alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Dua Bocah di Bawah Umur Asal Puger Tertangkap Edarkan Pil Edan

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di Jember kian meresahkan. Pil edan ini kerap menyasar remaja dan anak di bawah umur sebagai sasaran konsumennya. Bahkan, kasus di wilayah Polsek Puger belum lama ini, dua pelaku peredaran okerbaya yang tertangkap masih di bawah umur.

Dua pelaku tersebut berinisial RM, warga Dusun Krajan, Desa Jambearum, serta MS, asal Dusun Krajan, Desa Wonosari, Puger. Usia RM belum genap 18 tahun, sedangkan MS baru berumur 17 tahun pada April kemarin. Jika mengacu pada Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, dua bocah itu masih dikategorikan sebagai anak-anak.

Kapolsek Puger AKP Eko Basuki menjelaskan kronologi penangkapan itu. Kata dia, setelah mendapat informasi adanya transaksi okerbaya yang dilakukan oleh RM, Tim Sadeng Unit Reskrim Polsek Puger segera bergerak ke lokasi. “Terlapor diduga sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, serta tidak memiliki izin edar,” katanya, Jumat (27/5).

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA: Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Serangkaian pengintaian pun dilakukan. Setelah mendapatkan bukti kuat, Tim Sadeng akhirnya menangkap SF, pria 35 tahun yang menjadi konsumen RM. Dari keterangan saksi inilah polisi selanjutnya bergerak untuk menangkap RM dan MS, dua bocah yang disebut oleh SF. “Pelaku tertangkap di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jambearum,” ungkap Basuki.

Penangkapan yang dilakukan Kamis (26/5) malam sekitar pukul 22.45 itu berlangsung nyaris tanpa perlawanan. Upaya penggeladahan oleh Tim Sadeng pun membuahkan hasil. Dari rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti okerbaya yang tersimpan di bawah jok motor.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di Jember kian meresahkan. Pil edan ini kerap menyasar remaja dan anak di bawah umur sebagai sasaran konsumennya. Bahkan, kasus di wilayah Polsek Puger belum lama ini, dua pelaku peredaran okerbaya yang tertangkap masih di bawah umur.

Dua pelaku tersebut berinisial RM, warga Dusun Krajan, Desa Jambearum, serta MS, asal Dusun Krajan, Desa Wonosari, Puger. Usia RM belum genap 18 tahun, sedangkan MS baru berumur 17 tahun pada April kemarin. Jika mengacu pada Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, dua bocah itu masih dikategorikan sebagai anak-anak.

Kapolsek Puger AKP Eko Basuki menjelaskan kronologi penangkapan itu. Kata dia, setelah mendapat informasi adanya transaksi okerbaya yang dilakukan oleh RM, Tim Sadeng Unit Reskrim Polsek Puger segera bergerak ke lokasi. “Terlapor diduga sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, serta tidak memiliki izin edar,” katanya, Jumat (27/5).

BACA JUGA: Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Serangkaian pengintaian pun dilakukan. Setelah mendapatkan bukti kuat, Tim Sadeng akhirnya menangkap SF, pria 35 tahun yang menjadi konsumen RM. Dari keterangan saksi inilah polisi selanjutnya bergerak untuk menangkap RM dan MS, dua bocah yang disebut oleh SF. “Pelaku tertangkap di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jambearum,” ungkap Basuki.

Penangkapan yang dilakukan Kamis (26/5) malam sekitar pukul 22.45 itu berlangsung nyaris tanpa perlawanan. Upaya penggeladahan oleh Tim Sadeng pun membuahkan hasil. Dari rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti okerbaya yang tersimpan di bawah jok motor.

JEMBER, RADARJEMBER.ID- Peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) di Jember kian meresahkan. Pil edan ini kerap menyasar remaja dan anak di bawah umur sebagai sasaran konsumennya. Bahkan, kasus di wilayah Polsek Puger belum lama ini, dua pelaku peredaran okerbaya yang tertangkap masih di bawah umur.

Dua pelaku tersebut berinisial RM, warga Dusun Krajan, Desa Jambearum, serta MS, asal Dusun Krajan, Desa Wonosari, Puger. Usia RM belum genap 18 tahun, sedangkan MS baru berumur 17 tahun pada April kemarin. Jika mengacu pada Undang-Undang tentang Perlindungan Anak, dua bocah itu masih dikategorikan sebagai anak-anak.

Kapolsek Puger AKP Eko Basuki menjelaskan kronologi penangkapan itu. Kata dia, setelah mendapat informasi adanya transaksi okerbaya yang dilakukan oleh RM, Tim Sadeng Unit Reskrim Polsek Puger segera bergerak ke lokasi. “Terlapor diduga sengaja mengedarkan sediaan farmasi yang tidak memenuhi standar atau persyaratan keamanan, serta tidak memiliki izin edar,” katanya, Jumat (27/5).

BACA JUGA: Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Serangkaian pengintaian pun dilakukan. Setelah mendapatkan bukti kuat, Tim Sadeng akhirnya menangkap SF, pria 35 tahun yang menjadi konsumen RM. Dari keterangan saksi inilah polisi selanjutnya bergerak untuk menangkap RM dan MS, dua bocah yang disebut oleh SF. “Pelaku tertangkap di rumahnya di Dusun Krajan, Desa Jambearum,” ungkap Basuki.

Penangkapan yang dilakukan Kamis (26/5) malam sekitar pukul 22.45 itu berlangsung nyaris tanpa perlawanan. Upaya penggeladahan oleh Tim Sadeng pun membuahkan hasil. Dari rumah tersangka, polisi menemukan barang bukti okerbaya yang tersimpan di bawah jok motor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/