alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Madrasah Masih Kekurangan Pengawas

- Disiapkan Tiga KKM Baru

- Banyak Kerja Pengawas yang Overlapping

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember dinilai masih butuh tambahan. Selama ini, berjalannya KKM hanya terbentuk di lembaga madrasah negeri, misalnya di MA negeri.

Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Jember Edy Sucipto kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu. Dirinya menilai, tahun ini diperlukan adanya penambahan KKM. “Tahun ini kita rencanakan bentuk tiga KKM baru. Bukan di madrasah negeri, tapi ditempatkan di madrasah swasta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Edy, berjalannya tugas pengawas selama ini sering kali bertumpuk. Idealnya satu orang mengawasi tujuh madrasah atau paling banyak sepuluh madrasah. Sedangkan yang ada saat ini, sering kali satu pengawas bisa mengawasi sampai 20 madrasah, bahkan lebih. “Ya legrek pengawasnya, mengawasi dari ujung barat lalu berpindah ke ujung timur,” paparnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember dinilai masih butuh tambahan. Selama ini, berjalannya KKM hanya terbentuk di lembaga madrasah negeri, misalnya di MA negeri.

Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Jember Edy Sucipto kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu. Dirinya menilai, tahun ini diperlukan adanya penambahan KKM. “Tahun ini kita rencanakan bentuk tiga KKM baru. Bukan di madrasah negeri, tapi ditempatkan di madrasah swasta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Edy, berjalannya tugas pengawas selama ini sering kali bertumpuk. Idealnya satu orang mengawasi tujuh madrasah atau paling banyak sepuluh madrasah. Sedangkan yang ada saat ini, sering kali satu pengawas bisa mengawasi sampai 20 madrasah, bahkan lebih. “Ya legrek pengawasnya, mengawasi dari ujung barat lalu berpindah ke ujung timur,” paparnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Kelompok Kerja Madrasah (KKM) di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Jember dinilai masih butuh tambahan. Selama ini, berjalannya KKM hanya terbentuk di lembaga madrasah negeri, misalnya di MA negeri.

Hal itu ditegaskan Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Kasi Pendma) Kemenag Jember Edy Sucipto kepada Jawa Pos Radar Jember, beberapa waktu lalu. Dirinya menilai, tahun ini diperlukan adanya penambahan KKM. “Tahun ini kita rencanakan bentuk tiga KKM baru. Bukan di madrasah negeri, tapi ditempatkan di madrasah swasta,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Edy, berjalannya tugas pengawas selama ini sering kali bertumpuk. Idealnya satu orang mengawasi tujuh madrasah atau paling banyak sepuluh madrasah. Sedangkan yang ada saat ini, sering kali satu pengawas bisa mengawasi sampai 20 madrasah, bahkan lebih. “Ya legrek pengawasnya, mengawasi dari ujung barat lalu berpindah ke ujung timur,” paparnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/