement -

TEGALBOTO LOR, RADARJEMBER.ID– Puluhan mahasiswa berjas biru sudah bersiap untuk bergerak dari kampus Universitas Muhammadiyah Jember. Tujuan mereka adalah menyalurkan aspirasi terkait penanganan Covid-19 kepada anggota DPRD Kabupaten Jember, dan meminta penanganan di bidang kesehatan lebih diutamakan sebelum ekonomi.

Namun, niat itu pupus lantaran aparat keamanan tak memberikan izin untuk melanjutkan demonstrasi yang sedianya digelar di bundaran DPRD Kabupaten Jember, kemarin (26/7). Meski demikian, mereka tak lantas bubar. Walau penyampaian aspirasi para demonstran gagal, agenda dialihkan dengan membagikan bantuan sosial terhadap para pedagang kaki lima di sekitar kantor DPRD.

Setidaknya, terdapat 25 paket sembako yang dibagikan oleh mahasiswa. “Petugas meminta kami untuk tidak melakukan aksi yang sifatnya provokatif dan mengundang masyarakat,” kata koordinator lapangan Muhammad Yayan, Senin (26/7).

Yayan mengungkapkan, tuntutan yang hendak diaspirasikan kepada DPRD di antaranya agar pemerintah mengutamakan aspek kesehatan ketimbang ekonomi. Hal ini, kata dia, termaktub berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018, yang menjelaskan tentang perlindungan pemerintah terhadap gangguan kesehatan masyarakat. Termasuk di dalamnya potensi penanganan adanya wabah masuk. “Di sini presiden memilih untuk PSBB. Dalam artian untuk menyelamatkan ekonomi. Kali ini kami menuntut untuk mengutamakan kesehatan dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, Yayan mengungkapkan, jika pandemi masih mencekam, pemerintah berkewajiban untuk menyuplai kebutuhan masyarakat melalui bansos. Dalam kajiannya, melalui penyebaran angket yang melibatkan beberapa pelaku usaha yang sudah bangkrut karena pandemi, pihaknya menyimpulkan bahwa penyebaran bansos belum merata. “Kami juga menuntut anggota dewan untuk menyisihkan 50 persen gajinya untuk masyarakat,” tutur Yayan.

TEGALBOTO LOR, RADARJEMBER.ID– Puluhan mahasiswa berjas biru sudah bersiap untuk bergerak dari kampus Universitas Muhammadiyah Jember. Tujuan mereka adalah menyalurkan aspirasi terkait penanganan Covid-19 kepada anggota DPRD Kabupaten Jember, dan meminta penanganan di bidang kesehatan lebih diutamakan sebelum ekonomi.

Namun, niat itu pupus lantaran aparat keamanan tak memberikan izin untuk melanjutkan demonstrasi yang sedianya digelar di bundaran DPRD Kabupaten Jember, kemarin (26/7). Meski demikian, mereka tak lantas bubar. Walau penyampaian aspirasi para demonstran gagal, agenda dialihkan dengan membagikan bantuan sosial terhadap para pedagang kaki lima di sekitar kantor DPRD.

Setidaknya, terdapat 25 paket sembako yang dibagikan oleh mahasiswa. “Petugas meminta kami untuk tidak melakukan aksi yang sifatnya provokatif dan mengundang masyarakat,” kata koordinator lapangan Muhammad Yayan, Senin (26/7).

Yayan mengungkapkan, tuntutan yang hendak diaspirasikan kepada DPRD di antaranya agar pemerintah mengutamakan aspek kesehatan ketimbang ekonomi. Hal ini, kata dia, termaktub berdasarkan UU Nomor 6 Tahun 2018, yang menjelaskan tentang perlindungan pemerintah terhadap gangguan kesehatan masyarakat. Termasuk di dalamnya potensi penanganan adanya wabah masuk. “Di sini presiden memilih untuk PSBB. Dalam artian untuk menyelamatkan ekonomi. Kali ini kami menuntut untuk mengutamakan kesehatan dulu,” paparnya.

Lebih lanjut, Yayan mengungkapkan, jika pandemi masih mencekam, pemerintah berkewajiban untuk menyuplai kebutuhan masyarakat melalui bansos. Dalam kajiannya, melalui penyebaran angket yang melibatkan beberapa pelaku usaha yang sudah bangkrut karena pandemi, pihaknya menyimpulkan bahwa penyebaran bansos belum merata. “Kami juga menuntut anggota dewan untuk menyisihkan 50 persen gajinya untuk masyarakat,” tutur Yayan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/