alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Bahas Langkah Atasi AKI

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER LOR, Radar Jember  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mencatat angka kematian ibu (AKI) naik pada 2021. Ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2020.

BACA JUGA : Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Jember Joko Sutriswanto memberikan laporan bahwa AKI naik menjadi 115 kasus pada 2021. Peningkatannya bisa hampir 300 persen dari 2020 yang hanya ada 40 kasus. “Hal itu disebabkan oleh ibu hamil yang terjangkit Covid-19, ditambah dengan adanya penyakit turunan,” paparnya seusai mengisi workshop Perencanaan Penganggaran Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro) di Kantor Pemkab.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, ada lima isu (masalah, Red) strategis yang telah dipetakan oleh pihaknya. Kelima isu inilah yang dianggap sebagai biang masalah adanya AKI. Dalam hal ini juga telah dilakukan pemeringkatan, mana yang paling urgen hingga isu kelima yang juga masih cukup perlu ditangani.

Rendahnya kualitas pencegahan dan penanganan komplikasi persalinan dan kehamilan menduduki peringkat pertama. Variabel yang menunjukkan hal itu, kata Joko, misalnya terjadinya perdarahan pada ibu hamil. Baik sebelum atau saat proses melahirkan. “Ini kaitannya dengan ketersediaan SDM yang mumpuni dalam melakukan penanganan,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER LOR, Radar Jember  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mencatat angka kematian ibu (AKI) naik pada 2021. Ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2020.

BACA JUGA : Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Jember Joko Sutriswanto memberikan laporan bahwa AKI naik menjadi 115 kasus pada 2021. Peningkatannya bisa hampir 300 persen dari 2020 yang hanya ada 40 kasus. “Hal itu disebabkan oleh ibu hamil yang terjangkit Covid-19, ditambah dengan adanya penyakit turunan,” paparnya seusai mengisi workshop Perencanaan Penganggaran Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro) di Kantor Pemkab.

Selain itu, ada lima isu (masalah, Red) strategis yang telah dipetakan oleh pihaknya. Kelima isu inilah yang dianggap sebagai biang masalah adanya AKI. Dalam hal ini juga telah dilakukan pemeringkatan, mana yang paling urgen hingga isu kelima yang juga masih cukup perlu ditangani.

Rendahnya kualitas pencegahan dan penanganan komplikasi persalinan dan kehamilan menduduki peringkat pertama. Variabel yang menunjukkan hal itu, kata Joko, misalnya terjadinya perdarahan pada ibu hamil. Baik sebelum atau saat proses melahirkan. “Ini kaitannya dengan ketersediaan SDM yang mumpuni dalam melakukan penanganan,” terangnya.

JEMBER LOR, Radar Jember  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jember mencatat angka kematian ibu (AKI) naik pada 2021. Ini jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, 2020.

BACA JUGA : Penjual Okerbaya di Jember Sasar Emak-Emak sebagai Pelanggan

Kabid Perlindungan Anak DP3AKB Jember Joko Sutriswanto memberikan laporan bahwa AKI naik menjadi 115 kasus pada 2021. Peningkatannya bisa hampir 300 persen dari 2020 yang hanya ada 40 kasus. “Hal itu disebabkan oleh ibu hamil yang terjangkit Covid-19, ditambah dengan adanya penyakit turunan,” paparnya seusai mengisi workshop Perencanaan Penganggaran Kesehatan Reproduksi (PPT Kespro) di Kantor Pemkab.

Selain itu, ada lima isu (masalah, Red) strategis yang telah dipetakan oleh pihaknya. Kelima isu inilah yang dianggap sebagai biang masalah adanya AKI. Dalam hal ini juga telah dilakukan pemeringkatan, mana yang paling urgen hingga isu kelima yang juga masih cukup perlu ditangani.

Rendahnya kualitas pencegahan dan penanganan komplikasi persalinan dan kehamilan menduduki peringkat pertama. Variabel yang menunjukkan hal itu, kata Joko, misalnya terjadinya perdarahan pada ibu hamil. Baik sebelum atau saat proses melahirkan. “Ini kaitannya dengan ketersediaan SDM yang mumpuni dalam melakukan penanganan,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/