alexametrics
28.2 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Sekolah Favorit di Jember Kekurangan Pagu

Dampak Panjang, Ada Potensi Penggabungan Sekolah

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain afirmasi dan mutasi, tahun ini banyak pihak mengeluhkan aturan zonasi SD berdasarkan rute rumah ke sekolah. Berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan pengukuran jarak udara dari rumah ke sekolah. Sehingga calon siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah belum tentu memenuhi syarat. Sebab, jika diukur berdasarkan rute, bisa saja jaraknya akan lebih jauh.

Banyak wali murid yang mengeluhkan perubahan sistem jalur zonasi. Karena banyak wali murid yang mengungkapkan bahwa jalur zonasi telah dibatasi. “Misalnya, kawasan Jalan Nangka, Perumnas Patrang, itu sudah tidak masuk. Padahal dekat,” kata Elisabeth.

Selanjutnya, untuk memenuhi pagu, idealnya Dinas Pendidikan akan menggelar PPDB gelombang kedua. Sekolah yang belum memenuhi kuota pagu minimal akan berdampak pada masuk tidaknya pendataan Dapodik. Sehingga, jika tidak ada PPDB gelombang kedua, maka potensi terbesar yang akan terjadi adalah adanya penggabungan sekolah. “Sekolah yang tidak memenuhi pagu minimal, imbasnya nantinya tidak bisa masuk Dapodik. Nanti bisa-bisa ada penggabungan sekolah,” pungkasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Selain afirmasi dan mutasi, tahun ini banyak pihak mengeluhkan aturan zonasi SD berdasarkan rute rumah ke sekolah. Berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan pengukuran jarak udara dari rumah ke sekolah. Sehingga calon siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah belum tentu memenuhi syarat. Sebab, jika diukur berdasarkan rute, bisa saja jaraknya akan lebih jauh.

Banyak wali murid yang mengeluhkan perubahan sistem jalur zonasi. Karena banyak wali murid yang mengungkapkan bahwa jalur zonasi telah dibatasi. “Misalnya, kawasan Jalan Nangka, Perumnas Patrang, itu sudah tidak masuk. Padahal dekat,” kata Elisabeth.

Selanjutnya, untuk memenuhi pagu, idealnya Dinas Pendidikan akan menggelar PPDB gelombang kedua. Sekolah yang belum memenuhi kuota pagu minimal akan berdampak pada masuk tidaknya pendataan Dapodik. Sehingga, jika tidak ada PPDB gelombang kedua, maka potensi terbesar yang akan terjadi adalah adanya penggabungan sekolah. “Sekolah yang tidak memenuhi pagu minimal, imbasnya nantinya tidak bisa masuk Dapodik. Nanti bisa-bisa ada penggabungan sekolah,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Selain afirmasi dan mutasi, tahun ini banyak pihak mengeluhkan aturan zonasi SD berdasarkan rute rumah ke sekolah. Berbeda dengan tahun lalu yang berdasarkan pengukuran jarak udara dari rumah ke sekolah. Sehingga calon siswa yang rumahnya dekat dengan sekolah belum tentu memenuhi syarat. Sebab, jika diukur berdasarkan rute, bisa saja jaraknya akan lebih jauh.

Banyak wali murid yang mengeluhkan perubahan sistem jalur zonasi. Karena banyak wali murid yang mengungkapkan bahwa jalur zonasi telah dibatasi. “Misalnya, kawasan Jalan Nangka, Perumnas Patrang, itu sudah tidak masuk. Padahal dekat,” kata Elisabeth.

Selanjutnya, untuk memenuhi pagu, idealnya Dinas Pendidikan akan menggelar PPDB gelombang kedua. Sekolah yang belum memenuhi kuota pagu minimal akan berdampak pada masuk tidaknya pendataan Dapodik. Sehingga, jika tidak ada PPDB gelombang kedua, maka potensi terbesar yang akan terjadi adalah adanya penggabungan sekolah. “Sekolah yang tidak memenuhi pagu minimal, imbasnya nantinya tidak bisa masuk Dapodik. Nanti bisa-bisa ada penggabungan sekolah,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Dian Cahyani
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/