alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Hentikan Transaksi, Pedagang Pasar Tanjung Mendadak Berdiri Nyanyikan Indonesia Raya

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagu Indonesia Raya yang biasanya hanya dinyanyikan saat upacara atau forum-forum resmi, kini juga merambah ke pusat perdagangan. Kemarin (26/5), lagu kebangsaan itu terdengar menggema di sudut-sudut pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Seperti di Pasar Tanjung dan Pertokoan Roxy di Kecamatan Kaliwates.

Rabu pagi, intro lagu Indonesia Raya itu terdengar melalui pelantang suara di Pasar Tanjung. Beberapa petugas yang bersiaga sebelumnya sontak mengomando pedagang di sekitarnya serta beberapa pengunjung pasar. “Ayo Bu, Pak, berdiri dulu,” ajak salah seorang petugas satpol PP di Pasar Tanjung. Mereka pun mulai menghentikan transaksi mereka dan berdiri tegap. Sedangkan mulut mereka komat-kamit menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menerangkan, pihaknya mulai menerapkan kebiasaan itu sejak awal pekan ini. Sebelumnya, pihaknya menginformasikan kepada pedagang agar berhenti sejenak ketika mendengar lagu Indonesia Raya. “Ini upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para pedagang dan pengunjung pasar,” paparnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember Widodo Julianto menjelaskan, menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama itu tak hanya dilakukan di Pasar Tanjung. Tapi, juga di Pertokoan Roxy. “Untuk pasar modern dan tradisional lain masih bertahap,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Namun, dia menuturkan, masih ada beberapa kendala terkait pelaksanaannya. Pertama, belum ada sosialisasi yang memadai untuk warga pasar. Sehingga masih ada pengunjung yang mondar-mandir saat lagu dikumandangkan. Kedua, minimnya sarana dan prasarana seperti sound dan perkabelan. “Jadi, untuk saat ini, masih belum bisa serentak dilaksanakan di pasar-pasar tradisional lain,” tuturnya.

Sementara waktu, kata dia, pelaksanaannya hanya dilakukan di tempat-tempat yang siap. Sambil lalu menyiapkan alat-alat di sejumlah pasar lain. Gagasan semacam ini, menurut Widodo, mengadopsi dari Jogjakarta dan Solo yang sudah menerapkan cara itu lebih dulu. Tujuannya sama, untuk membangkitkan nasionalisme. “Sama seperti di sejumlah pasar di Solo, lagu Indonesia Raya akan dikumandangkan pukul tujuh pagi. Kalau di mal-mal saat mereka buka,” terangnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagu Indonesia Raya yang biasanya hanya dinyanyikan saat upacara atau forum-forum resmi, kini juga merambah ke pusat perdagangan. Kemarin (26/5), lagu kebangsaan itu terdengar menggema di sudut-sudut pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Seperti di Pasar Tanjung dan Pertokoan Roxy di Kecamatan Kaliwates.

Rabu pagi, intro lagu Indonesia Raya itu terdengar melalui pelantang suara di Pasar Tanjung. Beberapa petugas yang bersiaga sebelumnya sontak mengomando pedagang di sekitarnya serta beberapa pengunjung pasar. “Ayo Bu, Pak, berdiri dulu,” ajak salah seorang petugas satpol PP di Pasar Tanjung. Mereka pun mulai menghentikan transaksi mereka dan berdiri tegap. Sedangkan mulut mereka komat-kamit menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menerangkan, pihaknya mulai menerapkan kebiasaan itu sejak awal pekan ini. Sebelumnya, pihaknya menginformasikan kepada pedagang agar berhenti sejenak ketika mendengar lagu Indonesia Raya. “Ini upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para pedagang dan pengunjung pasar,” paparnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember Widodo Julianto menjelaskan, menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama itu tak hanya dilakukan di Pasar Tanjung. Tapi, juga di Pertokoan Roxy. “Untuk pasar modern dan tradisional lain masih bertahap,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Namun, dia menuturkan, masih ada beberapa kendala terkait pelaksanaannya. Pertama, belum ada sosialisasi yang memadai untuk warga pasar. Sehingga masih ada pengunjung yang mondar-mandir saat lagu dikumandangkan. Kedua, minimnya sarana dan prasarana seperti sound dan perkabelan. “Jadi, untuk saat ini, masih belum bisa serentak dilaksanakan di pasar-pasar tradisional lain,” tuturnya.

Sementara waktu, kata dia, pelaksanaannya hanya dilakukan di tempat-tempat yang siap. Sambil lalu menyiapkan alat-alat di sejumlah pasar lain. Gagasan semacam ini, menurut Widodo, mengadopsi dari Jogjakarta dan Solo yang sudah menerapkan cara itu lebih dulu. Tujuannya sama, untuk membangkitkan nasionalisme. “Sama seperti di sejumlah pasar di Solo, lagu Indonesia Raya akan dikumandangkan pukul tujuh pagi. Kalau di mal-mal saat mereka buka,” terangnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Lagu Indonesia Raya yang biasanya hanya dinyanyikan saat upacara atau forum-forum resmi, kini juga merambah ke pusat perdagangan. Kemarin (26/5), lagu kebangsaan itu terdengar menggema di sudut-sudut pasar tradisional hingga pusat perbelanjaan modern. Seperti di Pasar Tanjung dan Pertokoan Roxy di Kecamatan Kaliwates.

Rabu pagi, intro lagu Indonesia Raya itu terdengar melalui pelantang suara di Pasar Tanjung. Beberapa petugas yang bersiaga sebelumnya sontak mengomando pedagang di sekitarnya serta beberapa pengunjung pasar. “Ayo Bu, Pak, berdiri dulu,” ajak salah seorang petugas satpol PP di Pasar Tanjung. Mereka pun mulai menghentikan transaksi mereka dan berdiri tegap. Sedangkan mulut mereka komat-kamit menyanyikan lagu kebangsaan tersebut.

Kepala Pasar Tanjung Mistarinto menerangkan, pihaknya mulai menerapkan kebiasaan itu sejak awal pekan ini. Sebelumnya, pihaknya menginformasikan kepada pedagang agar berhenti sejenak ketika mendengar lagu Indonesia Raya. “Ini upaya untuk menumbuhkan rasa nasionalisme bagi para pedagang dan pengunjung pasar,” paparnya.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Jember Widodo Julianto menjelaskan, menyanyikan Indonesia Raya bersama-sama itu tak hanya dilakukan di Pasar Tanjung. Tapi, juga di Pertokoan Roxy. “Untuk pasar modern dan tradisional lain masih bertahap,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Jember.

Namun, dia menuturkan, masih ada beberapa kendala terkait pelaksanaannya. Pertama, belum ada sosialisasi yang memadai untuk warga pasar. Sehingga masih ada pengunjung yang mondar-mandir saat lagu dikumandangkan. Kedua, minimnya sarana dan prasarana seperti sound dan perkabelan. “Jadi, untuk saat ini, masih belum bisa serentak dilaksanakan di pasar-pasar tradisional lain,” tuturnya.

Sementara waktu, kata dia, pelaksanaannya hanya dilakukan di tempat-tempat yang siap. Sambil lalu menyiapkan alat-alat di sejumlah pasar lain. Gagasan semacam ini, menurut Widodo, mengadopsi dari Jogjakarta dan Solo yang sudah menerapkan cara itu lebih dulu. Tujuannya sama, untuk membangkitkan nasionalisme. “Sama seperti di sejumlah pasar di Solo, lagu Indonesia Raya akan dikumandangkan pukul tujuh pagi. Kalau di mal-mal saat mereka buka,” terangnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/