alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Harga Aspal Naik, Kontrak Kerja Gugur?

Bupati Hendy Minta Tuntas Sesuai Spek

Mobile_AP_Rectangle 1

MUMBULSARI, Radar Jember – Pemkab Jember telah memprogramkan perbaikan jalan sepanjang 1.080 kilometer. Ini dibiayai dengan skema tahun jamak atau multiyears APBD tahun 2021–2022 senilai Rp 664 miliar. Namun di lapangan, belum sepenuhnya berjalan lancar. Belum lagi, para kontraktor diterpa kenaikan harga aspal yang bisa menjadi alasan sehingga proyeksi pengaspalan semakin terancam meleset dari rencana awal.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Seperti diketahui, megaproyek itu berjalan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air yang membaginya menjadi 30 paket pekerjaan. Merata di 31 kecamatan. Adapun target proyek selesai paling lambat bulan Mei–Juni 2022 mendatang. Sejumlah ruas jalan yang kecipratan proyek ini sempat beberapa kali disidak oleh anggota DPRD maupun Bupati Jember Hendy Siswanto.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, Hendy sempat mengeluhkan capaian kontraktor yang dirasa belum memenuhi ekspektasinya. Beberapa kali kesempatan dia turun ke sejumlah lokasi menilai capaian pekerjaan rekanan di bawah target. “Keterlambatan ini jelas melanggar kontrak. Ini harus tetap bisa selesai kalau ada keseriusan dari kontraktor,” kata Hendy ketika meninjau proyek perbaikan jalan di ruas Mumbulsari–Karanganyar.

Saat itu, Hendy sempat mengulik kinerja rekanan maupun konsultan pengawas karena dianggap cenderung membiarkan kerja kontraktor yang lelet. Sebab, sikap abai oleh pengawas itu justru dinilai merugikan Pemkab Jember. “Sebagai konsultan pengawas, itu kan dibayar, ngapain saja selama ini? Semestinya harus periksa rutin alat-alatnya, lengkap,” sesal Hendy ke seorang konsultan pengawas, kala itu.

Hendy juga meminta kontraktor dan pengawas segera memperbaiki kinerja mereka agar target 1.080 kilometer bisa selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Apalagi, kontrak kerja telah diteken. Apa pun yang terjadi, hitam di atas putih telah tereksekusi, sehingga pengaspalan jalan harus selesai sesuai kontrak kerja. Hal-hal lain kaitan dengan hujan, panas, atau harga naik, selayaknya telah dihitung kontraktor.

- Advertisement -

MUMBULSARI, Radar Jember – Pemkab Jember telah memprogramkan perbaikan jalan sepanjang 1.080 kilometer. Ini dibiayai dengan skema tahun jamak atau multiyears APBD tahun 2021–2022 senilai Rp 664 miliar. Namun di lapangan, belum sepenuhnya berjalan lancar. Belum lagi, para kontraktor diterpa kenaikan harga aspal yang bisa menjadi alasan sehingga proyeksi pengaspalan semakin terancam meleset dari rencana awal.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Seperti diketahui, megaproyek itu berjalan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air yang membaginya menjadi 30 paket pekerjaan. Merata di 31 kecamatan. Adapun target proyek selesai paling lambat bulan Mei–Juni 2022 mendatang. Sejumlah ruas jalan yang kecipratan proyek ini sempat beberapa kali disidak oleh anggota DPRD maupun Bupati Jember Hendy Siswanto.

Bahkan, Hendy sempat mengeluhkan capaian kontraktor yang dirasa belum memenuhi ekspektasinya. Beberapa kali kesempatan dia turun ke sejumlah lokasi menilai capaian pekerjaan rekanan di bawah target. “Keterlambatan ini jelas melanggar kontrak. Ini harus tetap bisa selesai kalau ada keseriusan dari kontraktor,” kata Hendy ketika meninjau proyek perbaikan jalan di ruas Mumbulsari–Karanganyar.

Saat itu, Hendy sempat mengulik kinerja rekanan maupun konsultan pengawas karena dianggap cenderung membiarkan kerja kontraktor yang lelet. Sebab, sikap abai oleh pengawas itu justru dinilai merugikan Pemkab Jember. “Sebagai konsultan pengawas, itu kan dibayar, ngapain saja selama ini? Semestinya harus periksa rutin alat-alatnya, lengkap,” sesal Hendy ke seorang konsultan pengawas, kala itu.

Hendy juga meminta kontraktor dan pengawas segera memperbaiki kinerja mereka agar target 1.080 kilometer bisa selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Apalagi, kontrak kerja telah diteken. Apa pun yang terjadi, hitam di atas putih telah tereksekusi, sehingga pengaspalan jalan harus selesai sesuai kontrak kerja. Hal-hal lain kaitan dengan hujan, panas, atau harga naik, selayaknya telah dihitung kontraktor.

MUMBULSARI, Radar Jember – Pemkab Jember telah memprogramkan perbaikan jalan sepanjang 1.080 kilometer. Ini dibiayai dengan skema tahun jamak atau multiyears APBD tahun 2021–2022 senilai Rp 664 miliar. Namun di lapangan, belum sepenuhnya berjalan lancar. Belum lagi, para kontraktor diterpa kenaikan harga aspal yang bisa menjadi alasan sehingga proyeksi pengaspalan semakin terancam meleset dari rencana awal.

Baca Juga : Nekat Cicil THR, Sanksi Menunggu Perusahaan!

Seperti diketahui, megaproyek itu berjalan melalui Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air yang membaginya menjadi 30 paket pekerjaan. Merata di 31 kecamatan. Adapun target proyek selesai paling lambat bulan Mei–Juni 2022 mendatang. Sejumlah ruas jalan yang kecipratan proyek ini sempat beberapa kali disidak oleh anggota DPRD maupun Bupati Jember Hendy Siswanto.

Bahkan, Hendy sempat mengeluhkan capaian kontraktor yang dirasa belum memenuhi ekspektasinya. Beberapa kali kesempatan dia turun ke sejumlah lokasi menilai capaian pekerjaan rekanan di bawah target. “Keterlambatan ini jelas melanggar kontrak. Ini harus tetap bisa selesai kalau ada keseriusan dari kontraktor,” kata Hendy ketika meninjau proyek perbaikan jalan di ruas Mumbulsari–Karanganyar.

Saat itu, Hendy sempat mengulik kinerja rekanan maupun konsultan pengawas karena dianggap cenderung membiarkan kerja kontraktor yang lelet. Sebab, sikap abai oleh pengawas itu justru dinilai merugikan Pemkab Jember. “Sebagai konsultan pengawas, itu kan dibayar, ngapain saja selama ini? Semestinya harus periksa rutin alat-alatnya, lengkap,” sesal Hendy ke seorang konsultan pengawas, kala itu.

Hendy juga meminta kontraktor dan pengawas segera memperbaiki kinerja mereka agar target 1.080 kilometer bisa selesai tepat waktu dan sesuai spesifikasi. Apalagi, kontrak kerja telah diteken. Apa pun yang terjadi, hitam di atas putih telah tereksekusi, sehingga pengaspalan jalan harus selesai sesuai kontrak kerja. Hal-hal lain kaitan dengan hujan, panas, atau harga naik, selayaknya telah dihitung kontraktor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/