alexametrics
24.1 C
Jember
Thursday, 11 August 2022

Abai Protokol Kesehatan, Tim Medis Resah

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mulai abainya masyarakat dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak bermasker dan suka bergerombol, menjadi salah satu penyebab petugas medis Covid-19 mengalami stres. Hal itu didasari oleh penelitian dari dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember.

Dr Dewi Rokhmah, dosen FKM Unej, mengatakan, penelitian tentang tingkat stres pada petugas kesehatan yang menangani pasien korona didasari pada fenomena pandemi korona. Terlebih lagi pada awal korona di Wuhan, Tiongkok, berita tentang petugas medis kelelahan dan kewalahan layani pasien korona.

Penelitian dari informan dari rumah sakit dan puskesmas se-Jawa Timur menunjukan ada tingkat kekhawatiran yang muncul, sehingga menimbulkan stres. Terutama mereka-mereka yang berhubungan langsung atau merawat langsung pasien Covid-19. “Sebagian besar petugas medis mengalami stres, ada yang ringan, sedang, sampai berat,” jelasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dewi menjelaskan, stres terjadi terutama pada awal pandemi korona melanda dan menyebar di wilayah Jatim. “Mereka itu stres karena khawatir tertular Covid-19 dari pasien. Apalagi, waktu itu alat pelindung diri (APD) langka,” terangnya.

Penyebab stres berat, kata dia, juga berkaitan tentang ada rasa khawatir saat pulang ke rumah. “Waktu pulang kerja, petugas medis itu juga takut menularkan virus Covid-19 ke keluarganya,” paparnya. Apalagi, petugas medis punya anak yang masih kecil, istri, serta ada pula yang tinggal bersama dengan orang tua.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mulai abainya masyarakat dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak bermasker dan suka bergerombol, menjadi salah satu penyebab petugas medis Covid-19 mengalami stres. Hal itu didasari oleh penelitian dari dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember.

Dr Dewi Rokhmah, dosen FKM Unej, mengatakan, penelitian tentang tingkat stres pada petugas kesehatan yang menangani pasien korona didasari pada fenomena pandemi korona. Terlebih lagi pada awal korona di Wuhan, Tiongkok, berita tentang petugas medis kelelahan dan kewalahan layani pasien korona.

Penelitian dari informan dari rumah sakit dan puskesmas se-Jawa Timur menunjukan ada tingkat kekhawatiran yang muncul, sehingga menimbulkan stres. Terutama mereka-mereka yang berhubungan langsung atau merawat langsung pasien Covid-19. “Sebagian besar petugas medis mengalami stres, ada yang ringan, sedang, sampai berat,” jelasnya.

Dewi menjelaskan, stres terjadi terutama pada awal pandemi korona melanda dan menyebar di wilayah Jatim. “Mereka itu stres karena khawatir tertular Covid-19 dari pasien. Apalagi, waktu itu alat pelindung diri (APD) langka,” terangnya.

Penyebab stres berat, kata dia, juga berkaitan tentang ada rasa khawatir saat pulang ke rumah. “Waktu pulang kerja, petugas medis itu juga takut menularkan virus Covid-19 ke keluarganya,” paparnya. Apalagi, petugas medis punya anak yang masih kecil, istri, serta ada pula yang tinggal bersama dengan orang tua.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Mulai abainya masyarakat dengan tidak menerapkan protokol kesehatan, seperti tak bermasker dan suka bergerombol, menjadi salah satu penyebab petugas medis Covid-19 mengalami stres. Hal itu didasari oleh penelitian dari dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Jember.

Dr Dewi Rokhmah, dosen FKM Unej, mengatakan, penelitian tentang tingkat stres pada petugas kesehatan yang menangani pasien korona didasari pada fenomena pandemi korona. Terlebih lagi pada awal korona di Wuhan, Tiongkok, berita tentang petugas medis kelelahan dan kewalahan layani pasien korona.

Penelitian dari informan dari rumah sakit dan puskesmas se-Jawa Timur menunjukan ada tingkat kekhawatiran yang muncul, sehingga menimbulkan stres. Terutama mereka-mereka yang berhubungan langsung atau merawat langsung pasien Covid-19. “Sebagian besar petugas medis mengalami stres, ada yang ringan, sedang, sampai berat,” jelasnya.

Dewi menjelaskan, stres terjadi terutama pada awal pandemi korona melanda dan menyebar di wilayah Jatim. “Mereka itu stres karena khawatir tertular Covid-19 dari pasien. Apalagi, waktu itu alat pelindung diri (APD) langka,” terangnya.

Penyebab stres berat, kata dia, juga berkaitan tentang ada rasa khawatir saat pulang ke rumah. “Waktu pulang kerja, petugas medis itu juga takut menularkan virus Covid-19 ke keluarganya,” paparnya. Apalagi, petugas medis punya anak yang masih kecil, istri, serta ada pula yang tinggal bersama dengan orang tua.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/