alexametrics
27.5 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Anak Yatim Bebas Pilih Pakaian hingga Mainan

Senyum manis terpancar di wajah ratusan anak yatim piatu. Mereka diajak belanja dan bebas memilih pakaian dan mainan yang disukainya. Gerakan Pemdes Sidomulyo ini pun menjadi salah satu contoh membahagiakan anak-anak.

Mobile_AP_Rectangle 1

Wajah semringah juga ditunjukkan ratusan anak lain. Pagi hingga siang itu mereka menyebar memilih pakaian kesukaan dan mainan. Dari balik kasir, seorang anak lelaki juga terlihat ada yang kegirangan karena telah mendapatkan mainan yang menjadi favoritnya. Dia pun dengan riang menunjukkan mainan yang baru dibelinya kepada teman-temannya yang lain, yang seluruhnya berasal dari Sidomulyo. Kegembiraan itu pun akan menjadi bagian cerita penting bagi kelangsungan hidup anak-anak yatim itu ke depan.

Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, keceriaan anak-anak tak lepas dari management pengelolaan pemdes yang baik. Di mana, hasil sewa tanah kas desa (TKD) sebagian besar displit untuk anggaran THR anak-anak yatim. “Kami alokasikan 25 persen untuk membelanjakan baju anak yatim. Seluruhnya asal desa kami,” katanya.

Dikatakan, sebanyak 105 anak yatim itu tinggal di enam dusun. Masing-masing anak diberi THR sebesar Rp 500 ribu. Dengan begitu, mereka dibebaskan untuk memilih pakaian Lebaran seperti mukena, songkok, maupun pakaian yang lain. Anak-anak juga boleh membeli mainan. “Bisa belanja sepuasnya dengan voucer Rp 500 ribu,” ulas Kamiludin.

Mobile_AP_Rectangle 2

Penting diketahui, di Desa Sidomulyo, pengelolaan TKD bisa dibilang sangat bagus dan bisa menjadi percontohan bagi seluruh desa di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, hasil dari TKD, sebesar 50 persennya dipakai untuk beasiswa pendidikan anak yatim, 25 persen sisanya untuk usaha produktif, dan 25 persen untuk THR. (c2/nur)

 

- Advertisement -

Wajah semringah juga ditunjukkan ratusan anak lain. Pagi hingga siang itu mereka menyebar memilih pakaian kesukaan dan mainan. Dari balik kasir, seorang anak lelaki juga terlihat ada yang kegirangan karena telah mendapatkan mainan yang menjadi favoritnya. Dia pun dengan riang menunjukkan mainan yang baru dibelinya kepada teman-temannya yang lain, yang seluruhnya berasal dari Sidomulyo. Kegembiraan itu pun akan menjadi bagian cerita penting bagi kelangsungan hidup anak-anak yatim itu ke depan.

Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, keceriaan anak-anak tak lepas dari management pengelolaan pemdes yang baik. Di mana, hasil sewa tanah kas desa (TKD) sebagian besar displit untuk anggaran THR anak-anak yatim. “Kami alokasikan 25 persen untuk membelanjakan baju anak yatim. Seluruhnya asal desa kami,” katanya.

Dikatakan, sebanyak 105 anak yatim itu tinggal di enam dusun. Masing-masing anak diberi THR sebesar Rp 500 ribu. Dengan begitu, mereka dibebaskan untuk memilih pakaian Lebaran seperti mukena, songkok, maupun pakaian yang lain. Anak-anak juga boleh membeli mainan. “Bisa belanja sepuasnya dengan voucer Rp 500 ribu,” ulas Kamiludin.

Penting diketahui, di Desa Sidomulyo, pengelolaan TKD bisa dibilang sangat bagus dan bisa menjadi percontohan bagi seluruh desa di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, hasil dari TKD, sebesar 50 persennya dipakai untuk beasiswa pendidikan anak yatim, 25 persen sisanya untuk usaha produktif, dan 25 persen untuk THR. (c2/nur)

 

Wajah semringah juga ditunjukkan ratusan anak lain. Pagi hingga siang itu mereka menyebar memilih pakaian kesukaan dan mainan. Dari balik kasir, seorang anak lelaki juga terlihat ada yang kegirangan karena telah mendapatkan mainan yang menjadi favoritnya. Dia pun dengan riang menunjukkan mainan yang baru dibelinya kepada teman-temannya yang lain, yang seluruhnya berasal dari Sidomulyo. Kegembiraan itu pun akan menjadi bagian cerita penting bagi kelangsungan hidup anak-anak yatim itu ke depan.

Kepala Desa Sidomulyo Kamiludin menjelaskan, keceriaan anak-anak tak lepas dari management pengelolaan pemdes yang baik. Di mana, hasil sewa tanah kas desa (TKD) sebagian besar displit untuk anggaran THR anak-anak yatim. “Kami alokasikan 25 persen untuk membelanjakan baju anak yatim. Seluruhnya asal desa kami,” katanya.

Dikatakan, sebanyak 105 anak yatim itu tinggal di enam dusun. Masing-masing anak diberi THR sebesar Rp 500 ribu. Dengan begitu, mereka dibebaskan untuk memilih pakaian Lebaran seperti mukena, songkok, maupun pakaian yang lain. Anak-anak juga boleh membeli mainan. “Bisa belanja sepuasnya dengan voucer Rp 500 ribu,” ulas Kamiludin.

Penting diketahui, di Desa Sidomulyo, pengelolaan TKD bisa dibilang sangat bagus dan bisa menjadi percontohan bagi seluruh desa di Jember dan Indonesia. Bagaimana tidak, hasil dari TKD, sebesar 50 persennya dipakai untuk beasiswa pendidikan anak yatim, 25 persen sisanya untuk usaha produktif, dan 25 persen untuk THR. (c2/nur)

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/