alexametrics
23.4 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Tumpukan Sampah dan Limbah Popok Bayi Cemari Gunung Batu

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tumpukan sampah yang dibalut dengan tas plastik itu berserakan di pinggir jalan di dekat Perumahan Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Selasa (25/5) lalu. Di seberang jalan, salah seorang pedagang es kelapa muda, Mahfud, tampak sibuk mengayunkan sapu koreknya. Daun-daun kering yang berserakan di sekitar lapaknya dibersihkan supaya bisa bikin si calon pembeli mau mampir.

Dia mengakui, kebiasaan para warga yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan ini memang belum ada solusinya. Warga Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu bahkan sempat mendapat laporan dari tetangganya saat dia tidak melapak. Setelah ditinggal sepuluh hari tidak melapak, dia mendapatkan laporan dari tetangganya. “Pak Mahfud, daganganmu penuh sampah,” ujarnya, menirukan tetangganya.

Mahfud menuturkan, dirinyalah yang biasa membersihkan sampah berserakan di sini. Hanya, tidak bisa maksimal. Sebab, pihaknya harus menghentikan aktivitas bersih-bersihnya jika kedatangan pembeli.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, dia hanya membersihkan sampah-sampah yang berada tepat di depan lapaknya lantaran mengganggu para pelanggan. “Masa enak-enak minum es, yang dilihat sampah. Kan tidak nikmat,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa sampah itu kian menumpuk setelah ditinggal beberapa hari lantaran libur Lebaran. “Yang paling banyak sampah popok bayi. Kok ya nggak khawatir kalau sampah popok dibuang sembarangan,” tegasnya. Padahal, lanjutnya, beberapa kepercayaan masyarakat melarang sampah popok dibuang sembarang karena berbahaya jika dibakar orang lain.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tumpukan sampah yang dibalut dengan tas plastik itu berserakan di pinggir jalan di dekat Perumahan Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Selasa (25/5) lalu. Di seberang jalan, salah seorang pedagang es kelapa muda, Mahfud, tampak sibuk mengayunkan sapu koreknya. Daun-daun kering yang berserakan di sekitar lapaknya dibersihkan supaya bisa bikin si calon pembeli mau mampir.

Dia mengakui, kebiasaan para warga yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan ini memang belum ada solusinya. Warga Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu bahkan sempat mendapat laporan dari tetangganya saat dia tidak melapak. Setelah ditinggal sepuluh hari tidak melapak, dia mendapatkan laporan dari tetangganya. “Pak Mahfud, daganganmu penuh sampah,” ujarnya, menirukan tetangganya.

Mahfud menuturkan, dirinyalah yang biasa membersihkan sampah berserakan di sini. Hanya, tidak bisa maksimal. Sebab, pihaknya harus menghentikan aktivitas bersih-bersihnya jika kedatangan pembeli.

Selain itu, dia hanya membersihkan sampah-sampah yang berada tepat di depan lapaknya lantaran mengganggu para pelanggan. “Masa enak-enak minum es, yang dilihat sampah. Kan tidak nikmat,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa sampah itu kian menumpuk setelah ditinggal beberapa hari lantaran libur Lebaran. “Yang paling banyak sampah popok bayi. Kok ya nggak khawatir kalau sampah popok dibuang sembarangan,” tegasnya. Padahal, lanjutnya, beberapa kepercayaan masyarakat melarang sampah popok dibuang sembarang karena berbahaya jika dibakar orang lain.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Tumpukan sampah yang dibalut dengan tas plastik itu berserakan di pinggir jalan di dekat Perumahan Gunung Batu, Kelurahan/Kecamatan Sumbersari, Selasa (25/5) lalu. Di seberang jalan, salah seorang pedagang es kelapa muda, Mahfud, tampak sibuk mengayunkan sapu koreknya. Daun-daun kering yang berserakan di sekitar lapaknya dibersihkan supaya bisa bikin si calon pembeli mau mampir.

Dia mengakui, kebiasaan para warga yang membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan ini memang belum ada solusinya. Warga Kelurahan/Kecamatan Sumbersari itu bahkan sempat mendapat laporan dari tetangganya saat dia tidak melapak. Setelah ditinggal sepuluh hari tidak melapak, dia mendapatkan laporan dari tetangganya. “Pak Mahfud, daganganmu penuh sampah,” ujarnya, menirukan tetangganya.

Mahfud menuturkan, dirinyalah yang biasa membersihkan sampah berserakan di sini. Hanya, tidak bisa maksimal. Sebab, pihaknya harus menghentikan aktivitas bersih-bersihnya jika kedatangan pembeli.

Selain itu, dia hanya membersihkan sampah-sampah yang berada tepat di depan lapaknya lantaran mengganggu para pelanggan. “Masa enak-enak minum es, yang dilihat sampah. Kan tidak nikmat,” ungkapnya.

Dia menegaskan bahwa sampah itu kian menumpuk setelah ditinggal beberapa hari lantaran libur Lebaran. “Yang paling banyak sampah popok bayi. Kok ya nggak khawatir kalau sampah popok dibuang sembarangan,” tegasnya. Padahal, lanjutnya, beberapa kepercayaan masyarakat melarang sampah popok dibuang sembarang karena berbahaya jika dibakar orang lain.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/