alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Jangan Sepelekan Problem Daring

Mobile_AP_Rectangle 1

Jika pemerintah tidak segera memberikan bantuan, lanjut dia, peserta didik maupun pengajar akan mengalami kemunduran dalam proses belajar dan mengajar. “Artinya, sekolah sebagai agen perubahan tidak bisa memberikan fungsi yang maksimal,” tegasnya.

Seperti diketahui, beban pemerintah saat ini memang luar biasa besar. Namun, menurut dia, harus ada skala prioritas tentang pendidikan di Kabupaten Jember. Dari sisi pengajar, Supriyono berharap, pemerintah memberikan sebuah pelatihan untuk menghadapi proses belajar dan mengajar via daring. Seperti diketahui, banyak guru yang masih mengajar secara konvensional. “Artinya, mereka menggunakan kurikulum normal, tapi pembelajarannya via daring. Ya ndak nyambung,” terangnya.

Dunia pendidikan, lanjut dia, membutuhkan kurikulum luar biasa. Sehingga membutuhkan buku panduan pembelajaran yang baru dan efektif untuk menerapkan pembelajaran daring. “Selain itu, harus ada diklat atau workshop cepat bagaimana memberikan para guru ini skill untuk menghadapi pembelajaran daring,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, Supriyono juga menjabarkan permasalahan belajar daring untuk pendidik yang berusia di atas 40 tahun. “Tentu saja ini menjadi masalah, karena mereka kesulitan menggunakan smartphone,” lanjutnya. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh memandang sederhana permasalahan ini. “Harus segera disikapi secepat mungkin,” tegasnya.

Selain itu, Supriyono menjelaskan bahwa anak-anak bisa telantar jika tak segera mendapat perhatian. ”Boleh menghentikan proses belajar dan mengajar dengan alasan mencegah korona, tapi jangan sampai menelantarkan anak-anak,” pungkasnya.

- Advertisement -

Jika pemerintah tidak segera memberikan bantuan, lanjut dia, peserta didik maupun pengajar akan mengalami kemunduran dalam proses belajar dan mengajar. “Artinya, sekolah sebagai agen perubahan tidak bisa memberikan fungsi yang maksimal,” tegasnya.

Seperti diketahui, beban pemerintah saat ini memang luar biasa besar. Namun, menurut dia, harus ada skala prioritas tentang pendidikan di Kabupaten Jember. Dari sisi pengajar, Supriyono berharap, pemerintah memberikan sebuah pelatihan untuk menghadapi proses belajar dan mengajar via daring. Seperti diketahui, banyak guru yang masih mengajar secara konvensional. “Artinya, mereka menggunakan kurikulum normal, tapi pembelajarannya via daring. Ya ndak nyambung,” terangnya.

Dunia pendidikan, lanjut dia, membutuhkan kurikulum luar biasa. Sehingga membutuhkan buku panduan pembelajaran yang baru dan efektif untuk menerapkan pembelajaran daring. “Selain itu, harus ada diklat atau workshop cepat bagaimana memberikan para guru ini skill untuk menghadapi pembelajaran daring,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Supriyono juga menjabarkan permasalahan belajar daring untuk pendidik yang berusia di atas 40 tahun. “Tentu saja ini menjadi masalah, karena mereka kesulitan menggunakan smartphone,” lanjutnya. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh memandang sederhana permasalahan ini. “Harus segera disikapi secepat mungkin,” tegasnya.

Selain itu, Supriyono menjelaskan bahwa anak-anak bisa telantar jika tak segera mendapat perhatian. ”Boleh menghentikan proses belajar dan mengajar dengan alasan mencegah korona, tapi jangan sampai menelantarkan anak-anak,” pungkasnya.

Jika pemerintah tidak segera memberikan bantuan, lanjut dia, peserta didik maupun pengajar akan mengalami kemunduran dalam proses belajar dan mengajar. “Artinya, sekolah sebagai agen perubahan tidak bisa memberikan fungsi yang maksimal,” tegasnya.

Seperti diketahui, beban pemerintah saat ini memang luar biasa besar. Namun, menurut dia, harus ada skala prioritas tentang pendidikan di Kabupaten Jember. Dari sisi pengajar, Supriyono berharap, pemerintah memberikan sebuah pelatihan untuk menghadapi proses belajar dan mengajar via daring. Seperti diketahui, banyak guru yang masih mengajar secara konvensional. “Artinya, mereka menggunakan kurikulum normal, tapi pembelajarannya via daring. Ya ndak nyambung,” terangnya.

Dunia pendidikan, lanjut dia, membutuhkan kurikulum luar biasa. Sehingga membutuhkan buku panduan pembelajaran yang baru dan efektif untuk menerapkan pembelajaran daring. “Selain itu, harus ada diklat atau workshop cepat bagaimana memberikan para guru ini skill untuk menghadapi pembelajaran daring,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Supriyono juga menjabarkan permasalahan belajar daring untuk pendidik yang berusia di atas 40 tahun. “Tentu saja ini menjadi masalah, karena mereka kesulitan menggunakan smartphone,” lanjutnya. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh memandang sederhana permasalahan ini. “Harus segera disikapi secepat mungkin,” tegasnya.

Selain itu, Supriyono menjelaskan bahwa anak-anak bisa telantar jika tak segera mendapat perhatian. ”Boleh menghentikan proses belajar dan mengajar dengan alasan mencegah korona, tapi jangan sampai menelantarkan anak-anak,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/