alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Jaga Asupan Gizi Selama Kehamilan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya kampanye stay at home dan work from home mewajibkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal ini ditegaskan demi mencegah peningkatan angka penularan virus korona. Uniknya, hal ini mengakibatkan angka kehamilan ikut meningkat. Dilansir dari Jawa Pos, pada Mei lalu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan.

Dokter spesialis kandungan di Klinik Apotek Johar, dr Cahyawati Arisusilo SP OG MMRS, tak menampik jika sejak pandemi korona berlangsung, terjadi peningkatan jumlah ibu hamil. “Iya betul, memang ada peningkatan ibu hamil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang praktiknya.

Dokter yang juga bertugas di Siloam Hospital Jember ini menambahkan, kondisi tersebut kemungkinan besar terjadi karena pertemuan antara suami dan istri semakin meningkat sejak pandemi korona. “Karena suami WFH dan di rumah saja,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dalam pandemi korona seperti ini, kata dia, ada tiga peningkatan. Yakni jumlah ibu hamil meningkat, pasangan suami istri yang hendak melakukan program KB juga meningkat, serta bayi lahir berat kecil juga meningkat. Namun, dr Cahya tidak menghitung secara detail berapa peningkatan jumlah ibu hamil. Hanya saja, dirinya merasakan ada penambahan jumlah pasien ibu hamil yang dia tangani.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya kampanye stay at home dan work from home mewajibkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal ini ditegaskan demi mencegah peningkatan angka penularan virus korona. Uniknya, hal ini mengakibatkan angka kehamilan ikut meningkat. Dilansir dari Jawa Pos, pada Mei lalu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan.

Dokter spesialis kandungan di Klinik Apotek Johar, dr Cahyawati Arisusilo SP OG MMRS, tak menampik jika sejak pandemi korona berlangsung, terjadi peningkatan jumlah ibu hamil. “Iya betul, memang ada peningkatan ibu hamil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang praktiknya.

Dokter yang juga bertugas di Siloam Hospital Jember ini menambahkan, kondisi tersebut kemungkinan besar terjadi karena pertemuan antara suami dan istri semakin meningkat sejak pandemi korona. “Karena suami WFH dan di rumah saja,” ujarnya.

Dalam pandemi korona seperti ini, kata dia, ada tiga peningkatan. Yakni jumlah ibu hamil meningkat, pasangan suami istri yang hendak melakukan program KB juga meningkat, serta bayi lahir berat kecil juga meningkat. Namun, dr Cahya tidak menghitung secara detail berapa peningkatan jumlah ibu hamil. Hanya saja, dirinya merasakan ada penambahan jumlah pasien ibu hamil yang dia tangani.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Adanya kampanye stay at home dan work from home mewajibkan masyarakat lebih banyak beraktivitas di rumah. Hal ini ditegaskan demi mencegah peningkatan angka penularan virus korona. Uniknya, hal ini mengakibatkan angka kehamilan ikut meningkat. Dilansir dari Jawa Pos, pada Mei lalu, menurut Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), ada lebih dari 400.000 kehamilan tak direncanakan.

Dokter spesialis kandungan di Klinik Apotek Johar, dr Cahyawati Arisusilo SP OG MMRS, tak menampik jika sejak pandemi korona berlangsung, terjadi peningkatan jumlah ibu hamil. “Iya betul, memang ada peningkatan ibu hamil,” katanya kepada Jawa Pos Radar Jember di ruang praktiknya.

Dokter yang juga bertugas di Siloam Hospital Jember ini menambahkan, kondisi tersebut kemungkinan besar terjadi karena pertemuan antara suami dan istri semakin meningkat sejak pandemi korona. “Karena suami WFH dan di rumah saja,” ujarnya.

Dalam pandemi korona seperti ini, kata dia, ada tiga peningkatan. Yakni jumlah ibu hamil meningkat, pasangan suami istri yang hendak melakukan program KB juga meningkat, serta bayi lahir berat kecil juga meningkat. Namun, dr Cahya tidak menghitung secara detail berapa peningkatan jumlah ibu hamil. Hanya saja, dirinya merasakan ada penambahan jumlah pasien ibu hamil yang dia tangani.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/